Judul Buku : Hidup Sukses Dikendalikan Visi
Pengarang : Dr. Muner Daliman, MA, M.Pd.K, M.Th
Kesuksesan bukan
berdasarkan penilaian dari penampilannya, tetapi sukses berdasarkan kualitas
hidup seseorang. Nahuway mengatakan sukses secara materi bukan tujuan tetapi
sukses berkenaan dengan Allah. Sukses dalam hidup bukan mengerjakan apa yang
dapat dicapai tetapi apa yang dilakukan untuk orang lain. Sukses menurut Tuhan
adalah mencapai yang Tuhan yang kita inginkan untuk dicapai dalam kehidupan
kita selaras dengan kehendak Tuhan. Sukses yang benar adalah melakukan dan
mencapai kehendak Tuhan dalam pelayanan dan hidup kita.
Lingkungan, situasi,
kondisi, sarana, prasarana, bakat, talenta dan keahlian dapat mendukung kita
menjadi sukses yang dicapai, namun perlu
diingat bahwa tanpa Tuhan semua yang diperoleh sia-sia (Mzm. 127:2). Sukses
yang didambakan adalah sukses di dalam Tuhan dan bersama Tuhan karena sukses di
luar Tuhan tidak akan mendatangkan kemuliaan dan sukses yang didapat dengan
susah payah tidak akan bertahan lama (Ams. 10:22). Mencari dan mengutamakan
Tuhan adalah menjadi sukses bukan mengejar pekerjaan, jabatan, harta, dan
kekayaan. Ingatlah bahwa sukses dan keberhasilan dapat membuat manusia
melupakan Tuhan, karena itu kita perlu hikmat dan memohon kepada Tuhan supaya
Tuhan memberkati secukupnya (Ams. 30:7-9).
Sukses yang berdampak
pada masa depan dalam kekekalan. Karena setiap orang diberi kesempatan hidup hanya
satu kali, maka hidup yang satu kali digunakan untuk mempersiapkan dua masa
depan itulah sukses yang sesungguhnya bagi orang percaya. Kehidupan dalam Kristus
adalah pada pada taraf yang lebih tinggi bukan hanya sekedar materi tetapi
kelimpahan dalam pengampunan dan kasih, bimbingan dan pemeliharaan-Nya yang
berlimpah. Sukses yang benar adalah sukses yang mampu memenuhi kebutuhan tubuh,
jiwa dan roh yang berdampak pada saat ini yang bisa dinikmati diri sendiri atau
orang lain dan berdampak pada saat akan datang dalam kekekalan. Ada beberapa
contoh orang yang sukses dalam Alkitab,
seperti: Nuh, sukses membuat bahtera walaupun dalam situasi dan kondisi yang
serba sulit pada zamannya.
Abraham, berbagai
sukses yang dicapai salah satunya sukses waktu mendapatkan Ribka untuk menjadi
istri Ishak. Yusuf, menjadi sukses di tanah Mesir ketika menjalani visinya
walaupun dalam segala pengorbanan tetapi Tuhan menyertainya sehingga ia menjadi
orang yang sukses. Yosua, menjadi orang yang sukses untuk membawa bangsa Israel
memasuki Kanaan yang menjadi tanah perjanjian. Nehemia, sukses membangun tembok
Yerusalem, ia memiliki beban atas kehancuran bangsanya khususnya tembok
Yerusalem yang telah menjadi reruntuhan kemudian ia bergumul dan mendapatkan
visi serta merencanakan untuk membangun kembali tembok yang sudah runtuh dan ia
berhasil. Dalam Perjanjian Baru; Rasul Paulus, yang sukses mencapai garis akhir
dan telah mengakhiri pertandingan dengan baik dan rasul Yohanes, yang sukses
telah melihat apa yang telah terjadi sedang terjadi dan akan terjadi.
Sukses yang benar
adalah sukses yang dapat berdampak pada dua masa depan yakni masa depan yang dinikmati
pada saat kita masih hidup dan diwariskan kepada anak cucu (Ams. 13:22).
Keberhasilan yang akan kita capai harus selaras dengan kehendak Tuhan maka
dengan sering membaca Firman Tuhan akan membuat kita banyak mengerti kehendak
Tuhan. Arti sukses dan sukses yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan,
berdampak pada masa kini dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang serta dapat
dinikmati pada kekekalan. Kita perlu menggunakan waktu untuk mengandalkan
Tuhan. Mengerti kehendak Tuhan adalah sukses terbesar yang diperoleh karena
harus mempertimbangkan apakah sukses kita berhubungan dengan kehendak Tuhan
atau tidak.
Visi membawa fokus
pada visi dapat mengubah kekacauan menjadi ketertiban. Visi memungkinkan untuk
melihat segala sesuatu dengan berbeda. Visi memiliki empat elemen yakni: (1), memiliki
gairah hidup, (2), memiliki motivasi, (3), memiliki arah/kompas, (4), memiliki
tujuan hidup. Visi seperti lensa, ia memfokuskan cahaya yang tidak terbias, ia
memungkinkan setiap orang yang peduli dengan usaha untuk melihat lebih jelas
apa yang ada di depan mereka, tantangan kepemimpinan. Kita perlu lensa supaya
dapat melihat lebih fokus tentang keberhasilan pelayanan dan kehidupan kita
kedepan. Visi adalah melihat keberhasilan pelayanan kita yang akan dating dari
hari ini, sejak kita menemukan visi, atau melihat apa yang tidak dibuat oleh
orang lain.
Jika visi anda untuk
setahun, tanamlah gandum. Jika visi anda sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika
visi anda untuk seumur hidup, tanamlah orang-orang (peribahasa Cina). Ada
beberapa macam visi yakni, pertama; visi global adalah visi Tuhan Yesus, supaya
orang diselamatkan dan visi ini diimpartasikan kepada murid-murid-Nya (Mat
28:19-20). Kedua, visi khusus, visi Tuhan Yesus datang ke bumi adalah memberitakan
Kerajaaan Allah supaya setiap orang menerima Kerajaan Sorga diselamatkan untuk
masuk sorga (Luk 4:43). Ketiga, visi korporat dan visi pribadi adalah visi yang
saling berhubungan. visi pribadi Nuh, untuk membangun bahtera demi kelanjutan
hdiup manusia di bumi. Abraham mendapaatkan visi pribadi untuk menjadi bangsa
yang besar akhirnya dilanjutkan keturunannya, ia menjadi bapak orang beriman. Yusuf
mendapatkan visi pribadi dari Tuhan, semua keluarga dan saudaranya menyembah
kepadanya. Visinya terjadi tujuh belas tahun kemudian. Visi pribadi menajdi
berkat khusus bagi keluargaa bagi Firaun
serta bangsa-bangsa disekitar Mesir dan Kanaan.
Visi bukanlah
perencanaan, tetapi visi haruslah direncanakan. Visi adalah tentang apa yang
dapat dan seharusnya terjadi sedangkan rencana adalah perkiraan cara terbaik
untuk mencapai visi tersebut. Visi yang diterima dari Tuhan harus direncanakan
bersama Tuhan karena tanpa melibatkan Tuhan dalam visi bisa sekedar mimpi (Ams.
19:21). Visi individual dalam kehidupan adalah sebagiaan kecil dari sebuah
rencana yang telah Tuhan visikan dan gerakan sebelum ada. Tanpa visi Tuhan,
saya akan mendapati hidup pada posisi yang terlalu umum yaitu sebuah kehidupan
yang didedikasikan untuk mengumpulkan uang. Uang digunakan untuk mencapai
tujuan Allah, yakni sebagai alat untuk mengerjakan tanggungjawab dibumi.
Visi sangat
diperlukan untuk para pelayan atau pekerja Tuhan yang terpanggil untuk melayani
Tuhan, supaya orang yang dipimpin tidak liar, bisa diatur dan tidak binasa dan
dapat menangkap visi Tuhan. Visi memerlukan para visioner yaitu orang-orang
yang membiarkan pikiran dan hatinya berkelana di luar batas yang ditetapkan
dunia. Sebuah visi memerlukan seseorang yang memiliki keberanian untuk
bertindak berdasarkan sebuah gagasan benar.
Ada tiga hal yang
diperlukan dalam menunggu visi yakni; (1), visi menjadi matang dalam diri. Di
mana visi pada hakekatnya adalah perubahan. (2), matang dalam persiapan visi.
Visi adalah perpanjangan visi Tuhan, dan penentu waktunya yang tepat adalah
Tuhan (Flp 2:13). (3), Tuhan mempersiapkan. Tuhan bekerja dibalik layar untuk
mempersiapkan jalan bagi visi. Untuk merealisasikan visi, maka visi harus
terasah dan teruji. Ada empat ide yang baik atau visi yang berasal dari Tuhan
yakni: (a), visi dari Tuhan memerlukan tuntutan moral. Visi akan terasa sebagai
sebuah tuntutan moral ketika ada beban dalam hati. (b), visi dari Tuhan sesuai
dengan rencana-Nya di bumi ini. Jika idea tau beban yang sedang digumulkan
adalah berasal dari Tuhan, maka ada hubungan yang jelas antara beban tersebut
dengan kehendak Tuhan. (c), bedakan ide-ide yang baik dengan visi dari Tuhan.
Dapat membedakan ide-ide yang baik dari diri sendiri dengan visi dari Tuhan. (d),
tetap berfokus pada visi membuat anda terpusat pada Tuhan, visi mengingatkan
anda akan ketergantungan pada visi tersebut.
Seorang pemimpin
sebaiknya seorang visioner, walaupun seorang visioner tidak selalu menjadi
pemimpin. Tuhan menempatkan dibumi ini untuk sebuah visi. Keinginan tuhan
adalah bekerja melalui berbagai situasi yang dihadapi saat ini untuk
menempatkan pada posisi yang tepat. Rick Warren, menguraikan beberapa hal
tentang hidup kita; pertama, jauh sebelum anda ada dalam benak orang tua anda,
anda sudah ada dalam pikiran anda. Kedua, tidak ada hal yang lebih penting
daripada mengetahui tujuan Allah bagi anda. Ketiga, anda tidak ditempatkan di
bumi untuk diingat. Keempat, kehidupan ini adalah persipan menghadapi kehidupan
kekekalan. Kelima, bumi ini bukanlah rumah terakhir kita, kita diciptakan untuk
sesuatu yang jauh lebih baik. Keenam, bila sesuatu di dalam ciptaan Tuhan
memenuhi tujuannya (Ef 5:17).
Visi memerlukan
tindakan iman. Dengan iman dapat merealisasikan sesuatu yang diharapkan dan
belum menjadi kenyataan. Dapat visi Tuhan supaya bisa menjadi kenyataan (Ibr
11:1). Mengejar visi yang besar memerlukan iman yang besar. Iman yang besar
akan menentukan visi yang besar. Mengejar visi akan menguji, merentangkan dan
terkadang melatih iman. Visi perlu disampaikan. Kemampuan menyampaikan visi
secara jelas dan ringkas adalah sesuatu yang menentukaan dalam mengimpartasikan
visi kepada orang lain. Visi sebaiknya disampaikan kepada orang yang tepat dan
pada waktu yang tepat pula. Orang akan memberikan apa yang mereka rasa dapat
dilakukan untuk memenuhi sebuah kebutuhan.
Dalam menghadapi
segala macam tantangan, maka hal perlu diingat; (1), anda sedang melakukan
suatu pekerjaan atau perkara besar, anada tidak memiliki waktu berhenti. (2),
keberhasilan yang dicapai akan membungkam para pengkritik anada. (3),
pentingnya panggilan anada menjadikan pilihan anada tidak mundur karena
tantangan yang dihadapi. Beberapa sikap yang harus anda lakukan sebagai seorang
visoner dan pelaku perubahan yakni; (1), sebagai umat ciptaan Tuhan, anda harus
berani berkata dengan lantang bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang ditempatkan
di bumi. (2), apakah anda tahu artinya? Artinya bahwa anda adalah produk dari
visi Tuhan. (3), anda adalah hasil dari sesuatu yang divisikan Allah. (4). Anda
ada karena visi Tuhan untuk hadir di bumi ini. (5), anda adalah buatan Tuhan
dikerjakan dan dirangkai dengan hati-hati. (6), visi Tuhan untuk kehidupan anda
hal-hal yang membuat hidup anda memiliki dampak (7), tanpa mengetahui ini, maka
hidup anda dan pelayanan anda terlalu umum. (8), visi individual dalam
kehidupan Anda adalah sebagian kecil dari sebuah rencana yang telah Tuhan
visikan dan gerakkan sebelum anda ada. (9), tanpa visi Tuhan, anda akan
mendapati hidup anda pada posisi yang terlalu umum. (10), silahkan anda
pikirkan dan renungkan.
Ada tujuh kebaikan
manusia yang perlu dikembangkan yakni; (a), jadilah proaktif-prinsip kesadaran
diri, visi pribadi dan tanggung jawab. (b), mulailah dengan mengacu pada tujuan-prinsip
kepemimpinan dan misi. (c), mendahulukan yang utama, prinsip manajemen waktu
dan prioritas berkenaan dengan peran dan tujuan yang akan dicapai. (d),
berpikir menang dan prinsip mencari keuntungan bersama dan mentalitas hidup
yang berkelimpahan. (e), berusaha memahami dahulu sebelum dipahami, prinsip
komunikasi yang berempati. (f), bersinergi-prinsip kerjasama kreatif. (g),
asahlah gergaji- prinsip perbaikan terus-menerus. Visi yang diterima berasal
dari Tuhan akan bertahan dan teruji karena; pertama, sempurna. Kedua,
diberkati. Ketiga, diilhami. Keempat, diuji melalui krisis. Kelima, member
tantangan. Keenam, berorientasi pada perubahan. Ketujuh, berorientasi pada
manusia.
Sifat visi dari
Tuhan; pertama, hal yang hebat dan membahagiakan. Kedua, masuk akal dan terencana.
Ketiga, pencapaian dapat diukur dengan waktu. Keempat, selalu konsisten dari
waktu ke waktu. Kelima, fokus pada proses dan pencapaian hasil. Keenam, berorientasi
pada perubahan. Ketujuh, merealisasikan hal-hal yang tidak mungkin. Kedelapan,
berorientasi pada manusia bukan barang. Kerangka berpikir visioner; pertama,
melakukan/tindakan. Kedua, memiliki/komitmen. Ketiga, menjadi/jadi seperti apa.
Hidup konsisten dalaam visi Allah yang anda terima. Chalges menantang;
attention, memberi perhatian; interest/tertarik-menarik; decision/membuat
keputusan dan action bertindak dengan yakin. Gerakan kerajaan sorga (tujuan
pemuridan). Tahap 1; belajarlah, siaplah teori memperlajari 66 kitab. Tahap 2,
buatlah milestone untuk kehidupan tujuan kehidupan dan visi kehidupan. Tahap 3,
latihan kepribadian, action kepribadian.
Langkah konkrit dalam
merealisasikan visi dalam konteks masing-masing yakni; pertama, yakini bahwa
visi tersebut berasal dari Tuhan dalam pergumulan doa. Kedua, mulai bagikan
visi tersebut dengan orang-orang kunci dalam gereja, komisi atau lembaga
pelayanan di mana anda berada. Ketiga, mulai melangkah kepada pembentukan tim
kerja, strategis, perencanaan, struktur dan langkah-langkah konkrit yang
dibutuhkan untuk merealisasikan visi. Keempat, ingat dalam membuat perencanaan
ada beberapa pertanyaan mendasar, yang bisa membantu anda. Kelima, setelah itu
mendapat dukungan dari majelis gereja/pemimpin lembaga tersebut. Keenam, kerja
keras, pantang menyerah dan mengadakan evaluasi berkala sampai sejauh mana visi
tersebut sudah berhasil.
Visi siapa yang anda
ikuti-penentu keberhasilan anda. Pertama, kesadaran tentang visi siapa yang anda
ikuti adalah menjadi penentu keberhasilan dalam pelayanan. Kedua, John Sculley
mencapai puncak profesinya sebagai presiden termuda di perusahaan peosico dan
menjadi CEO di perusahaan computer Apple. Ketiga, Sculley mengakui bahwa untuk
menjadi seorang pemimpin yang bervisi tidak mudah untuk diterima oleh orang
yang melaksanakan visi anda. Kelima visi membantu mereka membayangkan masa
depan yang lebih baik dan meramalkan suatu cara untuk menciptakan realita masa
depan yang unggul dan visi dapat menghantar kepada hari esok yang lebih baik. Keenam,
pemimpin perusahaan dan pemimpin pelayan sama-sama perlu memiliki visi walaupun
hasil yang diperoleh berbeda. Ketujuh, dalam struktur perusahaan CEO yang
merupakan pemimpim yang tertinggi sedangkan dalam pelayanan Kristen Allah
adalah pemimpin yang sejati. Kedelapan, bagi pemimpin perusahaan yang bukan
Kristen, hikmat yang mendasari sebuah, visi berasal dari kemampuan bawaan
sedangkan bagi pemimpi Kristen yang melayani Tuhan dalam kapasitas sebagai
eksekutif perusahaan.
Kesembilan, visi yang
tidak berpusat pada Tuhan dapat saja dinikmati keberhasilannya untuk sementara
waktu. Kesepuluh, para pemimpin Kristen harus menyadari bahwa visi yang
didasarkan pada kapasitas mereka sendiri akan terbatas dan memiliki kekurangan.
Hal-hal yang akan membunuh visi yakni; pertama, tradisi, tradisi yang bisa
menghancurkan visi sejati adalah pendapat yang mengatakan Allah tidak akan
pernah membuat anda mengubah kebiasaan yang anda lakukan sebelumnya. Kedua,
ketakutan, ketakutan mengadakan perubahan membuat orang takut gagal dan sering
diserang ketakutan masa depan terhadap visi yang dipercayakan Tuhan. Ketiga, merasa
puas dengan yang ada, banyak orang yang merasa puas dengan dirinya sendiri dan
terkadang merasa bahwa Tuhan tidak peduli dengan apa yang dilakukannya.
Keempat, mengalami
keletihan, bila anda mengalami kesulitan untuk menghidupkan gairah anda
terhadap visi, periksalah apakah anda bekerja dalam keadaan rohani yang kosong
sehingga menjadi keletihan dan kehampaan. Kelima, pemikiran jangka pendek.
Banyak orang yang berorientasi pada pelayanan jangka pendek atau kepuasan
seketika. Goal setting dan efektif leadership, pertama, memahami bahwa visi
hidup berasal dari Tuhan menciptakan kita. Kedua, memformulasikan misi hidup
dari visi. Ketiga, menetapkan goal-goal dalam semua area kehidupan yang selaras
dengan misi. Keempat, mengenal prinsip-prinsip dasar kepemimpinan Kristen yang
efektif. Kelima, memahami peran dan tanggung jawab pemimpin Kristen. Pertanyaan
bagi pemimpin bila ingin berhasil. Pertama, apakah anda sudah terlibat 100%
dalam organisasi anda. Kedua, apakah anda merasa paling tahu dalam organisasi
anda. Ketiga, apakah anada membuat suasana bekerja yang menyenangkan. Keempat,
apakah anada pembelajar.
Penetapan goal,
formula sukses yakni sikap mental positif x tindakan nyata = hasil yang jelas. Seorang
pemimpin harus menyadari beberapa hal yakni, (a), potensi diri: talenta, hasrat
hati, keterampilan, kepribadian, pengalaman. (b), lingkungan pelayanan,
kondisi, kebutuhan komunitas. (c), kehendak Tuhaan dalam hidup kita. Untuk apa
saya hidup? (Kol 1:16, Mat 22:37-39; 28:19-20). Beberapa contoh visi yakni,
(a), musa, umat Israel bebas dari penderitaan (Kel 3:7), (b) Paulus, semua
bangsa mengenal Kristus (Kis 9:15), (c), orang Kristen, semua bangsa menjadi
murid Yesus (Mat 28:19). Mengapa orang tidak mau menetapkan goal? Pertama,
tidak tahu pentingnya goal, dianggap perencanan tidak penting (Luk. 12:12).
Kedua, tidak tahu cara menetapkan goal, kurangnya pengetahuan. Ketiga, takut,
kurang percaya diri atau malas (Ams. 13:4). Mengapa hidup perlu rencana? (1),
keberhasilan perlu rencana (Luk 14:28; 14:31, 1 Kor 9:26). Kedua, hidup yang
singkat (Why 12:12, Yak 4:14, 1 Ptr 1:24). (3), bila gagal merencanakan, anada
merencanakan untuk gagal.
Kriteria goal yang
jelas yakni spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, memiliki batas
waktu. Hidup yang seimbang ada dalam 6 area yakni; 1, pelayanan dan sosial, 2,
karir dan keuangan, 3, spiritual-hubungan dengan Tuhan, 4, rumah tangga dan
keluarga, 5, fisik dan kesehatan, 6, pengembangan diri. Goal dalam kekristenan
yakni; dibuat dalam pimpinan Tuhan (Mzm. 25:4). Disesuaikan dengan kehendak
Tuhan (Ef 5:17). Diwujudkan dengan bantuan Tuhan (Ams 10:2-3, Yak 4:15). Pemimpin
dapat melahirkan pemimpin dengan cara; mendelegasikan wewenang, memberi
kesempatan gagal, menghargai keberhasilan, dan memberi dorongan dan dukungan.
Leader,
learner-pembelajar, excellent-unggul, attitude-sikap, dreamer-punya visi,
encouranger-penyemangat, responsible-tanggung jawab. Pemimpin yang ideal adalah
34 % menjadi visioner, 29 % mempunyai kemampuan besar. Untuk memimpin tim, 18 %
menjadi teladan, 17 % mempunyai kreativitas. Mengapa pemimpin gagal? 27 %
kurang jelas arah dan visi, 22 % gaya kepemimpinan, 17 % tidak membangun tim,
14 % kurang bisa berkomunikasi dan 12 % kurang keterampilan interpersonal. Tujuh
kunci membangun tim juara yakni, pertama, kepemimpinan yang kuat, antusias dan
tanggung jawab. Kedua, adanya tujuan yang sama, visi, misi dan goal. Ketiga
adanya aturan main yang disepakati bersama, peraturan dan budaya. Keempat,
pembagian tugas yang jelas, siapa melakukan apa dan kapan. Kelima, berani
mengambil resiko, agar tim dapat melakukan terobosan baru dan memberikan
kesempatan bagi tim melakukan inovasi. Keenam, semua anggota tim tanpa kecuali
komitmen terlibat 100% untuk menghasilkan sinergi. Ketujuh, komunikasi yang
jujur dan terbuka demi kepentingan tim.
Identitas orang yang
percaya dalam Kristus yakni, (a), hubungan, saya anak Allah-Dia ayah saya (1
Yoh 3:1,2). Saya sahabat Kristus (Yoh 15:15). Saya lahir dari Allah (1 Yoh
4:7). Saya diadopsi Allah (Rm. 8:15). (b). warisan, saya ahli waris Allah (Rm.
8:17). Saya ahli waris bersama Kristus (Rm 8:17b, Gal 4:7). Saya dikaruniai
segala berkat rohani (Ef 1:3). Saya anak perjanjian (Gal 3:14). Saya
dianugerahi janji yang berharga dan besar (2 Ptr 1:4). (c), transformasi, saya
telah ditebus dan diampuni (Ef 1:6-8), saya telah dibenarkan karena iman (Rm.
5:1), saya mempunyai hidup yang kekal (Yoh 5:24). Saya mati bersama Kristus supaya
bebas dosa (Rm 6:1-6). Saya bebas dari penghukuman (Rm 8:1). Saya telah
menerima roh dari Allah (1 Kor 2:12). Saya memiliki pikiran Kristus (1 Kor
2:16). Saya telah disalibkan dengan Kristus (Gal 2:19). Saya adalah ciptaan
baru (2 Kor 5:17). Saya telah dihidupkan bersama-sama Kristus (Ef 2:5), saya
adalah buatan Allah (Ef 2:10), saya telah menerima kepenuhan dalam Kristus (Kol
2:10). (d), posisi, saya terhubung dengan pokok anggur yang benar (Yoh 15:1,5),
saya menjadi hamba kebenaran (Rm 6:18,22).
Saya adalah bait
Allah (1 Kor 3:16; 6:19). Saya menjadi satu roh dengan Tuhan (1 Kor 6:17). Saya
anggota tubuh Kristus (1 Kor 12:27). Saya telah didamaikan dengan Allah (2 Kor
5:18), saya adalah orang kudus (Ef 1:1, 1 Kor 1:2). Saya anggota keluarga Allah
(Ef 2:19). Saya dalam Kristus menjadi dekat dengan Allah (Ef 2:13). Saya
diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan (Ef 4:24). Saya karena Kristus beroleh
jalan masuk kepada Bapa (Ef 2:18). Saya adalah warga sorga (Flp 3:20). Saya
telah dilepaskan dari kuasa kegelapan (Kol 1:13). Saya tersembunyi dengan
Kristus didalam Allah (Kol 3:3). Saya pilihan Allah, dikuduskan, dikasihi (Kol
3:12). Saya anak terang dan siang (1 Tes 5:5). Saya beroleh bagian di dalam
kristus (Ibr 3:14). Saya batu hidup Allah untuk pembangunan (1 Ptr 2:5). Saya
bangsa terpilih, imamat rajani, kudus (1 Ptr 2:9). Saya sebagai perantau di
dunia (1 Ptr 2:11). Saya lawan iblis (1 Ptr 5:8). (e), panggilan, saya adalah
garam dunia (Mat 5:13).
Saya adalah terang
dunia (Mat 5:14). Saya dipilih, ditetapkan untuk berbuah (Yoh 15:16). Saya
dipilih melakukan pekerjaan Kristus (Yoh 14:12). Saya dipilih melakukan
perintah Kristus (Mat 28:20). Saya diberikan otoritas spesial (Luk 10:19). Saya
akan disertai dengan tanda-tanda mujizat (Mrk 16:17-20). Saya menjadi pelayan
dari perjanjian baru (2 Kor 3:6). Saya dipercaya pelayanan pendamaian (2Kor
5:18-19). Saya adalah pernyataan diri Kristus (Kol 3:4). Saya mendapat bagian
dalam panggilan sorgawi (Ibr 3:1). Kehendak Allah dalam new era movement adalah mengajarkan dan memberitakan injil Kerajaan
Sorga atau injil Kerajaan Allah, injil Yesus Kristus dan injil kasih karunia
yang ditambahkan oleh Paulus (Kis 20:24). Kerajaan Allah dan Kerajaan Sorga pada
hakekatnya sama seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 19:23-24, Yesus
berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar
sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku
berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada
seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Kegiatan new era movement diadakan untuk
menghimpun para gembala, majelis gereja, pemimpin kristiani, dosen, guru,
mahasiswa dan para pemikir Kristen supaya bersinergi menjadi penjaga atas
keselamatan kaum bangsanya. Kehendak Tuhan dalam kegiatan new era movement
adalah memberitakan dan mengajarkan injil kerajaan Sorga atau injil kerajaan
Allah dan injil Yesus Kristus kepada generasi dimana kita hidup saat ini. Kualifikasi
para gembala, majelis gereja, pemimpin kristiaani, dosen, guru, mahasiswa dan
para pemikir kristiani perlu meningkatkan pengetahuan yang mendalam akan firman
secara benar dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi agar mampu mengajar
dengan baik. Tuhan menuntut pertanggung jawaban kita atas generasi yang hidup
pada zaman kita.
Efesiensi dan
keberhasilan meliputi; (a), efesiensi menekankan proses pencapaian yang
mengajarkan sesuatu secara benar, penggunaan waktu secara baik, menaruh
perhatian terhadap iktiar dan metode, penggunaan uang secara tepat, penggunaan
manusia secara baik. (b), keberhasilan visi-misi menggunakan segala kemampuan
secara benar, menekankan pada hasil, dimana pencapaian sesuatu yang layak
dicapai, memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia, menaruh perhatian terhadap hasil
yang dicapai. (c), sasaran pokok harus disertai keberhasilan. (d). seefisien
mungkin. (e), guna mengukur efesiensi, perlu diadakan peninjauan ke dalam
organisasi (anggaran, personalia, bahan-bahan yang dipakai). (f), guna mengukur
keberhasilan, perlu meninjau keluar organisasi untuk mengetahui apakah dalam
kenyataannya memenuhi kebutuhan orang lain. (g), apakah mungkin untuk menjadi
suatu organisasi yang efesien tanpa keberhasilan. (h), apakah mungkin menjadi
berhasil tanpa menjadi efesien. (i), pencapaian harus kedua-duanya, dengan
keberhasilan sebagai sasaran pokok kita. (j), konsep pembangunan untuk mencapai
visi pembangunan versus bantuan.
Proyek-proyek
pembangunan meliputi; proyek jangka panjang, memecahkan persoalan yang sedang
berjalan dan selalu berjalan. Menolong manusia agar dapat berdiri sendiri. Membangun
manusia, sama seperti halnya membangun kondisi ekonomi, kesehatan dan
pertanian. Melibatkan diri dengan orang-orang yang ditolong, mereka menyokong
untuk kelancaran proyek. Proyek-proyek bantuan meliputi; proyek jangka pendek,
memecahkan situasi, biasanya tidak menolong manusia untuk berdiri sendiri,
biasanya tidak melibatkan latihan dan pembangunan manusia. Manusia biasanya
tidak dianggap peserta, biasanya dilihat sebagai penerima. Dalam pembangunan,
kebutuhan apa yang perlu dipenuhi?, proyek harus sebanding dengan kebutuhan.
Proyek harus direncanakan untuk dapat memenuhi kebutuhan organisasi.
Konsep kepemimpinan
dan pengambilan keputusan meliputi; hasil akhir, metode, pendekatan dan sumber
daya. Kebutuhan akan suatu strategi kepemimpinan. Sesuatu untuk digunakan
secara sistematik. Sesuatu yang digunakan secara terus-menerus. Sesuatu yang
singkat dan sederhana. Sesuatu yang dapat membantu saudara untuk menemukan
prioritas sebagai seorang pemimpin. Model O-M-R, out comes; hasil akhir.
Methods; metode-metode. Recources; sumber daya. Pertanyaan tentang hasil yakni;
apa yang kita inginkan untuk terjadi? Hasil apa yang sedang dicari? Tujuan dan
sasaran apa yang dituju untuk dipenuhi? Akan berupa apakah sukses yang dicapai?
Apa yang kita cari? Apa tujuan kita?
Pertanyaan-pertanyaan
tentang metode, bagaimana seharusnya mengerjakan tersebut? Metode apa yang
paling mungkin? Metode alternatif apa yang ada? Sistem apa yang seharusnya
digunakan? Teknik apa yang seharusnya digunakan? Pendektan yang bagaimana yang
seharusnya diambil? Program, proyek, aktivitas apa yang harus dikembangkan?.
Pertanyaan yang dikembangkan seputar sumber daya yakni; siapa yang seharusnya
mengerjakan hal tersebut? Berapa jumlah manusia yang diperlukan? Berapa lama waktu
yang akan dibutuhkan? Berapa jumlah uang yang akan dibutuhkan? Bahan-bahan apa
yang akan dibutuhkan? Jangan mulai berpikir dengan sumber daya atau metode. Tetap
pada rencana, gunakan pendapat orang sebagai bahan tetaapi disesuaikan dengan
outcomes, method dan resources. Hasil yang dicapai semua berdasarkaan dari
kenyataan pemenuhan kebutuhan manusia. Penetapan hasil yang dicapai berasal
dari informasi yang baik bukan yang berasal dari suatu yang semata senang
dikerjakan oleh organisasi.
Pemenuhan harapan,
kemarahan, frustasi dan kekecewaan biasanya timbul karena harapan tidak
terpenuhi. Kita membiarkan diri frustasi oleh karenaa kelakuan orang lain. Hanya
sedikit orang yang menginginkan untuk mengecewakan atau membuat marah atasan
mereka kebanyakan merekaa menginginkan untuk membuat senang atasan mereka.
Uraian pekerjaan adalah salah satu bentuk harapan tetapi harapan lain tidak
tercantum di dalam uraian pekerjaan. Sediakan kertas catatan diatas meja;
tulislah apa yang diharapkan.
Selenggarakan rapat
dengan bawahan, terangkan apa yang anda harapkan. Selenggarakan rapat tambahan,
kapan diperlukan, kalau diperlukan setiap 6 bulan. Tanyakan kepada bawahan
mungkin mereka mengharapkan sesuatu dari saudara. Apabila menguraikan harapan,
menggunakan komunikasi dua arah. Apakah saudara mengerti dengan harapan-harapan
yang diinginkan. Apakah harapan tersebut dapat terpenuhi atau hal tersebut
terlalu sukar. Unsur-unsur pada rangka perencanaan yakni; pertama, kebutuhan,
perencanaan proyek harus membuat uraian kebutuhan proyek yang ingin dirubah
secara singkat dan jelas adalah perlu untuk tidak menguraikan kembali kebutuhan
dalam rancangan hasil akhir. Kedua, uraian, merupakan kolom pertama.
Uraian mempunyai tiga
bagian yakni; (1), hasil-hasil akhir, rangka ini diperuntukkan bagi perencanaan
guna mengemukakan apa yang akan dilakukan oleh suatu proyek ini berupa uraian
yang akan mengemukakan bagaimana proyek akan berbentuk pada waktu penyelesaian
dan aapa yang akan dilaksanakan oleh proyek. Metode-metode, bagaimana proyek
akan mencapai hasil akhir, sebutkan dengan jelas arah pelaksanaan yang diambil
untuk mencapai hasil akhir. Sumber daya, hal apa yang istimewa, manusia, ijin,
rencana, rancangan dan lain-lain. Indikator, berupa indikator khas di mana
saudara dan orang lain dapat mengetahui bahwa proyek mengalami kemajuan pada
jalur yang benar. Ketiga, asumsi-asumsi, nagian asumsi yang umum untuk semua
proyek berupa bahan atau bencana yang disebabkan manusia
Keempat, evaluasi,
dalam bagian ini saudara menguraikan prosedur yang akan saudara ikuti untuk
dapat menetukan apakah menjadi sasaran atau tujuan yang dinyatakan dalam
tulisan. Penuntun anggaran, pada waktu menyiapkan anggaran, semua bagian
anggaran yang diperlukan harus disertakan. Contoh anggaran adalah gaji,
memperlihatkan jumlah dan sumber yang dimaksud. Konsultan, perjalanan dinas
staf, dihitung biaya makan, perumahan untuk tiap orang dalam tiap perjalanan.
Latihan kerja, komoditi, peralatan, perlu diketahui apakah peralatan tersebut
dijual atau atas dasar sewa, apakah sewa dalam satu kali pemakaian atau sewa periodik.
Buruh, termasuk nilai semua kontribusi lokal. Kertas kerja proyek dilakukan
yang pertama, setelah rangka kerja diselesaikan, harus dibuat suatu kertas
kerja proyek. Bagian-bagian umum sebagai bahan kertas kerja proyek yakni;
ringkasan berupa jawaban pertanyaan berikut, kebutuhan apa yang akan saudara
penuhi? Apa latar belakang proyek tersebut? Hasil akhir dalam uraian harus
diuraikan hasil akhir yang tertera dalam rancangan kerja.
Metode yang tertera
dalam rancangan kerja bagian ini harus dipaparkan dengan teliti. Sumber daya,
yang dibuthkan guna penyelesaian proyek. Evaluasi, dalam bagian ini diuraikan
rancangan terperinci dalam mengevaluasi proyek. Keterangan tambahan, gunakan
untuk keterangan seperti peta, survei atau dokumen lain dari organisasi yang
mensponsori proyek. Kedua, bagian kedua kertas kerja proyek adalah rencana
kerja berupa daftar pekerjaan yang perlu diselesaikan dan kapan setiaap jenis
pekerjaan harus dimulai dan berakhir.
Usulan proyek, (1),
ringkasan, ada beberapa pertanyaan yang diberikan untuk diberikan jawaban. Apa
yang ingin dikerjakan? Bagaimana ingin mengerjakannya? Berapa lama waktu yang
dibutuhkan? Berapa biaya yang diperlukan? Bagaimaana sadara akan mengetahui
kapan proyek dapat diselesaikan? (2), kebutuhan, uraikanlah kesulitan yang
dihadapi termasuk pada pertanyaan yakni; siapa yang mengajukan kebutuhan ini?
Siapa yang pertama kali mengajukan proyek ini? Bagaimana saudara dapat
tgerlibat pada kesulitan tersebut? Usaha apa jika ada yang telah dilakukan
untuk mengatasi kesulitan tersebut? Apabila ada sesuatu yang bagi produksi ini?
Dokumentasi atau studi apa yang dapat memberikan keterangan bagi kebutuhan
tersebut.
Hasil yang diharapkan
dari proyek dengan pertanyaan, apakah yang menjadi tujuan yang ingin dicapai
oleh proyek? Sasaran dan kenyataan apa yang menjadi sasaran untuk saudara
penuhi? Kesuksesan seperti apa yang akan dihasilkan oleh proyek? Uraikanlah
kondisi yang diharapkan untuk kelangsungan proyek bila proyek berakhir?
Perubahan apa yang saudara inginkan? Apa yang akan terjaadi pada akhir proyek?
Apakah akan terus berlangsung? Apakah akan memerlukan dana tambahan? Apakah
selanjutnya akan berdiri sendiri? Metode yang dipakai dalam melaksanakan proyek
ini yakni; program, aktivitas dan teknik apa yang akan digunakan untuk mencapai
satu tujuan? Uraikanlah rencana untuk evaluasi tahunan. Teknik evaluasi apa
yang akan saudara gunakan.
Apa yang telah
dicapai dari rencana saudara setelah 3 bulan? 6 bulan? 9 bulan? 1 tahun? Sumber
daya, kebutuhan waktu, uang, personel dari komiditi-komiditi untuk pelaksanaan proyek.
Beberapa pertanyaan yang diajukan, apa yang dijadikaan sumber keuangan, komoditi
dan pekerjaaan sukarela yang disertakan? Uraikan kontribusi yang diharapkan
dari bagian badan gerejaa, misi, pemerintah dan masyarakat setempat. Buatlah
daftar dana yang dibutuhkan oleh proyek keseluruhan berikut keterangan
penggunaan dari masing-masing bagian. Sempurnakan contoh anggaran, kapankah
dana tersebut akan dibutuhkan? Buatlah tabel yang menguraikan uang yang
dibutuhkan dari bulan ke bulan. Asumsi, pembangunan apa yang diselenggarakan
demi keberhasilan proyek. Beberapa hal yang perlu disertakan yakni, melibatkan
pemerintah/persetujuan, stabilitas pemerintah dan dana pemerintah, komoditi
personil atau tanah.
Pengadaan manusia,
komoditi, dana lain-lain. Cuaca dan keadaan alam, persetujuan gereja/misi bagi
proyek, partisipasi dari organisasi lain dan partisipasi dari daerah setempat.
Pertanggungjawaban, dengan menyerahkan laporan keuangan setiap 4 bulan atau
sesuai dengan permintaan. Lampiran meliputi, peta, survey penelitian lapangan,
table dan data tambahan lainnya. Sebelas kunci pertanyaan yakni; (1),
kesulitan, menguraikan kesulitan pada proyek yang akan diuraikan. Bagaimana
menjadi terlibat dengan kesulitan tersebut? (2), data pegangan, menyebutkan
kondisi yang ada sekarang. Menunjukkan data pegangan guna perubahan yang ingin
dilakukan. Apabila proyek direncanakan guna meningkatkan tingkat pendapatan,
tingkatan apayang terdapat?
(3), Pekerjaan singga
saat ini, apa yang telah diselesaikan oleh organisasi yang lain dalam mengatasi
kesulitan hingga saat ini, apabila tidak ada yang telah diselesaikan, sebutkan
juga, berikan pendapat bagi kapasitas/kemampuan organisasi untuk mengatasi
kesulitan. (4), Sasaran-sasaran, menguraikan kondisi apa yang diharapkan pada
aakhir proyek. Perubahan apa yang ingin saudara lihat dalam kondisi yang ada?
(5), keterangan lengkap-harapan proyek. (6), metodik, (7), teknik evaluasi.
(8), rancangan waktu. (9), uraian keuangan. (10), anggaran. (11),
asumsi/program, praduga atau rencana proyek. Pelaksanaan visi perlu mencapai
tingkat kematangan yang baik dalam menangkap visi. Seorang pemimpin harus
memliki kematangan dalam hal berkaitan dengan para pelaksana visi. Visi dari Tuhan
selalu berorientasi pada manusia akan berdampak pada hidup yang kekal.