Thingking
can seize upon and get hold on everithing real event, object, its own thoughts,
their realness is the only property that remains stubbornly beyond its reach.
Yang dipikirkan sebagai objek tidak identik dengan objek yang nyata di luar
subjek yang berpikir. Kekerasan tidak dapat memahami sebuah peristiwa kekerasan
itu sendiri. Kekerasan lebih kepada sebuah perbuatan atau peristiwa yang tidak
sama dengan defenisinya. Kekerasan merupakan substansi yang tidak mengarah ke
sebuah objek yang statis tetapi mengarah ke sebuah peristiwa yang dinamis. Arendt
melihat jurang antara konteks peneliti dna peristiwa kekerasan. Dinamika
kekerasan melibatkan perasaan, pengalaman, kesakitan, ketakutan, dan keinginan.
Faktor yang muncul tentang kekerasan adalah ketakutan, survival, sadisme, rasa
aneh, dan lain-lain. Arendt mengatakan only
the fearful imagination of those who have been aroused by ...reports. refleksi
atas kekerasan perlu memperhatikan konteks kekerasan. Mengapa muncul dibawah
kondisi seperti ini? Bagaimana konteks seperti ini menghadirkan kekerasan? Subjek
yang menderita karena kekerasan dan membawa peristiwa itu kedalam dirinya
mengalami kesulitan berpikir tentang kekerasan. Namun dapat memberikan
kesaksian tentang kekerasan yang telaah terjadi. Refleksi terhadap kekerasan
terjadi setelah peristiwa. Pada saat kekerasan tidak munkin ada refleksi. Pemisahan
dibuat struktural dengan korban kekerawsan dihindarkan untuk memberikan
refleksi atas apa yang telah terjadi dengannya. Kebanyakan korban kekerasan
yang menulis tentang kisah kekerasan yang pernah dialaminya bukan menulis
autobiografis melainkan teoritis. Menurut Arendt bagaimana kekerasan
direfleksikan oleh para korban? Apa yang terjadi kalau para korbvan memberikan
kerangka untuk memikirkan kekerasan?.[1]
Mendeskripsikan Teologi Perjanjian Baru dalam Pendidikan Agama Kristen atau sharing seputar Teologi
Kamis, 14 Agustus 2014
Sabtu, 02 Agustus 2014
LANGKAH EKSEGESIS TIPE SASTRA
Langkah 1.
Selidiki konteks sejarah secara umum
Siapakah penulisnya? Siapakah para
penerimanya? Hubungan apa yang ada diantara mereka? Di mana para penerima
tinggal? Apa situasi saat itu? Situasi sejarah apakah yang telah terjadi dalam
tulisan ini? Apa maksud penulis? Apakah tema besar atau perhatian dokumen itu?
Apakah garis besar argumentasi atau cerita argumentasi atau cerita yang
terlihat jelas?
Langkah 2.Tugas
berikut adalah membaca seluruh teks sekaligus. Memeriksa pengamatan melalui
membandingkannya dengan buku-buku tambahan.
Langkah 3. Jadi
akrab dengan paragraf/perikop.
Membuat terjemahan sementara. Membuat
sebuah daftar sementara untuk kesulitan eksegesis. Membaca paragraf seluruh
dalam beberapa terjemahan.
Langkah 4. Analisis
susunan kalimat dan hubungan sintaksisnya. Membuat kalimat mengalir. Membuat
kalimat gambar.
Langkah 5.
Membangun teks.
Langkah 6.
Analisis tata bahasa.
Langkah 7.
Analisis kata yang penting.
Langkah 8.
Selidiki latar belakang sejarah budaya.
Mengeksegesis Surat-surat
Langkah 9.
Tentukan sifat formal dari surat.
Perbedaan
dalam sifat
Aspek
persuratan
Ciri-ciri
retorika
Langkah 10.
Memeriksa konteks sejarah dalam kekhususannya
Membaca secara detail
Pendengar
Kata-kata kunci
Gambaran ringkas
Langkash 11.
Tentukan konteks sastra
Logika dan isi
Isi dan argumentasi
Mengeksegesis Kitab Injil
a. Sifat dasar kitab-kitab injil
b. Beberapa hipotesis
c. Tugas eksegesis
Langkah 1.
Tentukan sifat formal dari perikop atau ucapan
Mengenali tipe sastra umum
Mengenali bentuk khusus sastra
Langkah 2.
Analisis perikop dalam sinopsis injil
Pemilahan
Penyaduran
Penyusunan
Pertimbangan kemungkinan latar
kehidupan pelayanan Yesus
Langkah 3.
Analisis dalam konteks naratif
Mengeksegesis Kisah Para Rasul
Langkah 1. Selidiki
persoalan sejarah
Langkah 2.
Menentukan konteks sastra
Mengeksegesis Kitab Wahyu
Langkah 1. Memahami
sifat formal kitab wahyu
Menentukan sumber atau latar
belakang dari imagenya
Menentukan penggunaan gambar itu
sekarang
Memandang penglihatan secara
menyeluruh
Langkah 2.
Menentukan konteks sejarah
Langkah 3.
Menentukan konteks sastra
Dalam
mengeksegesis teks asli yang dilakukan adalah menganalisis susunan kalimat.
Langganan:
Komentar (Atom)