Kronologi Perjanjian Baru
Dalam Lukas 3:1, Yohanes Pembaptis
bersaksi tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius. Kaisar Tiberius
memerintah tahun 14-37. Yohanes tahun 29 dan Yesus kira-kira tahun 30.
Keadaan Politik
Masa Peralihan: Masa Sesudah PL
dan Sebelum PB
Masa-masa sesudah PL dan sebelum PB sering dikatakan sebagai masa-masa
gelap karena Allah tidak mengirim nabi-nabi-Nya untuk berbicara kepada umat
Israel. Namun demikian masa ini justru menjadi masa yang sangat penting karena
sekalipun kelihatan-nya diam Allah bekerja dibalik sejarah umat manusia untuk
mempersiapkan mereka menerima pelaksanaan rencana Agung-Nya.
Masa "sesudah PL
dan sebelum PB" ini disebut sebagai Masa Peralihan atau Jaman
Intertestamental yang berlangsung kurang lebih 400 tahun. Dalam masa ini Allah
memakai 3 bangsa yang mengambil peranan utama dalam mempersiapkan masa
Perjanjian Baru. Dari catatan kitab-kitab Makabe dan tulisan-tulisan Yosefus,
kita mengetahui fakta-fakta berikut ini:
Bangsa Yahudi/Ibrani
Bangsa pilihan Allah ini tidak selalu
berhasil dalam mentaati dan mengemban tugasnya sebagai umat pilihan Allah,
sehingga Allah sering harus menghukum mereka dengan membuang mereka menjadi
tawanan bangsa-bangsa lain. Namun justru dengan cara itu Allah menggunakannya
untuk maksud baik-Nya. Pada waktu bangsa Israel dibuang ke tanah Babilonia,
mereka tercerai berai ke seluruh dunia. Ketika bangsa ini hidup di
tengah-tengah bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, bangsa Israel disadarkan
akan pentingnya mempertahankan iman, menyembah Allah yang monotheisme dan
mentaati Hukum Taurat. Melalui bangsa inilah Allah menyediakan jalan yang
sangat baik untuk melihara kelangsungan sejarah keselamatan yang dijanjikan-Nya
bagi umat manusia.
Bangsa Yunani
Bangsa Yunani melalui Aleksander
memberikan sumbangan yang besar dalam mempersatukan seluruh dunia dalam satu
bahasa, yaitu bahasa Yunani. Hal ini memberikan pengaruh yang besar, karena
bahasa Yunani akhirnya dipakai menjadi bahasa internasional pada masa itu. Ini
memberikan keuntungan yang sangat besar karena bahasa Yunani adalah bahasa
berpikir, bahasa yang sangat dibutuhkan oleh penulis-penulis kitab-kitab PB
dalam mengungkapkan istilah-istilah teologia dengan benar dan akurat.
Bangsa Romawi
Penguasa Romawi yang menduduki tanah
Israel (Palestina) menciptakan suasana yang relatif damai sehingga pembangunan
jalan-jalan dan keamanan menjadi prioritas negara. Keadaan ini sangat
diperlukan dalam mempersiapkan kedatangan Kristus dan juga ketika Injil
disebarkan. Selain itu ada banyak kontribusi yang diberikan oleh orang-orang
Romawi, baik dalam bidang hukum maupun filsafat yang sangat berguna bagi
persiapan penulisan kitab-kitab PB.
Alexander Agung
Tahun 336 SM, Axander Agung mewarisi kerajaan
Makedoania umur 20 tahun, setelaah ayahnya Filip II di bunuh. Ia melakukan
infasi ke arah timur yaitu persia dan menaklukkan raja persia, Darius III di
Issus pada tahun 333 SM. Pada tahun 332 SM, ia melakukan infasi ke Mesir bagian
selatan. Alexander menaklukkan Mesir tanpa perlawanan. Para imam di kuil Amon
mengakuinya sebagai anak ilah Amon. Ia kemudian mendirikan kota di Mesir di
beri nama Alexandria, kota yang kemudian menjadi tempat perjumpaan para
penulis, artis dan ilmuwan.
Alexander meninggalkan Mesir pada musim semi
tahun 331 SM dan pada bulan september tahun 331 SM ia menyeberangi sungai Efrat
dan tigris di Guatemala. Ia bertemu tentara raja Darius III. Dalam pertempuran
ini Darius III melarikan diri. Alexander memperluas infasinya dari Persia ke
Iran. Alexander Meninggal pada tahun 332 SM.[1]
[1] Samuel B. Hakh, Perjanjian Baru:
Sejarah, Pengantar dan Pokok-Pokok Teologisnya (Bandung: Bina Media Informasi,
2010), 9-10.