Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Kamis, 08 Mei 2014

TEMA : PEMBAWA DAMAI



15 AGUSTUS 2004
PEMBACAAN : MATIUS 5 :13-16

Remaja yang kekasih dalam Tuhan
            Dari pembacaan kita, TuhanYesus mengajak kepada saudara untuk menjadi garam dan terang. Maksud Tuhan Yesus menjadi garam yaitu menjadi taladan bagi sesama, melakukan yang baik menasihi sesama dan sebagainya maka kita akan menjadi pembawa damai. Jadi jika kita tidak melakukan yang baik maka kita menjadi garam yang tawar dan akan dibuang dan tidak akan berguna lagi bagi sesama.
Remaja yang kekasih
            Tuhan Yesus mengajak kita juga untuk menjadi terang yaitu menjadi cahaya bagi sesama dan benar-benar terang kita dapat dilihat orang dan tidak bersembunyi ditempat yang rendah yang tidak memberi kesan. Saudara yang kekasih menjadi terang dan garam tidak terbatas setiap aktivitas baik dirumah, disekolah, dan sebagainya, timbul pertanyaan bagi kita dalam kehidupan bagaimanakah dalam diri kita seorang Kristen, jika kia menjadigaram yang berlebihan akan menyebaban asin sedangkan pelita jika apinya terlalu berlebihan maka akan terjadi kebakaran. Jawabannya yaitu kehidupan kita seperti orang farisi yangmembakar rakyat dengan ajaran yang sangat padat dan aturan yang sangat ketat sehingga membuat orang ikut pada tingkah laku meeka yang menurut Kristus adalah salah dan tidak berguna.   
             

Rabu, 07 Mei 2014

ROH KUDUS



                Penyelidikan tentang Roh Kudus akan dilakukan pendalaman terhadap Perjanjian Lama, injil sinoptik, latar belakang helenistik Yohanes. Dalam dualisme Yunani, Psyche berlawanan dengan tubuh seperti halnya alam dalam pengertian kasat mata. Dalam aliran Stoa pneuma adalah satu kuasa atau substansi universal, gas berapi tak kelihatan yang harus merasuki seluruh dunia yang kelihatan. Dalam pemikiran gnostik, pneuma mencakup ide isi atau kesanggupan hidup. Penebusan berarti mengumpulkan sisa-sisa roh , Ia naik kembali bersama mereka. Orang yang ditebus akan menjadi Roh yang suci dari ikatan tubuh. Ruach Allah adalah sumber dari semua yang hidup, semua kehidupan jasmani.
                Ruach Yahwe adalah satu terminologi bagi tindakan kreatif historis dari Allah meskipun bertentangan dengan analisis logis namun merupakan tindakan Allah. Ketiga injil menceritakan pemberitaan Yohanes Pembaptis bahwa misi yang akan datang membaptiskan dengan Roh (Mrk. 1:8). Injil sinoptik sepakat bahwa Yesus dikaruniai Roh untuk memenuhi misi mesianis-Nya dan musird-muridnya akan disanggupkan oleh Roh untuk mengatasi kesulitan yang ditemui. Barret mengatakan bahwa Yesus memiliki Roh supaya Ia menganugerahkan dan memberi Roh yang membedakan dengan dispensasi baru dan lama.
                Yesus adalah sumber air hidup. Roh akan datang dan mengambil alih temapt Yesus dan menyanggupkan murid-murid melakukan apa yang tidak sanggup dilakukan. Semua ungkapan tentang Roh menggambarkan dualisme ganda. Roh dari atas menahbiskan masa baru dengan sejarah sebagai lawan Hukum taurat. Pemahaman praclete Yohanes adalah seorang guru yang memberi instruksi dan memimpin murid-murid ketimbang seorang advokad untuk membela mereka. Roh itu dipandang sebagai saru pribadi. Perlu diperhatikan bahwa Yohanes tidak mengaitkan kegembiraaan yang luar biasa atau keajaiban berkenaan dengan kedatangan Roh.
PB penuh rujukan pada Roh (Yunani pneuma). Ia disebut dalam tiap kitab kecuali 2 dan 3 Yoh. Dalam Injil Sinoptik banyak acuan kepada Roh berkaitan dengan peristiwa akbar dalam hidup Yesus, kontras dengan kurangnya ucapan Yesus sendiri mengenai pekerjaan Roh. Ucapan Yesus yang berkaitan dengan Roh hanya lima, dan beberapa sarjana mengatakan hanya satu dari antaranya sebagai asli (Mr 3:29, Mat 12:31, Luk 12:10), yg lainnya dicurigai dengan berbagai alasan. Ini bukanlah tempat untuk membicarakan keberatan itu secara rinci. Cukup mengatakan bahwa seandainya ucapan Kristus tentang Roh ditiadakan, maka tindakan itu sama sekali tidak dapat diterapkan atas rincian kehidupan-Nya yg dicatat penulis Sinoptik. Roh itu berperan serta dalam peristiwa sebelum kelahiran Yesus (Luk 1:15,35,41), pada kelahiran dan peristiwa lain yang segera menyusul (Luk 2:25-27), baptisan (Mat 3:13-17), pencobaan (Mat 4:1-11), permulaan pelayanan (Luk 4:14), ucapan pengantar pada awal pelayanan Yesus (Luk 4:18), pengusiran roh jahat dan pemberian kuasa kepada rasul-Nya untuk membaptis dalam nama Tritunggal termasuk Roh Kudus (Mat 28:19). Hal ini bersama pertimbangan lain, cukup untuk membantah pendapat bahwa dalam ‘agama Yesus’ peranan Roh lebih sempit dari peranan-Nya dalam ‘kepercayaan gereja perdana’, dan pendapat bahwa Yesus takut terhadap pengertian yg berlebih-lebihan perihal Roh pada saat itu, sehingga lebih menyukai persekutuan akrab dengan BapakNya.
Yoh 14; 15; 16 yang penuh uraian tentang Roh, menerangkan mengapa Yesus kurang menyebut Roh pada permulaan pelayanan-Nya. Roh tak berperan sepenuhnya dalam dini orang percaya dan atas dunia sampai Anak kembali kepada Bapak melalui salib, kebangkitan dan kenaikan. Memang Yesus memiliki Roh dan Roh tersedia bagi Dia (Yoh 3:34), tapi Roh hanya dapat mendiami murid Yesus (Yoh 14:17). Dan karena Roh  —  pada hakikatnya  —  adalah ‘diri Kristus’, maka peranan langsung Roh tidak terlalu mendesak bagi sedikit orang yg sedang menikmati kehadiran Kristus. Kristus sendiri adalah Penasihat, Pembela, Penghibur dan Sumber kekuatan, sehingga selama kehadiran-Nya sepanjang kurun waktu inkarnasi-Nya di bumi ini, peranan penghibur (Parakletos) belum begitu mendesak hingga Kristus kembali ke sorga. Selama Kristus sendiri dapat langsung menjelaskan diriNya sendiri, bersaksi dan menyampaikan ajaran-Nya kepada murid-murid-Nya, maka tidak diperlukan Yg lain untuk memberikan pencerahan, bersaksi dan membuat Firman diingat. Tapi bila Yesus meninggalkan mereka, maka penting Bapak mengutus Roh untuk mengambil alih tugas-tugas tersebut terhadap orang-orang percaya, dan juga tugas-tugas selanjutnya yakni menginsafkan dunia akan dosa karena tidak percaya kepada Kristus; akan kebenaran karena Kristus, penjelmaan kebenaran, telah naik kepada Bapak; akan penghakiman karena penguasa dunia dihukum dalam kematian Kristus (Yoh 16:7-11). Dengan jelas Kristus menyatakan bahwa Roh tidak akan meniadakan karya dan pribadi-Nya, tapi akan menyampaikan dan menata kekayaan anugerah dan karya Kristus (Kis 1:1, berarti Yesus melanjutkan pekerjaan dan ajaran-Nya melalui RohNya Yang Kudus).
Dengan demikian tak dapat dikatakan bahwa Yesus menurut Alkitab sengaja mengabaikan atau tidak mengakui pentingnya peranan Roh; atau bahwa bila Ia dicatat menyebut Roh, maka hal itu adalah melulu pengaruh gereja perdana yg memasukkan pengalaman Pentakosta dan post Pentakosta ke dalam Injil. Pernah dikatakan bahwa pada ps-ps permulaan Injil Yoh, Yesus menarik perhatian pada Roh yg ada sekarang ( Yoh 3:5-8), tapi dalam bagian terakhir Yesus berbicara mengenai Roh yg akan datang. Dalam hal ini harus diterima keduanya, bukan mempertentangkan yg satu terhadap yg lain. Nubuat Yohanes Pembaptis bahwa Kristus akan membaptis orang dengan Roh dan api, digenapi sebagian dalam hidup-Nya, namun hal ini baru mendapat penggenapan sepenuhnya pada hari Pentakosta.
Kis menceritakan ‘pencurahan’ Roh dan pekerjaan ganda-Nya. Kadang-kadang penekanan terletak pada kekuatan Roh seakan-akan Ia bertindak secara impersonal (’ turun ke atas’, ‘memenuhi’; lih Kis 2:1). Kadang-kadang Ia bertindak dengan penampilan berpribadi  —  personal, ump Kis 5:1, di mana Ia dapat dibohongi dan dalam ay lain Ia membimbing, memilih dan menghibur. Dalam Kis, Kristus dan Roh terang dibedakan. Perhatikanlah Kis 8:16; 19:1-6, di mana karunia Roh diberikan menyusuli kelahiran baru dan nampaknya dapat dilihat dan didengar. Tapi tidak ada landasan untuk menyimpulkan bahwa kuasa karunia Roh dapat dialami tanpa Kristus. Roh datang kepada orang yg percaya akan janji yg dibuat bagi dan oleh Kristus (bnd acuan PL yg mengacu pada Kis 2:39 yakni Yes 54:13; 57:19; Yoel 2:28-32*), dan menantikan penggenapannya  —  bahwa Roh Kudus datang. Tujuan kedatangan Roh disebut sebagai memperlengkapi saksi-saksi perihal karya akbar Allah dalam Kristus ketika Ia mengerjakan keselamatan di Sion. Janganlah kita mensyukuri Roh demi Roh itu sendiri, tapi demi Kristus. Rasul-rasul dipenuhi oleh Roh, berkhotbah dan melakukan pekerjaan kasih yg ajaib dalam nama Yesus dari Nazaret (Kis 3:6); Roh menjaga kehormatan Anak dan menolak hormat bagi diriNya dan bagi manusia (Yoh 16:14).

Selasa, 06 Mei 2014

masyarakat



Masyarakat adalah suatu fenomena produk manusia yang tidak akan selalu memberikan tindakan balik dari para pelakunya. Manusia adalah suatu produk masyarakat. Masyarakat sudah ada sebelum individu dilahirkan dan masih akan akan ada sesudah individu mati.
            Proses dialektik fundamental masyarakat terdiri atas tiga langkah :
1.    eksternalisasi adalah suatu pencurahan kedirian manusia secara terus-menerus kedalam dunia baik aktifitas fisikmaupun mental.
2.     obyektivitas adalh disandangnya produk aktivitas itu merupakan realitas yang berhadapan dengan para produsennya semula dalam bentk fakta yang eksternal lain dari produsennya.
3. internalisasi adalah peresapan kembali realitas dan mentransformasikannya dari struktur dunia obyektif kedalam sruktur kesadaran subyektif.
4 eksternalisasi merupakan masyarakat produk manusia. Dan sebuah keharusan dari manusia mengekspresikan dunia disekitarnya.
5.    obyektivitas adalah merupakan produk kultur manusia kepada material dan non material.
Agama merupakansuatu usaha manusia untuk membentuk kosmos keramat. Kosmisasi dalam cara keramat ( sacral ). Keramat adalah suatu kualitas kekuasaan yang misterius dan menakjubkan

Senin, 05 Mei 2014

Etika politik Legislatif terpilih dan pemilihan presiden



                Apa yang dilakukan pemuka agama-agama diindonesia melihat kenyataan caleg yang terpilih karena “money Politic”? dalam doa menjelang pemilu orang berbondong-bondong mendoakan kesuksesan pemilu legislatif. Semua orang mengatakan bahwa ini adalah “pesta demokrasi”, benarkah demikian? Perlu direnungkan. Para gembala dan mungkin ustads mendoakan caleg agar lolos menjadi anggota DPR. Suatu fenomena unik, dimana para calon mencari dukungan lewat doa namun prakteknya menghamburkan uang demi keterpilihan. Di dunia ini memang ada yang harus masuk ruang struktur dan istana. Kuasa dalam istana cukup mempesona sehingga legislator yang terpilih kadang sudah lupa bersolidaritas terhadap yang lemah seperti janji yang diucapkan sebelum terpilih. Kenapa korupsi begitu massif bahkan tidak kunjung selesai?, mungkin pemilihannya yang menyebabkan, atau pemimpin yang terpilih ini berpendidikan namun tidak memiliki integritas dan kekonsistenan. Para legislator yang terpilih maupun presiden nantinya hendaknya berpihak kepada yang lemah bukan karitatif melainkan bela rasa dan transformasional. Beberapa langkah untuk pendidikan politik bagi masyarakat terutama bagi umat Kristen yakni penyusunan kurikulum pendidikan politik gereja yang menjembatani hubungan iman Kristen dan Politik. Perumusan menyangkut kekuasaan penguasa dan pelbagai implikasi politik warga negara. Pemahaman dari gereja berkaitan dengan persoalan ketidakadilan dan perampasan hak.
Ezra Tari, Pemerhati Politik dan Pendeta pemuda di Jemaat Efata Maulafa.