Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Selasa, 22 September 2015

Pengetahuan Perjanjian Baru



Kronologi Perjanjian Baru
            Dalam Lukas 3:1, Yohanes Pembaptis bersaksi tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius. Kaisar Tiberius memerintah tahun 14-37. Yohanes tahun 29 dan Yesus kira-kira tahun 30.
Keadaan Politik
Masa Peralihan: Masa Sesudah PL dan Sebelum PB
Masa-masa sesudah PL dan sebelum PB sering dikatakan sebagai masa-masa gelap karena Allah tidak mengirim nabi-nabi-Nya untuk berbicara kepada umat Israel. Namun demikian masa ini justru menjadi masa yang sangat penting karena sekalipun kelihatan-nya diam Allah bekerja dibalik sejarah umat manusia untuk mempersiapkan mereka menerima pelaksanaan rencana Agung-Nya.
            Masa "sesudah PL dan sebelum PB" ini disebut sebagai Masa Peralihan atau Jaman Intertestamental yang berlangsung kurang lebih 400 tahun. Dalam masa ini Allah memakai 3 bangsa yang mengambil peranan utama dalam mempersiapkan masa Perjanjian Baru. Dari catatan kitab-kitab Makabe dan tulisan-tulisan Yosefus, kita mengetahui fakta-fakta berikut ini:
Bangsa Yahudi/Ibrani
Bangsa pilihan Allah ini tidak selalu berhasil dalam mentaati dan mengemban tugasnya sebagai umat pilihan Allah, sehingga Allah sering harus menghukum mereka dengan membuang mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa lain. Namun justru dengan cara itu Allah menggunakannya untuk maksud baik-Nya. Pada waktu bangsa Israel dibuang ke tanah Babilonia, mereka tercerai berai ke seluruh dunia. Ketika bangsa ini hidup di tengah-tengah bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, bangsa Israel disadarkan akan pentingnya mempertahankan iman, menyembah Allah yang monotheisme dan mentaati Hukum Taurat. Melalui bangsa inilah Allah menyediakan jalan yang sangat baik untuk melihara kelangsungan sejarah keselamatan yang dijanjikan-Nya bagi umat manusia.
Bangsa Yunani
Bangsa Yunani melalui Aleksander memberikan sumbangan yang besar dalam mempersatukan seluruh dunia dalam satu bahasa, yaitu bahasa Yunani. Hal ini memberikan pengaruh yang besar, karena bahasa Yunani akhirnya dipakai menjadi bahasa internasional pada masa itu. Ini memberikan keuntungan yang sangat besar karena bahasa Yunani adalah bahasa berpikir, bahasa yang sangat dibutuhkan oleh penulis-penulis kitab-kitab PB dalam mengungkapkan istilah-istilah teologia dengan benar dan akurat.
Bangsa Romawi
Penguasa Romawi yang menduduki tanah Israel (Palestina) menciptakan suasana yang relatif damai sehingga pembangunan jalan-jalan dan keamanan menjadi prioritas negara. Keadaan ini sangat diperlukan dalam mempersiapkan kedatangan Kristus dan juga ketika Injil disebarkan. Selain itu ada banyak kontribusi yang diberikan oleh orang-orang Romawi, baik dalam bidang hukum maupun filsafat yang sangat berguna bagi persiapan penulisan kitab-kitab PB.
Alexander Agung
Tahun 336 SM, Axander Agung mewarisi kerajaan Makedoania umur 20 tahun, setelaah ayahnya Filip II di bunuh. Ia melakukan infasi ke arah timur yaitu persia dan menaklukkan raja persia, Darius III di Issus pada tahun 333 SM. Pada tahun 332 SM, ia melakukan infasi ke Mesir bagian selatan. Alexander menaklukkan Mesir tanpa perlawanan. Para imam di kuil Amon mengakuinya sebagai anak ilah Amon. Ia kemudian mendirikan kota di Mesir di beri nama Alexandria, kota yang kemudian menjadi tempat perjumpaan para penulis, artis dan ilmuwan.
Alexander meninggalkan Mesir pada musim semi tahun 331 SM dan pada bulan september tahun 331 SM ia menyeberangi sungai Efrat dan tigris di Guatemala. Ia bertemu tentara raja Darius III. Dalam pertempuran ini Darius III melarikan diri. Alexander memperluas infasinya dari Persia ke Iran. Alexander Meninggal pada tahun 332 SM.[1]


[1] Samuel B. Hakh, Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar dan Pokok-Pokok Teologisnya (Bandung: Bina Media Informasi, 2010), 9-10.