Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Sabtu, 05 Januari 2019

PASTORAL TERHADAP ORANG SAKIT



PENDAHULUAN

               Pastoral dalam pendampingan setiap masalah yang dihadapi umat sangat beragam dalam menjawab setiap pergumulan yang membuat orang susah dan merasa tidak ada yang bersama dengan mereka. Pastoral Konseling adalah hubungan timbal balik (interpersonal relationaship) antara hamba Tuhan (pendeta, penginjil, dll.) Sebagai konselor dengan klien, orang yang minta bimbingan dalam mana konselor mencoba membimbing kliennya ke dalam suatu suasana percakapan konseling yang ideal (condusive atmosphere) yang memungkinkan konsele itu betul-betul dapat mengenal dan mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya sendiri, persoalannya, kondisi hidupnya di mana ia berada sehingga ia mampu melihat tujuan hidupnya dalam relasi dan tanggung jawabnya pada Tuhan dan mencoba mencapai tujuan itu dengan takaran, kekuatan dan kemampuan seperti yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Berdasarkan definisi di atas kita bisa melihat paling tidak ada empat aspek penting yang harus dikenal oleh setiap konselor (hamba Tuhan), yaitu:
   a. Hubungan timbal balik (interpersonal relationship) antara  konselor dengan konselenya.
   b. Hamba Tuhan sebagai konselor.
   c. Suasana percakapan konseling yang ideal (condusive atmosphere).
   d. Melihat tujuan hidupnya dalam relasi dan tanggung jawabnya pada Tuhan dan mencapai tujuan itu dengan takaran, kekuatan dan kemampuan seperti yang sudah diberikan Tuhan padanya.
               Sehingga Pastor dapat menetapkan apa yang terjadi pada setiap hal yang dialami oleh pasien baik di rumah sakit atau dirumahnya. Pendampingan yang dilakukan selalu berhubungan dengan keluarga serta diri orang yang akan dikunjungi menaruh perhatian dan kemungkinan untuk sembuh pada pendampingan yang akan diadakan Pastor. Setiap hal yang diadakan oleh Pastor dalam pendampingan akan berpengaruh pada keluarga.
ISI
            Dalam mengunjungi orang sakit bermacam-macam cara dan situasi dalam keadaan apa yang dialami orang sakit. Dalam pembahasan penulis saat ini adalah mengunjungi atau memberikan pastoral kepada orang yang sakit di rumah sakit. Dalam mengunjungi orang yang sakit di rumah sakit, pastor harus memerhatikan dimana rumah sakit, situasi rumah sakit, seberapa parah sakitnya atau bisakah dikunjungi menurut analisa dokter? Hal ini yang menjadi kendala dalam melakukan pastoral bagi orang sakit di rumah sakit. Penyakit yang dilami pasien dirumah sakit bermacam-macam ada yang parah, penyakit biasa saja dan penyakit yang tidak boleh diceritakan kepada orang lain.
            Dalam pendampingan ada pasien yang terus terang apa penyakitnya dan ada pula yang tidak terus terang mungkin karena malu dengan penyakit yang dialaminya atau ia tidak mau dicap sebagai pesakitan.
            Apakah dalam setiap perkunjungan pastoral terhadap orang sakit di rumah sakit selalu ada doa? Yang terpenting dalam perkunjungan adalah dalam pelayanan pastoral kita adalah doa secara mutlak adalah bagian dalam perkunjungan kita dan juga tidak meniadakan dalam perkunjungan kita sebab kadang doa dianggap sebagai pengganggu.
            Setiap orang yang sakit dirumah sakit yang kelihatannya parah akan mati dan yang biasa-biasa saja akan hidup justru ada sesuatu terjadi dibalik orang yang sakit tersebut.
               Orang sakit dirumah sakit sangat membutuhkan perhatian dari semua orang terutama pastor hanya saja ada beberapa yang penting dalam mengunjungi setiap orang yang mengalami sakit. Orang-orang diberi motivasi dan semangat dalam menghadapi keadaan yang mereka alami. Transformasi dalam pemikiran hanya ada pada perubahan yang dipikirkan soal penyakit yang dihadapi pasien di rumah sakit. Segala penyakit yang ditanggung penderita dirumah sakit tidak serta merta sembuh. 
       Kebutuhan-kebutuhan itu (oleh karena belum terpenuhi dan terpuaskan) akan selalu mencari kesempatan (sebagai rangsangan insting) untuk dipenuhi. Dan transference adalah salah satu jalan yang secara natural dimiliki oleh setiap orang untuk memenuhi  kebutuhan-kebutuhan tadi. Dalam setiap interpersonal relationship dengan orang lain, pasti terjadi suatu gejala transference, gejala pemindahan perasaan (yang sebagian besar tidak disadari) yang arahnya adalah pemenuhan kebutuhan yang belum terpenuhi pada  masa lampau. Begitu juga dalam hubungan antar klien dan konselor, gejala transference ini pun pasti terjadi. Konselor harus menyadari bahwa dalam interpersonal relationship itu  pasti ada hal-hal dari dirinya sendiri (entah wajahnya, pandangan matanya, suaranya, mode rambutnya, pakaiannya, cara berbicaranya,dsb.), yang menstimulir proses terjadinya gejala transference. Dan sikap dari klien terhadap konselor sebagian besar terjadi oleh karena gejala transference itu. Kegagalan konselor untuk mengatasi atau mengontrol gejala tranference adalah permulaan kegagalan proses konseling itu sendiri.
Setiap pelayanan yang mempertemukan manusia dalam interaksinya menantikan dan menerima kehadiran Tuhan Allah dalam kehidupan keseharian umat Allah yang hidup dalam saling mendampingi antar hidup yang memperbaiki aspek horizontal (dari manusia) serta perwujudan aspek vertikal (hubungan dengan Allah) sehingga manusia dapat mengenal dan meyakini bahwa Allah turut campur tangan dalam kehidupan yang dialami setiap orang yang hadir dan bereksistensi dalam dunia.
KESIMPULAN
            Pada dasarnya setiap orang yang sedang sakit baik sekarat atau dalam keadaan sakit biasa membutuhkan seorang pastor atau konselor untuk membantu dia keluar dari kesembuhan yang sedang dinantikan. Pastor harus mengenal perasaan orang yang sedang sakit baik hubungan emosional maupun kondisi pasien yang sedang sakit apakah membutuhkan hal-hal yang penting dalam kehidupan yang sangat digumulinya. Apakah hanya datang mendoakan lalu pulang? Dalam hal tertentu apakah doa menjadi sentral utama dalam pendampingan pastoral untuk orang sakit? meskipun itu sudah sekarat dalam situasi penyerahan? atau dalam keadaan sakit biasa saja. Dengan kehadiran sebagai pastor bagi orang sakit adalah hal yang sangat penting dalam mendampingi orang sakit. Pastor disini tidak memberikan diagnosa medis yang adalah wewenang dokter tetapi memberikan dukungan dengan cara pendekatan yang lebih personal dan empati terhadap orang yang mengalami penyakit sehingga Pastor bukan seorang dokter tetapi pendamping dalam menghadapi situasi penyakit yang menimpa pasien itu.
            Perhatian yang nyata bukan sekedar hadir menghabiskan kue atau minum susu tetapi hadir menghibur dan mendoakan orang yang sakit untuk kembali sembuh supaya dapat mengenal bahwa lewat penyakit itu ia dapat belajar bahwa Tuhan selalu bersama dan menyertainya dalam untung maupun malang dalam keseharian hidupnya.



Jumat, 04 Januari 2019

Resume


Judul Buku : Hidup Sukses Dikendalikan Visi
Pengarang : Dr. Muner Daliman, MA, M.Pd.K, M.Th
Kesuksesan bukan berdasarkan penilaian dari penampilannya, tetapi sukses berdasarkan kualitas hidup seseorang. Nahuway mengatakan sukses secara materi bukan tujuan tetapi sukses berkenaan dengan Allah. Sukses dalam hidup bukan mengerjakan apa yang dapat dicapai tetapi apa yang dilakukan untuk orang lain. Sukses menurut Tuhan adalah mencapai yang Tuhan yang kita inginkan untuk dicapai dalam kehidupan kita selaras dengan kehendak Tuhan. Sukses yang benar adalah melakukan dan mencapai kehendak Tuhan dalam pelayanan dan hidup kita.
Lingkungan, situasi, kondisi, sarana, prasarana, bakat, talenta dan keahlian dapat mendukung kita menjadi sukses yang dicapai, namun  perlu diingat bahwa tanpa Tuhan semua yang diperoleh sia-sia (Mzm. 127:2). Sukses yang didambakan adalah sukses di dalam Tuhan dan bersama Tuhan karena sukses di luar Tuhan tidak akan mendatangkan kemuliaan dan sukses yang didapat dengan susah payah tidak akan bertahan lama (Ams. 10:22). Mencari dan mengutamakan Tuhan adalah menjadi sukses bukan mengejar pekerjaan, jabatan, harta, dan kekayaan. Ingatlah bahwa sukses dan keberhasilan dapat membuat manusia melupakan Tuhan, karena itu kita perlu hikmat dan memohon kepada Tuhan supaya Tuhan memberkati secukupnya (Ams. 30:7-9).
Sukses yang berdampak pada masa depan dalam kekekalan. Karena setiap orang diberi kesempatan hidup hanya satu kali, maka hidup yang satu kali digunakan untuk mempersiapkan dua masa depan itulah sukses yang sesungguhnya bagi orang percaya. Kehidupan dalam Kristus adalah pada pada taraf yang lebih tinggi bukan hanya sekedar materi tetapi kelimpahan dalam pengampunan dan kasih, bimbingan dan pemeliharaan-Nya yang berlimpah. Sukses yang benar adalah sukses yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh, jiwa dan roh yang berdampak pada saat ini yang bisa dinikmati diri sendiri atau orang lain dan berdampak pada saat akan datang dalam kekekalan. Ada beberapa contoh orang yang sukses dalam  Alkitab, seperti: Nuh, sukses membuat bahtera walaupun dalam situasi dan kondisi yang serba sulit pada zamannya.
Abraham, berbagai sukses yang dicapai salah satunya sukses waktu mendapatkan Ribka untuk menjadi istri Ishak. Yusuf, menjadi sukses di tanah Mesir ketika menjalani visinya walaupun dalam segala pengorbanan tetapi Tuhan menyertainya sehingga ia menjadi orang yang sukses. Yosua, menjadi orang yang sukses untuk membawa bangsa Israel memasuki Kanaan yang menjadi tanah perjanjian. Nehemia, sukses membangun tembok Yerusalem, ia memiliki beban atas kehancuran bangsanya khususnya tembok Yerusalem yang telah menjadi reruntuhan kemudian ia bergumul dan mendapatkan visi serta merencanakan untuk membangun kembali tembok yang sudah runtuh dan ia berhasil. Dalam Perjanjian Baru; Rasul Paulus, yang sukses mencapai garis akhir dan telah mengakhiri pertandingan dengan baik dan rasul Yohanes, yang sukses telah melihat apa yang telah terjadi sedang terjadi dan akan terjadi.
Sukses yang benar adalah sukses yang dapat berdampak pada dua masa depan yakni masa depan yang dinikmati pada saat kita masih hidup dan diwariskan kepada anak cucu (Ams. 13:22). Keberhasilan yang akan kita capai harus selaras dengan kehendak Tuhan maka dengan sering membaca Firman Tuhan akan membuat kita banyak mengerti kehendak Tuhan. Arti sukses dan sukses yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan, berdampak pada masa kini dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang serta dapat dinikmati pada kekekalan. Kita perlu menggunakan waktu untuk mengandalkan Tuhan. Mengerti kehendak Tuhan adalah sukses terbesar yang diperoleh karena harus mempertimbangkan apakah sukses kita berhubungan dengan kehendak Tuhan atau tidak.
Visi membawa fokus pada visi dapat mengubah kekacauan menjadi ketertiban. Visi memungkinkan untuk melihat segala sesuatu dengan berbeda. Visi memiliki empat elemen yakni: (1), memiliki gairah hidup, (2), memiliki motivasi, (3), memiliki arah/kompas, (4), memiliki tujuan hidup. Visi seperti lensa, ia memfokuskan cahaya yang tidak terbias, ia memungkinkan setiap orang yang peduli dengan usaha untuk melihat lebih jelas apa yang ada di depan mereka, tantangan kepemimpinan. Kita perlu lensa supaya dapat melihat lebih fokus tentang keberhasilan pelayanan dan kehidupan kita kedepan. Visi adalah melihat keberhasilan pelayanan kita yang akan dating dari hari ini, sejak kita menemukan visi, atau melihat apa yang tidak dibuat oleh orang lain.
Jika visi anda untuk setahun, tanamlah gandum. Jika visi anda sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika visi anda untuk seumur hidup, tanamlah orang-orang (peribahasa Cina). Ada beberapa macam visi yakni, pertama; visi global adalah visi Tuhan Yesus, supaya orang diselamatkan dan visi ini diimpartasikan kepada murid-murid-Nya (Mat 28:19-20). Kedua, visi khusus, visi Tuhan Yesus datang ke bumi adalah memberitakan Kerajaaan Allah supaya setiap orang menerima Kerajaan Sorga diselamatkan untuk masuk sorga (Luk 4:43). Ketiga, visi korporat dan visi pribadi adalah visi yang saling berhubungan. visi pribadi Nuh, untuk membangun bahtera demi kelanjutan hdiup manusia di bumi. Abraham mendapaatkan visi pribadi untuk menjadi bangsa yang besar akhirnya dilanjutkan keturunannya, ia menjadi bapak orang beriman. Yusuf mendapatkan visi pribadi dari Tuhan, semua keluarga dan saudaranya menyembah kepadanya. Visinya terjadi tujuh belas tahun kemudian. Visi pribadi menajdi berkat khusus bagi keluargaa bagi Firaun  serta bangsa-bangsa disekitar Mesir dan Kanaan.
Visi bukanlah perencanaan, tetapi visi haruslah direncanakan. Visi adalah tentang apa yang dapat dan seharusnya terjadi sedangkan rencana adalah perkiraan cara terbaik untuk mencapai visi tersebut. Visi yang diterima dari Tuhan harus direncanakan bersama Tuhan karena tanpa melibatkan Tuhan dalam visi bisa sekedar mimpi (Ams. 19:21). Visi individual dalam kehidupan adalah sebagiaan kecil dari sebuah rencana yang telah Tuhan visikan dan gerakan sebelum ada. Tanpa visi Tuhan, saya akan mendapati hidup pada posisi yang terlalu umum yaitu sebuah kehidupan yang didedikasikan untuk mengumpulkan uang. Uang digunakan untuk mencapai tujuan Allah, yakni sebagai alat untuk mengerjakan tanggungjawab dibumi.
Visi sangat diperlukan untuk para pelayan atau pekerja Tuhan yang terpanggil untuk melayani Tuhan, supaya orang yang dipimpin tidak liar, bisa diatur dan tidak binasa dan dapat menangkap visi Tuhan. Visi memerlukan para visioner yaitu orang-orang yang membiarkan pikiran dan hatinya berkelana di luar batas yang ditetapkan dunia. Sebuah visi memerlukan seseorang yang memiliki keberanian untuk bertindak berdasarkan sebuah gagasan benar.
Ada tiga hal yang diperlukan dalam menunggu visi yakni; (1), visi menjadi matang dalam diri. Di mana visi pada hakekatnya adalah perubahan. (2), matang dalam persiapan visi. Visi adalah perpanjangan visi Tuhan, dan penentu waktunya yang tepat adalah Tuhan (Flp 2:13). (3), Tuhan mempersiapkan. Tuhan bekerja dibalik layar untuk mempersiapkan jalan bagi visi. Untuk merealisasikan visi, maka visi harus terasah dan teruji. Ada empat ide yang baik atau visi yang berasal dari Tuhan yakni: (a), visi dari Tuhan memerlukan tuntutan moral. Visi akan terasa sebagai sebuah tuntutan moral ketika ada beban dalam hati. (b), visi dari Tuhan sesuai dengan rencana-Nya di bumi ini. Jika idea tau beban yang sedang digumulkan adalah berasal dari Tuhan, maka ada hubungan yang jelas antara beban tersebut dengan kehendak Tuhan. (c), bedakan ide-ide yang baik dengan visi dari Tuhan. Dapat membedakan ide-ide yang baik dari diri sendiri dengan visi dari Tuhan. (d), tetap berfokus pada visi membuat anda terpusat pada Tuhan, visi mengingatkan anda akan ketergantungan pada visi tersebut.
Seorang pemimpin sebaiknya seorang visioner, walaupun seorang visioner tidak selalu menjadi pemimpin. Tuhan menempatkan dibumi ini untuk sebuah visi. Keinginan tuhan adalah bekerja melalui berbagai situasi yang dihadapi saat ini untuk menempatkan pada posisi yang tepat. Rick Warren, menguraikan beberapa hal tentang hidup kita; pertama, jauh sebelum anda ada dalam benak orang tua anda, anda sudah ada dalam pikiran anda. Kedua, tidak ada hal yang lebih penting daripada mengetahui tujuan Allah bagi anda. Ketiga, anda tidak ditempatkan di bumi untuk diingat. Keempat, kehidupan ini adalah persipan menghadapi kehidupan kekekalan. Kelima, bumi ini bukanlah rumah terakhir kita, kita diciptakan untuk sesuatu yang jauh lebih baik. Keenam, bila sesuatu di dalam ciptaan Tuhan memenuhi tujuannya (Ef 5:17).
Visi memerlukan tindakan iman. Dengan iman dapat merealisasikan sesuatu yang diharapkan dan belum menjadi kenyataan. Dapat visi Tuhan supaya bisa menjadi kenyataan (Ibr 11:1). Mengejar visi yang besar memerlukan iman yang besar. Iman yang besar akan menentukan visi yang besar. Mengejar visi akan menguji, merentangkan dan terkadang melatih iman. Visi perlu disampaikan. Kemampuan menyampaikan visi secara jelas dan ringkas adalah sesuatu yang menentukaan dalam mengimpartasikan visi kepada orang lain. Visi sebaiknya disampaikan kepada orang yang tepat dan pada waktu yang tepat pula. Orang akan memberikan apa yang mereka rasa dapat dilakukan untuk memenuhi sebuah kebutuhan.
Dalam menghadapi segala macam tantangan, maka hal perlu diingat; (1), anda sedang melakukan suatu pekerjaan atau perkara besar, anada tidak memiliki waktu berhenti. (2), keberhasilan yang dicapai akan membungkam para pengkritik anada. (3), pentingnya panggilan anada menjadikan pilihan anada tidak mundur karena tantangan yang dihadapi. Beberapa sikap yang harus anda lakukan sebagai seorang visoner dan pelaku perubahan yakni; (1), sebagai umat ciptaan Tuhan, anda harus berani berkata dengan lantang bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang ditempatkan di bumi. (2), apakah anda tahu artinya? Artinya bahwa anda adalah produk dari visi Tuhan. (3), anda adalah hasil dari sesuatu yang divisikan Allah. (4). Anda ada karena visi Tuhan untuk hadir di bumi ini. (5), anda adalah buatan Tuhan dikerjakan dan dirangkai dengan hati-hati. (6), visi Tuhan untuk kehidupan anda hal-hal yang membuat hidup anda memiliki dampak (7), tanpa mengetahui ini, maka hidup anda dan pelayanan anda terlalu umum. (8), visi individual dalam kehidupan Anda adalah sebagian kecil dari sebuah rencana yang telah Tuhan visikan dan gerakkan sebelum anda ada. (9), tanpa visi Tuhan, anda akan mendapati hidup anda pada posisi yang terlalu umum. (10), silahkan anda pikirkan dan renungkan.
Ada tujuh kebaikan manusia yang perlu dikembangkan yakni; (a), jadilah proaktif-prinsip kesadaran diri, visi pribadi dan tanggung jawab. (b), mulailah dengan mengacu pada tujuan-prinsip kepemimpinan dan misi. (c), mendahulukan yang utama, prinsip manajemen waktu dan prioritas berkenaan dengan peran dan tujuan yang akan dicapai. (d), berpikir menang dan prinsip mencari keuntungan bersama dan mentalitas hidup yang berkelimpahan. (e), berusaha memahami dahulu sebelum dipahami, prinsip komunikasi yang berempati. (f), bersinergi-prinsip kerjasama kreatif. (g), asahlah gergaji- prinsip perbaikan terus-menerus. Visi yang diterima berasal dari Tuhan akan bertahan dan teruji karena; pertama, sempurna. Kedua, diberkati. Ketiga, diilhami. Keempat, diuji melalui krisis. Kelima, member tantangan. Keenam, berorientasi pada perubahan. Ketujuh, berorientasi pada manusia.
Sifat visi dari Tuhan; pertama, hal yang hebat dan membahagiakan. Kedua, masuk akal dan terencana. Ketiga, pencapaian dapat diukur dengan waktu. Keempat, selalu konsisten dari waktu ke waktu. Kelima, fokus pada proses dan pencapaian hasil. Keenam, berorientasi pada perubahan. Ketujuh, merealisasikan hal-hal yang tidak mungkin. Kedelapan, berorientasi pada manusia bukan barang. Kerangka berpikir visioner; pertama, melakukan/tindakan. Kedua, memiliki/komitmen. Ketiga, menjadi/jadi seperti apa. Hidup konsisten dalaam visi Allah yang anda terima. Chalges menantang; attention, memberi perhatian; interest/tertarik-menarik; decision/membuat keputusan dan action bertindak dengan yakin. Gerakan kerajaan sorga (tujuan pemuridan). Tahap 1; belajarlah, siaplah teori memperlajari 66 kitab. Tahap 2, buatlah milestone untuk kehidupan tujuan kehidupan dan visi kehidupan. Tahap 3, latihan kepribadian, action kepribadian.
Langkah konkrit dalam merealisasikan visi dalam konteks masing-masing yakni; pertama, yakini bahwa visi tersebut berasal dari Tuhan dalam pergumulan doa. Kedua, mulai bagikan visi tersebut dengan orang-orang kunci dalam gereja, komisi atau lembaga pelayanan di mana anda berada. Ketiga, mulai melangkah kepada pembentukan tim kerja, strategis, perencanaan, struktur dan langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan untuk merealisasikan visi. Keempat, ingat dalam membuat perencanaan ada beberapa pertanyaan mendasar, yang bisa membantu anda. Kelima, setelah itu mendapat dukungan dari majelis gereja/pemimpin lembaga tersebut. Keenam, kerja keras, pantang menyerah dan mengadakan evaluasi berkala sampai sejauh mana visi tersebut sudah berhasil.
Visi siapa yang anda ikuti-penentu keberhasilan anda. Pertama, kesadaran tentang visi siapa yang anda ikuti adalah menjadi penentu keberhasilan dalam pelayanan. Kedua, John Sculley mencapai puncak profesinya sebagai presiden termuda di perusahaan peosico dan menjadi CEO di perusahaan computer Apple. Ketiga, Sculley mengakui bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang bervisi tidak mudah untuk diterima oleh orang yang melaksanakan visi anda. Kelima visi membantu mereka membayangkan masa depan yang lebih baik dan meramalkan suatu cara untuk menciptakan realita masa depan yang unggul dan visi dapat menghantar kepada hari esok yang lebih baik. Keenam, pemimpin perusahaan dan pemimpin pelayan sama-sama perlu memiliki visi walaupun hasil yang diperoleh berbeda. Ketujuh, dalam struktur perusahaan CEO yang merupakan pemimpim yang tertinggi sedangkan dalam pelayanan Kristen Allah adalah pemimpin yang sejati. Kedelapan, bagi pemimpin perusahaan yang bukan Kristen, hikmat yang mendasari sebuah, visi berasal dari kemampuan bawaan sedangkan bagi pemimpi Kristen yang melayani Tuhan dalam kapasitas sebagai eksekutif perusahaan.
Kesembilan, visi yang tidak berpusat pada Tuhan dapat saja dinikmati keberhasilannya untuk sementara waktu. Kesepuluh, para pemimpin Kristen harus menyadari bahwa visi yang didasarkan pada kapasitas mereka sendiri akan terbatas dan memiliki kekurangan. Hal-hal yang akan membunuh visi yakni; pertama, tradisi, tradisi yang bisa menghancurkan visi sejati adalah pendapat yang mengatakan Allah tidak akan pernah membuat anda mengubah kebiasaan yang anda lakukan sebelumnya. Kedua, ketakutan, ketakutan mengadakan perubahan membuat orang takut gagal dan sering diserang ketakutan masa depan terhadap visi yang dipercayakan Tuhan. Ketiga, merasa puas dengan yang ada, banyak orang yang merasa puas dengan dirinya sendiri dan terkadang merasa bahwa Tuhan tidak peduli dengan apa yang dilakukannya.
Keempat, mengalami keletihan, bila anda mengalami kesulitan untuk menghidupkan gairah anda terhadap visi, periksalah apakah anda bekerja dalam keadaan rohani yang kosong sehingga menjadi keletihan dan kehampaan. Kelima, pemikiran jangka pendek. Banyak orang yang berorientasi pada pelayanan jangka pendek atau kepuasan seketika. Goal setting dan efektif leadership, pertama, memahami bahwa visi hidup berasal dari Tuhan menciptakan kita. Kedua, memformulasikan misi hidup dari visi. Ketiga, menetapkan goal-goal dalam semua area kehidupan yang selaras dengan misi. Keempat, mengenal prinsip-prinsip dasar kepemimpinan Kristen yang efektif. Kelima, memahami peran dan tanggung jawab pemimpin Kristen. Pertanyaan bagi pemimpin bila ingin berhasil. Pertama, apakah anda sudah terlibat 100% dalam organisasi anda. Kedua, apakah anda merasa paling tahu dalam organisasi anda. Ketiga, apakah anada membuat suasana bekerja yang menyenangkan. Keempat, apakah anada pembelajar.
Penetapan goal, formula sukses yakni sikap mental positif x tindakan nyata = hasil yang jelas. Seorang pemimpin harus menyadari beberapa hal yakni, (a), potensi diri: talenta, hasrat hati, keterampilan, kepribadian, pengalaman. (b), lingkungan pelayanan, kondisi, kebutuhan komunitas. (c), kehendak Tuhaan dalam hidup kita. Untuk apa saya hidup? (Kol 1:16, Mat 22:37-39; 28:19-20). Beberapa contoh visi yakni, (a), musa, umat Israel bebas dari penderitaan (Kel 3:7), (b) Paulus, semua bangsa mengenal Kristus (Kis 9:15), (c), orang Kristen, semua bangsa menjadi murid Yesus (Mat 28:19). Mengapa orang tidak mau menetapkan goal? Pertama, tidak tahu pentingnya goal, dianggap perencanan tidak penting (Luk. 12:12). Kedua, tidak tahu cara menetapkan goal, kurangnya pengetahuan. Ketiga, takut, kurang percaya diri atau malas (Ams. 13:4). Mengapa hidup perlu rencana? (1), keberhasilan perlu rencana (Luk 14:28; 14:31, 1 Kor 9:26). Kedua, hidup yang singkat (Why 12:12, Yak 4:14, 1 Ptr 1:24). (3), bila gagal merencanakan, anada merencanakan untuk gagal.
Kriteria goal yang jelas yakni spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, memiliki batas waktu. Hidup yang seimbang ada dalam 6 area yakni; 1, pelayanan dan sosial, 2, karir dan keuangan, 3, spiritual-hubungan dengan Tuhan, 4, rumah tangga dan keluarga, 5, fisik dan kesehatan, 6, pengembangan diri. Goal dalam kekristenan yakni; dibuat dalam pimpinan Tuhan (Mzm. 25:4). Disesuaikan dengan kehendak Tuhan (Ef 5:17). Diwujudkan dengan bantuan Tuhan (Ams 10:2-3, Yak 4:15). Pemimpin dapat melahirkan pemimpin dengan cara; mendelegasikan wewenang, memberi kesempatan gagal, menghargai keberhasilan, dan memberi dorongan dan dukungan.
Leader, learner-pembelajar, excellent-unggul, attitude-sikap, dreamer-punya visi, encouranger-penyemangat, responsible-tanggung jawab. Pemimpin yang ideal adalah 34 % menjadi visioner, 29 % mempunyai kemampuan besar. Untuk memimpin tim, 18 % menjadi teladan, 17 % mempunyai kreativitas. Mengapa pemimpin gagal? 27 % kurang jelas arah dan visi, 22 % gaya kepemimpinan, 17 % tidak membangun tim, 14 % kurang bisa berkomunikasi dan 12 % kurang keterampilan interpersonal. Tujuh kunci membangun tim juara yakni, pertama, kepemimpinan yang kuat, antusias dan tanggung jawab. Kedua, adanya tujuan yang sama, visi, misi dan goal. Ketiga adanya aturan main yang disepakati bersama, peraturan dan budaya. Keempat, pembagian tugas yang jelas, siapa melakukan apa dan kapan. Kelima, berani mengambil resiko, agar tim dapat melakukan terobosan baru dan memberikan kesempatan bagi tim melakukan inovasi. Keenam, semua anggota tim tanpa kecuali komitmen terlibat 100% untuk menghasilkan sinergi. Ketujuh, komunikasi yang jujur dan terbuka demi kepentingan tim.
Identitas orang yang percaya dalam Kristus yakni, (a), hubungan, saya anak Allah-Dia ayah saya (1 Yoh 3:1,2). Saya sahabat Kristus (Yoh 15:15). Saya lahir dari Allah (1 Yoh 4:7). Saya diadopsi Allah (Rm. 8:15). (b). warisan, saya ahli waris Allah (Rm. 8:17). Saya ahli waris bersama Kristus (Rm 8:17b, Gal 4:7). Saya dikaruniai segala berkat rohani (Ef 1:3). Saya anak perjanjian (Gal 3:14). Saya dianugerahi janji yang berharga dan besar (2 Ptr 1:4). (c), transformasi, saya telah ditebus dan diampuni (Ef 1:6-8), saya telah dibenarkan karena iman (Rm. 5:1), saya mempunyai hidup yang kekal (Yoh 5:24). Saya mati bersama Kristus supaya bebas dosa (Rm 6:1-6). Saya bebas dari penghukuman (Rm 8:1). Saya telah menerima roh dari Allah (1 Kor 2:12). Saya memiliki pikiran Kristus (1 Kor 2:16). Saya telah disalibkan dengan Kristus (Gal 2:19). Saya adalah ciptaan baru (2 Kor 5:17). Saya telah dihidupkan bersama-sama Kristus (Ef 2:5), saya adalah buatan Allah (Ef 2:10), saya telah menerima kepenuhan dalam Kristus (Kol 2:10). (d), posisi, saya terhubung dengan pokok anggur yang benar (Yoh 15:1,5), saya menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18,22).
Saya adalah bait Allah (1 Kor 3:16; 6:19). Saya menjadi satu roh dengan Tuhan (1 Kor 6:17). Saya anggota tubuh Kristus (1 Kor 12:27). Saya telah didamaikan dengan Allah (2 Kor 5:18), saya adalah orang kudus (Ef 1:1, 1 Kor 1:2). Saya anggota keluarga Allah (Ef 2:19). Saya dalam Kristus menjadi dekat dengan Allah (Ef 2:13). Saya diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan (Ef 4:24). Saya karena Kristus beroleh jalan masuk kepada Bapa (Ef 2:18). Saya adalah warga sorga (Flp 3:20). Saya telah dilepaskan dari kuasa kegelapan (Kol 1:13). Saya tersembunyi dengan Kristus didalam Allah (Kol 3:3). Saya pilihan Allah, dikuduskan, dikasihi (Kol 3:12). Saya anak terang dan siang (1 Tes 5:5). Saya beroleh bagian di dalam kristus (Ibr 3:14). Saya batu hidup Allah untuk pembangunan (1 Ptr 2:5). Saya bangsa terpilih, imamat rajani, kudus (1 Ptr 2:9). Saya sebagai perantau di dunia (1 Ptr 2:11). Saya lawan iblis (1 Ptr 5:8). (e), panggilan, saya adalah garam dunia (Mat 5:13).
Saya adalah terang dunia (Mat 5:14). Saya dipilih, ditetapkan untuk berbuah (Yoh 15:16). Saya dipilih melakukan pekerjaan Kristus (Yoh 14:12). Saya dipilih melakukan perintah Kristus (Mat 28:20). Saya diberikan otoritas spesial (Luk 10:19). Saya akan disertai dengan tanda-tanda mujizat (Mrk 16:17-20). Saya menjadi pelayan dari perjanjian baru (2 Kor 3:6). Saya dipercaya pelayanan pendamaian (2Kor 5:18-19). Saya adalah pernyataan diri Kristus (Kol 3:4). Saya mendapat bagian dalam panggilan sorgawi (Ibr 3:1). Kehendak Allah dalam new era movement adalah mengajarkan dan memberitakan injil Kerajaan Sorga atau injil Kerajaan Allah, injil Yesus Kristus dan injil kasih karunia yang ditambahkan oleh Paulus (Kis 20:24). Kerajaan Allah dan Kerajaan Sorga pada hakekatnya sama seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 19:23-24, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Kegiatan new era movement diadakan untuk menghimpun para gembala, majelis gereja, pemimpin kristiani, dosen, guru, mahasiswa dan para pemikir Kristen supaya bersinergi menjadi penjaga atas keselamatan kaum bangsanya. Kehendak Tuhan dalam kegiatan new era movement adalah memberitakan dan mengajarkan injil kerajaan Sorga atau injil kerajaan Allah dan injil Yesus Kristus kepada generasi dimana kita hidup saat ini. Kualifikasi para gembala, majelis gereja, pemimpin kristiaani, dosen, guru, mahasiswa dan para pemikir kristiani perlu meningkatkan pengetahuan yang mendalam akan firman secara benar dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi agar mampu mengajar dengan baik. Tuhan menuntut pertanggung jawaban kita atas generasi yang hidup pada zaman kita.
Efesiensi dan keberhasilan meliputi; (a), efesiensi menekankan proses pencapaian yang mengajarkan sesuatu secara benar, penggunaan waktu secara baik, menaruh perhatian terhadap iktiar dan metode, penggunaan uang secara tepat, penggunaan manusia secara baik. (b), keberhasilan visi-misi menggunakan segala kemampuan secara benar, menekankan pada hasil, dimana pencapaian sesuatu yang layak dicapai, memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia, menaruh perhatian terhadap hasil yang dicapai. (c), sasaran pokok harus disertai keberhasilan. (d). seefisien mungkin. (e), guna mengukur efesiensi, perlu diadakan peninjauan ke dalam organisasi (anggaran, personalia, bahan-bahan yang dipakai). (f), guna mengukur keberhasilan, perlu meninjau keluar organisasi untuk mengetahui apakah dalam kenyataannya memenuhi kebutuhan orang lain. (g), apakah mungkin untuk menjadi suatu organisasi yang efesien tanpa keberhasilan. (h), apakah mungkin menjadi berhasil tanpa menjadi efesien. (i), pencapaian harus kedua-duanya, dengan keberhasilan sebagai sasaran pokok kita. (j), konsep pembangunan untuk mencapai visi pembangunan versus bantuan.
Proyek-proyek pembangunan meliputi; proyek jangka panjang, memecahkan persoalan yang sedang berjalan dan selalu berjalan. Menolong manusia agar dapat berdiri sendiri. Membangun manusia, sama seperti halnya membangun kondisi ekonomi, kesehatan dan pertanian. Melibatkan diri dengan orang-orang yang ditolong, mereka menyokong untuk kelancaran proyek. Proyek-proyek bantuan meliputi; proyek jangka pendek, memecahkan situasi, biasanya tidak menolong manusia untuk berdiri sendiri, biasanya tidak melibatkan latihan dan pembangunan manusia. Manusia biasanya tidak dianggap peserta, biasanya dilihat sebagai penerima. Dalam pembangunan, kebutuhan apa yang perlu dipenuhi?, proyek harus sebanding dengan kebutuhan. Proyek harus direncanakan untuk dapat memenuhi kebutuhan organisasi.
Konsep kepemimpinan dan pengambilan keputusan meliputi; hasil akhir, metode, pendekatan dan sumber daya. Kebutuhan akan suatu strategi kepemimpinan. Sesuatu untuk digunakan secara sistematik. Sesuatu yang digunakan secara terus-menerus. Sesuatu yang singkat dan sederhana. Sesuatu yang dapat membantu saudara untuk menemukan prioritas sebagai seorang pemimpin. Model O-M-R, out comes; hasil akhir. Methods; metode-metode. Recources; sumber daya. Pertanyaan tentang hasil yakni; apa yang kita inginkan untuk terjadi? Hasil apa yang sedang dicari? Tujuan dan sasaran apa yang dituju untuk dipenuhi? Akan berupa apakah sukses yang dicapai? Apa yang kita cari? Apa tujuan kita?
Pertanyaan-pertanyaan tentang metode, bagaimana seharusnya mengerjakan tersebut? Metode apa yang paling mungkin? Metode alternatif apa yang ada? Sistem apa yang seharusnya digunakan? Teknik apa yang seharusnya digunakan? Pendektan yang bagaimana yang seharusnya diambil? Program, proyek, aktivitas apa yang harus dikembangkan?. Pertanyaan yang dikembangkan seputar sumber daya yakni; siapa yang seharusnya mengerjakan hal tersebut? Berapa jumlah manusia yang diperlukan? Berapa lama waktu yang akan dibutuhkan? Berapa jumlah uang yang akan dibutuhkan? Bahan-bahan apa yang akan dibutuhkan? Jangan mulai berpikir dengan sumber daya atau metode. Tetap pada rencana, gunakan pendapat orang sebagai bahan tetaapi disesuaikan dengan outcomes, method dan resources. Hasil yang dicapai semua berdasarkaan dari kenyataan pemenuhan kebutuhan manusia. Penetapan hasil yang dicapai berasal dari informasi yang baik bukan yang berasal dari suatu yang semata senang dikerjakan oleh organisasi.
Pemenuhan harapan, kemarahan, frustasi dan kekecewaan biasanya timbul karena harapan tidak terpenuhi. Kita membiarkan diri frustasi oleh karenaa kelakuan orang lain. Hanya sedikit orang yang menginginkan untuk mengecewakan atau membuat marah atasan mereka kebanyakan merekaa menginginkan untuk membuat senang atasan mereka. Uraian pekerjaan adalah salah satu bentuk harapan tetapi harapan lain tidak tercantum di dalam uraian pekerjaan. Sediakan kertas catatan diatas meja; tulislah apa yang diharapkan.
Selenggarakan rapat dengan bawahan, terangkan apa yang anda harapkan. Selenggarakan rapat tambahan, kapan diperlukan, kalau diperlukan setiap 6 bulan. Tanyakan kepada bawahan mungkin mereka mengharapkan sesuatu dari saudara. Apabila menguraikan harapan, menggunakan komunikasi dua arah. Apakah saudara mengerti dengan harapan-harapan yang diinginkan. Apakah harapan tersebut dapat terpenuhi atau hal tersebut terlalu sukar. Unsur-unsur pada rangka perencanaan yakni; pertama, kebutuhan, perencanaan proyek harus membuat uraian kebutuhan proyek yang ingin dirubah secara singkat dan jelas adalah perlu untuk tidak menguraikan kembali kebutuhan dalam rancangan hasil akhir. Kedua, uraian, merupakan kolom pertama.
Uraian mempunyai tiga bagian yakni; (1), hasil-hasil akhir, rangka ini diperuntukkan bagi perencanaan guna mengemukakan apa yang akan dilakukan oleh suatu proyek ini berupa uraian yang akan mengemukakan bagaimana proyek akan berbentuk pada waktu penyelesaian dan aapa yang akan dilaksanakan oleh proyek. Metode-metode, bagaimana proyek akan mencapai hasil akhir, sebutkan dengan jelas arah pelaksanaan yang diambil untuk mencapai hasil akhir. Sumber daya, hal apa yang istimewa, manusia, ijin, rencana, rancangan dan lain-lain. Indikator, berupa indikator khas di mana saudara dan orang lain dapat mengetahui bahwa proyek mengalami kemajuan pada jalur yang benar. Ketiga, asumsi-asumsi, nagian asumsi yang umum untuk semua proyek berupa bahan atau bencana yang disebabkan manusia
Keempat, evaluasi, dalam bagian ini saudara menguraikan prosedur yang akan saudara ikuti untuk dapat menetukan apakah menjadi sasaran atau tujuan yang dinyatakan dalam tulisan. Penuntun anggaran, pada waktu menyiapkan anggaran, semua bagian anggaran yang diperlukan harus disertakan. Contoh anggaran adalah gaji, memperlihatkan jumlah dan sumber yang dimaksud. Konsultan, perjalanan dinas staf, dihitung biaya makan, perumahan untuk tiap orang dalam tiap perjalanan. Latihan kerja, komoditi, peralatan, perlu diketahui apakah peralatan tersebut dijual atau atas dasar sewa, apakah sewa dalam satu kali pemakaian atau sewa periodik. Buruh, termasuk nilai semua kontribusi lokal. Kertas kerja proyek dilakukan yang pertama, setelah rangka kerja diselesaikan, harus dibuat suatu kertas kerja proyek. Bagian-bagian umum sebagai bahan kertas kerja proyek yakni; ringkasan berupa jawaban pertanyaan berikut, kebutuhan apa yang akan saudara penuhi? Apa latar belakang proyek tersebut? Hasil akhir dalam uraian harus diuraikan hasil akhir yang tertera dalam rancangan kerja.
Metode yang tertera dalam rancangan kerja bagian ini harus dipaparkan dengan teliti. Sumber daya, yang dibuthkan guna penyelesaian proyek. Evaluasi, dalam bagian ini diuraikan rancangan terperinci dalam mengevaluasi proyek. Keterangan tambahan, gunakan untuk keterangan seperti peta, survei atau dokumen lain dari organisasi yang mensponsori proyek. Kedua, bagian kedua kertas kerja proyek adalah rencana kerja berupa daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan dan kapan setiaap jenis pekerjaan harus dimulai dan berakhir.
Usulan proyek, (1), ringkasan, ada beberapa pertanyaan yang diberikan untuk diberikan jawaban. Apa yang ingin dikerjakan? Bagaimana ingin mengerjakannya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Berapa biaya yang diperlukan? Bagaimaana sadara akan mengetahui kapan proyek dapat diselesaikan? (2), kebutuhan, uraikanlah kesulitan yang dihadapi termasuk pada pertanyaan yakni; siapa yang mengajukan kebutuhan ini? Siapa yang pertama kali mengajukan proyek ini? Bagaimana saudara dapat tgerlibat pada kesulitan tersebut? Usaha apa jika ada yang telah dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut? Apabila ada sesuatu yang bagi produksi ini? Dokumentasi atau studi apa yang dapat memberikan keterangan bagi kebutuhan tersebut.
Hasil yang diharapkan dari proyek dengan pertanyaan, apakah yang menjadi tujuan yang ingin dicapai oleh proyek? Sasaran dan kenyataan apa yang menjadi sasaran untuk saudara penuhi? Kesuksesan seperti apa yang akan dihasilkan oleh proyek? Uraikanlah kondisi yang diharapkan untuk kelangsungan proyek bila proyek berakhir? Perubahan apa yang saudara inginkan? Apa yang akan terjaadi pada akhir proyek? Apakah akan terus berlangsung? Apakah akan memerlukan dana tambahan? Apakah selanjutnya akan berdiri sendiri? Metode yang dipakai dalam melaksanakan proyek ini yakni; program, aktivitas dan teknik apa yang akan digunakan untuk mencapai satu tujuan? Uraikanlah rencana untuk evaluasi tahunan. Teknik evaluasi apa yang akan saudara gunakan.
Apa yang telah dicapai dari rencana saudara setelah 3 bulan? 6 bulan? 9 bulan? 1 tahun? Sumber daya, kebutuhan waktu, uang, personel dari komiditi-komiditi untuk pelaksanaan proyek. Beberapa pertanyaan yang diajukan, apa yang dijadikaan sumber keuangan, komoditi dan pekerjaaan sukarela yang disertakan? Uraikan kontribusi yang diharapkan dari bagian badan gerejaa, misi, pemerintah dan masyarakat setempat. Buatlah daftar dana yang dibutuhkan oleh proyek keseluruhan berikut keterangan penggunaan dari masing-masing bagian. Sempurnakan contoh anggaran, kapankah dana tersebut akan dibutuhkan? Buatlah tabel yang menguraikan uang yang dibutuhkan dari bulan ke bulan. Asumsi, pembangunan apa yang diselenggarakan demi keberhasilan proyek. Beberapa hal yang perlu disertakan yakni, melibatkan pemerintah/persetujuan, stabilitas pemerintah dan dana pemerintah, komoditi personil atau tanah.
Pengadaan manusia, komoditi, dana lain-lain. Cuaca dan keadaan alam, persetujuan gereja/misi bagi proyek, partisipasi dari organisasi lain dan partisipasi dari daerah setempat. Pertanggungjawaban, dengan menyerahkan laporan keuangan setiap 4 bulan atau sesuai dengan permintaan. Lampiran meliputi, peta, survey penelitian lapangan, table dan data tambahan lainnya. Sebelas kunci pertanyaan yakni; (1), kesulitan, menguraikan kesulitan pada proyek yang akan diuraikan. Bagaimana menjadi terlibat dengan kesulitan tersebut? (2), data pegangan, menyebutkan kondisi yang ada sekarang. Menunjukkan data pegangan guna perubahan yang ingin dilakukan. Apabila proyek direncanakan guna meningkatkan tingkat pendapatan, tingkatan apayang terdapat?
(3), Pekerjaan singga saat ini, apa yang telah diselesaikan oleh organisasi yang lain dalam mengatasi kesulitan hingga saat ini, apabila tidak ada yang telah diselesaikan, sebutkan juga, berikan pendapat bagi kapasitas/kemampuan organisasi untuk mengatasi kesulitan. (4), Sasaran-sasaran, menguraikan kondisi apa yang diharapkan pada aakhir proyek. Perubahan apa yang ingin saudara lihat dalam kondisi yang ada? (5), keterangan lengkap-harapan proyek. (6), metodik, (7), teknik evaluasi. (8), rancangan waktu. (9), uraian keuangan. (10), anggaran. (11), asumsi/program, praduga atau rencana proyek. Pelaksanaan visi perlu mencapai tingkat kematangan yang baik dalam menangkap visi. Seorang pemimpin harus memliki kematangan dalam hal berkaitan dengan para pelaksana visi. Visi dari Tuhan selalu berorientasi pada manusia akan berdampak pada hidup yang kekal.

Senin, 24 Desember 2018

UNIT 4: HASIL PEMBELAJARAN


Dalam unit yang terakhir ini, kita akan menggunakan bab yang berbeda untuk mendiskusikan empat hasil pembelajaran:
1.    mendapatkan pengetahuan
2.    mendapatkan pemahaman
3.    Perubahan dalam sikap dan ideal
4.    Aplikasi kreatif
Garis besar pada setiap bab pada dasarnya memiliki format yang sama, yaitu:
1.    Teori
2.    Aplikasi praktikal
Untuk menjaga tujuan utama buku ini, diberikan perhatian khusus pada bagian praktikal, sebagaimana ditemukan dalam buku-buku psikologi pendidikan yang lain. Harus dipahami bahwa keempat hasil pembelajaran yang dikerjakan dalam unit ini adalah tipikal, tidak lengkap. Misalnya: “Peningkatan atau memproleh ketrampilan, akan dibahas. Keempat hasil ini mewakili minat dan kepedulian terbesar bagi pendidikan Kristen. Secara logis, ada perkembangan dan keterkaitan antar hasil. Ini menghasilkan masalah sekaligus peluang. Apakah mungkin untuk mengajar hanya untuk pengetahuan tanpa adanya perubahan sikap atau sikap sebagai suatu tambahan ? Kami telah mengindikasikan di bab delapan, bahwa pembelajaran manusia secara fundamental adalah kesatuan dan bereaksi seperti itu. Namun juga benar bahwa setiap prosedur pengajaran dapat disusun secara khusus untuk tujuan tertentu dan primer tidak tergantung atau tidak berdiri bersama dengan hasil pendidikan yang tidak dapat dihindari.
Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan faktual Kristen yang diterjemahkan ke dalam pemahaman yang menghasilkan sikap dan cita-cita Kristen yang pada gilirannya menghasilkan apliksi kreatif atau penggunaannya dalam pengalaman hidup sehari-hari, merupakan tantangan utama dalam pendidikan Kristen. Bab-bab berikut akan membahas tantangan ini.

BAB X: PENGAJARAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DALAM PENGETAHUAN DAN INFORMASI FAKTUAL
PENDAHULUAN
Memperoleh keuntungan atau pertambahan dalam pengetahuan dan informasi faktual mungkin suatu hasil yang sangat dikenal dalam proses pembelajaran. Hal tersebut adalah hasil yang sangat umum dalam proses pembelajaran. Dari semula didalam pendidikan formal dari dasar hingga universitas, baik sekuler maupun Kristen, penekanan pada muatan faktual adalah sesuatu yang telah mendarah daging. Demikian pula dengan pendidikan di Gereja, semua tujuan yang diutamakan untuk dikonsumsi adalah penguasaan konten Alkitab – yaitu, fakta Alkitab. Untuk mengulang klise yang sudah usang, “tujuan kami adalah mengajarkan Alkitab” yang berarti mengajar untuk mempelajari isi Alkitab. Gereja konservatif dan Injili sangat bangga dengan dengan penekanan mereka pada isi Alkitab. Tiga reaksi yang muncul pada titik ini adalah:
  1. Kita harus menekankan pengajaran untuk penguasaan konten Alkitab
  2. Ada kecurigaan yang kuat yang ditimbulkan dari pengamatan bahwa kita belum sukses sebagaimana yang telah kita perkirakan
  3. Kita cenderung memperoleh pengetahuan tentang Alkitab yang berakhir di dalam dirinya ketika pada kenyataannya pengajaran itu telah berakhir (tidak ada multiplikasi)
Tujuan bab ini adalah untuk memberikan wawasan tentang bagaimana kita dapat menjadi lebih sukses dalam mengarahkan para pembelajar untuk memperoleh pengetahuan tentang subyek Kristen, khususnya Alkitab. bagian utama bab ini adalah sebagai berikut:
  1. sifat pengetahuan dan informasi faktual
  2. struktur memori retensi
  3. penguatan
  4. menghafal
  5. pedoman untuk memperoleh pengetahuan
  6. dan contoh-contoh prosedur pengajaran untuk mendapatkan pengetahuan
SIFAT PENGETAHUAN DAN INFORMASI FAKTUAL
Definisi
Meskipun, istilah informasi pengetahuan dan faktual adalah sudah hal yang umum, definisi kerja dari istilah-istilah ini diperlukan. Pengetahuan, kata sederhana ketika digunakan tunggal, menjadi kompleks ketika menyatakan tujuan instruksional dan mencoba untuk membedakannya dari tingkat pembelajaran lainnya. Ini adalah pembelajaran tingkat dasar yang paling dasar. Ini didefinisikan sebagai perilaku pembelajar yang menekankan pada pengambilan, mengingat, dan penarikan kembali ide, material, atau informasi faktual. Ini mungkin melibatkan proses menghubungkan informasi yang baru diperoleh dengan yang telah diperoleh, seperti pelabelan, mendeteksi, membedakan dengan fitur atau karakteristik tertentu. Ini mungkin melibatkan membandingkan dan mengkontraskan hal-hal dan memeriksa mereka dalam hal karakteristik seperti ketika hal-hal diatur dalam penjajaran untuk menunjukkan mereka suka atau untuk menekankan perbedaan mereka. Pengetahuan faktual juga dapat, dengan cara terbatas, membawa fakta-fakta terkumpul ke permukaan untuk membentuk definisi yang berasal dari asosiasi fakta-fakta tersebut. Namun, aspek pengetahuan ini, kecuali dalam bentuk yang sangat mendasar, biasanya berkonotasi pemahaman.


INFORMASI FAKTUAL
Informasi faktual adalah pembagian pengetahuan. Ini adalah pengetahuan yang didiskriminasikan oleh pelajar melalui saluran persepsi - menyentuh, melihat, mendengar, dll. Informasi faktual mencakup bidang-bidang ini:
  1. asosiasi makna rendah yang berarti informasi yang tidak ada yang dapat dikaitkan dengan informasi yang sudah dipelajari.
  2. informasi spesifik dengan meaningfullness, yaitu informasi yang dapat dikaitkan dengan informasi yang sudah diperoleh seperti orang, tempat, tanggal, acara, dll.
  3. informasi verbal mencakup pengetahuan yang dapat dilihat, didengar, dll. Pengetahuan faktual adalah informasi yang dapat diperoleh sebagai dasar untuk tingkat pembelajaran yang lebih tinggi.
Anda akan ingat bahwa dalam bab 8, kami memasukkan taksonomi Bloom tujuan yang menjadi tujuan katagorisasi ke dalam tiga area:
  1. domain kognitif
  2. keterampilan psikomotor
  3. domain afektif.
Di domain kognitif, Bloom mencakup kategori berikut:
  • pengetahuan
  • pemahaman
  • analisis
  • sintetik
Kami menjelaskan dan menggambarkan bagaimana Bloom membagi bidang pengetahuan.
TINGKAT PENGETAHUAN DI DOMAIN KOGNITIF
  1. Pengetahuan tentang fakta spesifik dan potongan informasi yang dapat dipisahkan:
    1. Pengetahuan tentang terminologi.
·   contoh: mengetahui kata-kata yang biasa digunakan dalam Alkitab dan literatur Kristen (tidak dengan sungguh-sungguh memahami kata-kata, tetapi menjadi akrab dengan mereka)
    1. Pengetahuan tentang fakta-fakta spesifik.
·   contoh: tanggal, peristiwa, orang, tempat, dll. Dalam Alkitab dan sejarah Kristen.
  1. Pengetahuan tentang cara dan sarana untuk menangani fakta dan informasi spesifik (tidak menggunakan, tetapi mengetahui cara dan sarana):
    1. Mengetahui cara-cara konvensi dalam memperlakukan dan menyajikan ide-ide.
·   contoh: studi koronologi, studi topikal, studi ayat demi ayat
    1. Pengetahuan tentang tren dan squences dalam pelajaran Alkitab.
·   Contoh: pertma, mengetahui bahwa penting untuk mengetahui kemunduran kronologis peristiwa dalam Alkitab untuk memahami peristiwa; kedua, mengetahui bahwa ada kecenderungan hubungan penebusan Allah dengan manusia di sepanjang Alkitab.
    1. Pengetahuan tentang calsifikasi dan kategori.
·   Contoh: Nabi tua dan kecil; kehidupan dan pengajaran Kristus; sejarah gereja; buku-buku Alkitab; pembagian pasal dan ayat.
    1. Pengetahuan tentang kriteria di mana fakta, prinsip, pendapat dan perilaku diuji atau dinilai.
·   Contoh: mengetahui bahwa satu-satunya otoritas bagi iman Kristen ada dalam Alkitab, dan bahwa Roh Kudus menafsirkan ini kepada manusia.
    1. Pengetahuan tentang metode dan prosedur yang digunakan dalam pelajaran Alkitab.
·   Contoh: pertama, mengetahui prasyarat tafsiran Boble; kedua, mengetahui alat bantu untuk digunakan, seperti komentar, terjemahan berbeda, peta, kamus Alkitab, dll.
  1. Pengetahuan tentang universal (struktur besar, gagasan utama, generalisasi yang mendominasi Alkitab).
    1. pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi.
·   Contoh: mengetahui [tidak memahami] keyakinan doktrinal utama yang meringkas pengajaran Alkitab.
    1. Pengetahuan tentang teori dan struktur, yang menyajikan pandangan yang jelas, didirikan dan sistematis dari fenomena yang kompleks seperti iman Kristen, sesuatu seperti yang berikut:
·   Tuhan menciptakan dunia dan semua yang ada di dalamnya. Dia mencintai manusia dan menginginkan setiap orang sukacita dan kepenuhan hidup yang melekat dalam menanggapi dengan cinta kepada Allah dan sesama manusia. Melalui ketidakpatuhan, manusia selalu menjauhkan diri dari Tuhan.
·   Di bawah perjanjian lama yang Tuhan miliki dengan orang-orang Yahudi, dosa-dosa manusia diampuni oleh korban darah binatang. Tetapi Allah menyatakan dirinya dalam perjanjian baru dengan mengutus putranya, Yesus, untuk menjadi korban melalui siapa semua orang dapat masuk ke dalam hubungan yang benar dengan dia. Dengan bertobat dari ketidaktaatan mereka dan menyerahkan hidup mereka kepada Gid melalui Yesus Kristus, mereka memasuki hubungan kekal dengan Tuhan yang dimulai ketika mereka menjadi murid, berlanjut melalui kehidupan seseorang, dan memuncak pada kematian ketika roh disempurnakan oleh persatuan lengkap dan terus menerus dengan Tuhan .
·   Rumah, komunitas para murid [gereja], dan kerajaan Allah adalah struktur Kekristenan.
Perhatian dalam mengajar untuk memperoleh pengetahuan dan informasi faktual adalah kegiatan pembelajaran yang menyediakan fakta-fakta spesifik dari konten, yaitu: orang, tempat, peristiwa, tanggal, dan ketentuan konten tersebut. Juga, kegiatan belajar yang menghasilkan identifikasi dengan mendengarkan, menemukan, menggambarkan, dan memberi contoh digunakan. Komplinging dan kontras adalah cara lain yang efektif untuk mencapai informasi faktual. Kegiatan pembelajaran dan informasi faktual: daftar, ingat, nama, kaitkan, garis bawahi, identifikasi, nyatakan dan berikan.
ILUSTRASI
Mungkin dengan beberapa ilustrasi akan menolong menjelaskan atau mengklarifikasi apa yang kita maksud dengan mendapatkan pengetahuan.
Ilustrasi 1
Baca Yakobus 1:19-27. Tema utama Yakobus adalah “mempraktekan Firman TUHAN”. Di bagian bab satu ini, ayat sembilan belas sampai dua puluh tujuh, Yakobus berurusan dengan Kristen dan firman Allah. Sebutkan tiga cara Yakobus menggambarkan Firman Allah.
  1. Di ayat 21, dia mengatakan firman Allah itu seperti benih.
  2. Dalam ayat 23 dan 24, dia mengatakan firman Tuhan itu seperti sebuah cermin.
  3. Dalam ayat 25, firman Allah digambarkan sebagai hukum.
Berikan dua kata yang Yakobus gunakan untuk menggambarkan firman itu sebagai hukum.
  1. Dia mengatakan itu adalah hukum yang sempurna
  2. dan hukum kebebasan.
Apa efeknya, menurut Yakobus, terhadap seorang Kristen yang mematuhi hukum ini? Dia mengatakan bahwa orang Kristen diberkati ketika dia terus mematuhi [25]. Sebutkan tiga hal yang harus kita lakukan dengan firman Allah.
  1. Kita harus mendengarnya [19-20] Bagaimana kita mendengarnya? Lebih dari [19]. Dengan hormat [19], dengan kemarahan kita [19]
  2. Kita harus menerima firman Allah [21] Memberi dua syarat untuk menerima firman. Hati yang bersih [21.a] dengan mneaknes [21.b]
  3. Yang tidak bisa kita lakukan dengan firman Tuhan adalah mempraktekkannya [22-27]. Sebutkan contoh thress dari mempraktekkan kata. dengan mengendalikan lidah [26]. dengan melatih welas asih [27.c] dengan kemurnian hidup [27.c]
Ilustrasi 2
Bacalah KPR 2:1-47. Jumlah pengetahuan faktual adalah pemilihan yang panjang ini jelas; karena itu akan sulit untuk menutupi seluruh bagian dalam satu situasi pengajaran. Namun, seluruh bagian ini sangat terkait sehingga kami memilih untuk menggunakan semuanya sebagai ilustrasi.
  1. Instruksi apa yang Yesus berikan kepada murid-murid dalam ayat 4? Jangan meninggalkan Yerusalem dan menantikan datangnya Roh Kudus.
  2. Apakah para murid mematuhinya ? Ya [12].
  3. Aktivitas apa yang mereka kerjakan para murid di Yerusalem ? Berdoa [13].
  4. Dimana mereka berdoa ? Ruangan atas [13].
  5. Sebutkan siapa sajakah yang tergabung disana ? para murid, beberapa wanita, Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus [13-14].
  6. Apa istilah yang mereka gunakan untuk menggabarkan kesatuan mereka ? dengan sehtai atau sepakat.
  7. Siapakah yang mengusulkan untuk mencari pengganti Yudas Iskariot ? Rasul Petrus [15]
  8. Kualifikasi apa sajakah yang digunakan untuk mencari pengganti Yudas ? yang bersama-sama dengan Yesus dari waktu Yohanes pembaptis dan yang ikut menjadi saksi kebangkitan Yesus Kristus [21-22].
  9. Sebutkan siapa sajakah nominatornya ? Yusuf Barsabbas dan Mathias [23].
  10. Bagaimana mereka memilih Matias ? mereka berdoa dan menyerahkannya kepada TUHAN [24-26].
  11. Apakah tanda2 fisik kehadiran Roh Kudus ? suara gemuruh angin yang kuat dan lidah-lidah api [2:2-3]
  12. APakah hasil actual dari hadirnya Roh Kudus ? mereka dipenuhi dengan Roh Kudus [2:4].
  13. Sebutkan 5 akibat langsung yang terjadi di Yerusalem ketika para murid dipenuhi oleh Roh Kudus ?
    1. Serombongan banyak orang dating [2:6.a]
    2. Banyak orang menjadi bingung [2:6.b]
    3. Banyak orang menjadi heran [2:7.a]
    4. Banyak orang bertanya-tanya [2:7.a]
    5. Banyak orang menjadi sangat bingung [2:7.b-12]
  14. Apakah penjelasan para murid kepada orang banyak tersebut ? para murid dipenuhi dengan anggur yang baru [2:13].
  15. Apakah penjelasan Rasul Petrus kepada mereka ? Petrus mengutip nubuatan nabi Yoel 2:14-21.
  16. Kothbah Petrus dicatat di dalam KPR 2:22-36. Apa saja subyek yang dia bahas ? Yesus dari Nazareth [23.a]
  17. Sebutkan tujuh poin kothbah Petrus !
    1. Kemanusiaan Yesus [23.a]
    2. Ketuhanan Yesus [22 .b]
    3. Tujuan Allah yang berhubungan dengan Yesus – Yesus membebaskan [23]
    4. Penyaliban Yesus [23]
    5. Kebangkitan Yesus [24-32]
    6. Pengagungan atau pemuliaan Yesus [33-35]
    7. Keallahan dan keMesiasan Yesus [36]
  18. Kothbah Petrus tersebut memiliki dampak ?
    1. Keyakinan yang timbul
    2. Petisi pertobatan [38]
  19. Berapa jumlah jiwa baru yang ditambahkan ? 3000 orang [41]
  20. Sebutkan sepuluh hasil dari hari Pentakosta ?
    1. Empat keteguhan dalam diri para rasul yaitu pengajaran, persekutuan, memecah-mecahkan rotidan dalam doa [42]
    2. Mendapatkan rasa hormat karena ditakuti [43.a]
    3. Kuasa karya mujizatbanyak terjadi [43.b]
    4. Kesatuan [44.a]
    5. Saling berbagi dan tidak egois [44.b – 45]
    6. Ibadah yang rutin [46]
    7. Ibadah kelompok kecil [46b]
    8. Sukacita [46.c]
    9. Puji-pujian [47.a]
    10. Penuaian [47.b]
Anda akan mencatat dan memahami bahwa ilustrasi ini, tidak membutuhkan usaha untuk klarifikasi atau menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Tidak ada penjelasan yang kontrioversial, sebagaimana ayat 2:38. Masalah berbicara dalam bahasa lidah diabaikan. Sebaliknya, seperti yang dinyatakan sebelumnya, ilustrasi ini dirancang untuk menyampaikan sesuatu tentang apa yang dimaksud dengan pengetahuan faktual. Tentu saja, contoh yang diberikan di sini tidak lengkap, hanya perwakilan.
Ilustrasi 3
Bacalah Yohanes 4:3-29. Ilustrasi kita kali ini akan menekankan mengenai pengetahuan faktual yang telah disediakan dalam out line.
  1. Mengambil - Mengingat, Mengingat, Merefleksikan
    1. Mintalah supaya kelas mengingat kembali elemen-elemen apakah yang parling penting dalam situasi pengajaran, dan daftarkan semua di papan tulis. Lalu tanyakan kepada kelas daftar apa saja yang menjadi elemen penghubung dalam pengajaran siatuasi tersebut.
                                          i.    Seorang guru :         Yesus
                                        ii.    Seorang pelajar        Wanita Smaria
                                       iii.    Lingkungannya       Sumur Yakub
                                       iv.    Kurikulum                 Air kehidupan
                                        v.    Sasaran                     Perubahan dalam kehidupan
                                       vi.    Tehnik                        Diskusi
    1. Apakah wanita samaria tersebut dating utnuk belajar ? Tidak
    2. Bagaimana yesus menarik perhatian wanita Samaria tersebut ? dengan meminta air untuk diminum
                                          i.    Sebuah permintaan sederhana – permintaan yang natural
                                        ii.    Dia mengawali dengan meminta bantuan kepada wanita tersebut – selalu menjadi sebuah cara untuk memperoleh perhatian dan memenangkan respon
                                       iii.    Dia telah melakukan hal yang tidak terduga
    1. Apa sajakah reaksi wanita Samaria itu ?
                                          i.    Terkejut
                                        ii.    Ironis
                                       iii.    Sarkastik
    1. Bagaimana Yesus menanggapinya, kalau wanita itu paham akan Yesus, maka wanita tersebut akan meminta air kehidupan daripadaNya.
    2. Analogi apakah yang digunakan oleh Yesus untuk menjawab dan menunjukan bahwa yesus menjangkau hati wanita tersebut, dimana Yesus menembus pusat dari kebutuhan hidup terbesar wanita tersebut ? Yesus menggunakan analogi hasu secara fisik sebagai gambaran kehausan jiwa wanita tersebut akan TUHAN.
    3. Dalam balasannya kepada Yesus wanita tersebut melihat bahwa yesus tidak memiliki apa yang Dia katakana, dia tidak melihat adanya bukti bahwa Yesus
                                          i.    Memiliki sesuatu yang dapat diberikan kepada wanita tersebut untuk diminum
                                        ii.    Sumurnya terlalu dalam
                                       iii.    Dan bertanya dalam nada perdebatan bahwa apakah Yesus lebih besar dari bapa mereka Yakub yang membuat sumur tersebut ?
    1. Yesus mengabaikan argument wanita tersebut. Yesus tetap focus berpegang pada pokok pembicaraan mengenai air tersebut dan menambahkan istilah-istilah yang semakin memancing keingin tahuan wanita Samaria tersebut. Dia berkata bahwa jika wanita tersbut minum air yang dari padaNya, maka wanita tersebut tidak akan pernah haus lagi selama-lamanya.
    2. Saat ini Yesus telah masuk kedalam pokok bahasan utama, dan apakah wanita tersebut memahaminya ? TIDAK, dia meminta air tersebut sehingga dia tidak akan dating kesumur ini di hari yang panas
    3. Untuk menyentuh pusat dari seluruh kebutuhan mora;l dan menambah kedalaman keyakinan pada wanita tersebut Yesus menyuruhnya untuk memanggil suaminyta. Dan hal tersebut menyadarkan wanita tersebut, merasakan apa yang sebenarnya dia butuhkan. [ingat wanita itu tidak kenal dan belum pernah bercerita tentang latar belakang kehidupannya kepada Yesus]
    4. Bagaimana wanita tersebut menjawab Yesus ? – dia jujur bahwa dia tidak memiliki suami
    5. Jawaban Ysus selanjutnya menyadarkan wanita tersebut, bahwa saat ini wanita tersebut telah menikah dan memiliki “lima pernikahan yang gagal” suami dan saat ini hidup dengan pria yang bukan suaminya.
    6. Wanita tersebut merasakan rasa bersalah, dan memberikan penghargaan kepada yesus bahw Yesus itu seorang nabi.
    7. Wanita tersebut beralih pada pernyataan mengenai kontroversi yang berkepanjangan anatara orang samaria dan yahudi mengenai dimana seharusnya mereka beribadah.
    8. Yesus menjawabnya bahwa penyembahan tersebut adalah mengenai masalah sikap bukan tempat
    9. Wanita itu menjawab bahwa Mesias akan dating dan menjelaskan kepada mereka segala sesuatunya.
    10. Dan Yesus menjawabnya: “Akulah Dia yang berkata-kata dengan engkau”
    11. gambarkan bagaimana reaksi wanita tersebut :
                                          i.    Dia meninggalkan tempayan airnya
                                        ii.    Lari ke dalam kota
                                       iii.    Dan menceritakan pengalamannya bersama dengan Yesus
  1. Mendefinisikan
    1. Bagaimana Yesus mendiskripsikan Kodrat KetuhananNya
    2. Bagaimana Yesus menjelaskan kodrat dari penyembahan
  2.  Melakukan Identifikasi
    1. Ini contoh klasik dari Yesus dalam menggunakan tehik berdiskusi
                                          i.    Lihat kepada seluruh catatan yang ada bahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Yesus
                                        ii.    Berapa pertanyaan yang telah dijawab, berapa banyak ?
    1. Siapa yang paling sering bertanya ?
    2. Buatlah daftar sikap wanita tersebut kepada Yesus, dari pemberontak kepada penyembahan secara bertahap dengan bukti ayat [9, 11, 15, 19, 25, 26]
    3. Temukan buktti bahwa wanita Samaria itu lebih membutuhkan belajar tentang Tuhan dan kebenaran [9,18,20]
    4. Temukan waktu wanita tersebut memiliki pengalaman
                                          i.    Bingung
                                        ii.    Curiga dan mendebat
                                       iii.    Yakin
                                       iv.    Berubah
                                        v.    Bertindak untuk berubah
                                       vi.    Belas kasihan
    1. Tunjukan situasi seturut dengan tehnik yang dipakai oleh Yesus
                                          i.    Dia memanfaatkan kesempatan [Ada seorang wanita]
                                        ii.    Dia mendirikan titik kontak [Beri aku minum]
                                       iii.    Dia menggunakan prinsip asosiasi pribadi [Whole episode]
                                       iv.    Dia mendapat motivasi
1.    Dalam Pencerahan minat
2.    Dalam membangkitkan hati nurani
3.    Dalam Membangun Pelayanan
                                        v.    Akan dijawab pertanyaan-pertanyaan wanita itu
                                       vi.    Dia membangun jawaban dari di atas jawaban-jawaban wanita
                                      vii.    Dia mengenal muridnya [Anda memiliki lima suami]
                                    viii.    Dia memastikan ekspresi

  1. Kontrast dan pembandingan
    1. Bandingkan Yesus menggunakan pengajaran yang konkret dan nyata
KONKRET
ABSTRAK
Air pada sumur Yakub
Air kehidupan
Minum dan tetap haus
Tidak akan hasu lagi minum air kehidupan
Mengabaikan penyembahan gaya orang samaria
        Penyembahan sebagai sikapo hidup



    1. Daftarkan kemungkinan sasaran Yesus yang kedua ketika mengajar perempuan Samaria tersebut
                                          i.    Mengatasi penghakiman kjarena masalah rasial dalam kawanan muridnya
                                        ii.    Mengajar bagaimana cara menyembah
                                       iii.    Menyatakan dirinya sebagai Mesias
                                       iv.    Membuka jalan untuk berkothbah di Samaria
    1. Bandingkan signifikasi sasaran tersebut dengan sasaran perubahan kehidupan perempuan Samaria tersebut.
MEMORI ATAU RETENSI
Sebelum kita sampai pada prinsip-prinsip praktis dan pedoman untuk mengajar pengetahuan faktual, ada beberapa mata pelajaran yang terkait yang perlu kita analisis: memori atau retensi, melupakan, penguatan. Pada refleksi pertama, orang mungkin berpikir bahwa memasukkan subjek-subjek ini dalam bab ini adalah penyimpangan dari subjek bab. Alasan kami untuk memasukkan topik-topik ini dalam bab ini, daripada dalam bab terpisah atau sukses tentang hasil pembelajaran lain, memiliki banyak sisi, tetapi yang utama adalah bahwa semua topik ini tampaknya memiliki hubungan unik dengan pengetahuan faktual. Adalah aksiomatis bahwa para pelajar membutuhkan beberapa wawasan tentang teori retensi untuk mengurangi lupa.
Para teorisi tidak setuju pada istilah memori dan retensi harus digunakan secara bergantian, atau sinonim. beberapa berpendapat bahwa istilah ini sama, satu dan sama. Yang lain menyarankan bahwa memori berkonotasi terutama gagasan tentang retrieval dan retensi itu menyarankan ide penyimpanan. Kami akan menangani ketidaksetujuan ini nantinya, tetapi pembaca dengan ini diperingatkan pada fakta bahwa di bagian ini kami akan menggunakan istilah secara bergantian di waktu, dan menunjukkan retensi, tergantung pada konteks dan penggunaan referensi dikutip, dan suasana hati penulis.
SIFAT RETENSI
Minat dalam penelitian tentang retensi memiliki sejarah menjadi spasmodik bahkan memori sekalipun adalah salah satu yang pertama dalam studi psikologi. Dalam beberapa tahun terakhir telah ada minat baru dalam hal ini. Ehile banyak tudingan telah dibuat pada studi memori melibatkan pikiran manusia yang seperti gunung es dengan hanya bagian smaal terlihat di atas air. Namun eksperimen yang valid telah mengungkapkan informasi berharga tentang alam, jenis, atribut memori dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

DEFINISI
Retensi biasanya didefinisikan sebagai "kegigihan belajar selama beberapa interval waktu" atau "pemeliharaan pembelajaran selama periode waktu setelah akuisisi"
  1. Ini disebut sebagai pengembangan yang terjadi pada individu sebagai hasil atau situasi belajar dan yang lebih baik memungkinkan individu untuk beradaptasi dengan situasi baru dan untuk memecahkan masalah baru. Tidak perlu bagi individu untuk dapat mengingat materi dalam mode "seperti burung kakaktua", atau bahwa ia adalah retensi memiliki makna fungsional di mana individu menunjukkan melalui kinerja bahwa ia telah memperoleh peningkatan kemampuan setelah kegiatan pembelajaran.
  2. Mereka yang berlangganan makna ini bersikeras bahwa retensi mengacu pada proses mempertahankan ketersediaan makna baru atau beberapa bagian dari mereka.
  3. Dengan kata lain, retensi berkaitan dengan penyimpanan pengetahuan.
Pada sisi lain, memori dianggap sebagai terutama pengambilan pengetahuan. Ini adalah "sadar dari peristiwa masa lalu [pengetahuan] dan pengakuan fakta bahwa peristiwa masa lalu [pengetahuan] milik di masa lalu. Yang perlu diingat adalah untuk dapat segera mereproduksi informasi jika diperlukan untuk melakukannya. Analisis definisi retensi dan memori oleh mereka yang menyarankan perbedaan antara keduanya menunjukkan bahwa retensi dan memori terkait dengan masa lalu serta "panggilan saat ini" Mungkin ada perbedaan antara keduanya, tetapi tampaknya perbedaan terletak pada konteks penggunaannya.