Penyelidikan
tentang Roh Kudus akan dilakukan pendalaman terhadap Perjanjian Lama, injil
sinoptik, latar belakang helenistik Yohanes. Dalam dualisme Yunani, Psyche berlawanan dengan tubuh seperti
halnya alam dalam pengertian kasat mata. Dalam aliran Stoa pneuma adalah satu kuasa atau substansi universal, gas berapi tak
kelihatan yang harus merasuki seluruh dunia yang kelihatan. Dalam pemikiran gnostik,
pneuma mencakup ide isi atau kesanggupan hidup. Penebusan berarti mengumpulkan
sisa-sisa roh , Ia naik kembali bersama mereka. Orang yang ditebus akan menjadi
Roh yang suci dari ikatan tubuh. Ruach Allah adalah sumber dari semua yang
hidup, semua kehidupan jasmani.
Ruach
Yahwe adalah satu terminologi bagi tindakan kreatif historis dari Allah
meskipun bertentangan dengan analisis logis namun merupakan tindakan Allah. Ketiga
injil menceritakan pemberitaan Yohanes Pembaptis bahwa misi yang akan datang
membaptiskan dengan Roh (Mrk. 1:8). Injil sinoptik sepakat bahwa Yesus
dikaruniai Roh untuk memenuhi misi mesianis-Nya dan musird-muridnya akan
disanggupkan oleh Roh untuk mengatasi kesulitan yang ditemui. Barret mengatakan
bahwa Yesus memiliki Roh supaya Ia menganugerahkan dan memberi Roh yang
membedakan dengan dispensasi baru dan lama.
Yesus
adalah sumber air hidup. Roh akan datang dan mengambil alih temapt Yesus dan
menyanggupkan murid-murid melakukan apa yang tidak sanggup dilakukan. Semua ungkapan
tentang Roh menggambarkan dualisme ganda. Roh dari atas menahbiskan masa baru
dengan sejarah sebagai lawan Hukum taurat. Pemahaman praclete Yohanes adalah
seorang guru yang memberi instruksi dan memimpin murid-murid ketimbang seorang
advokad untuk membela mereka. Roh itu dipandang sebagai saru pribadi. Perlu diperhatikan
bahwa Yohanes tidak mengaitkan kegembiraaan yang luar biasa atau keajaiban
berkenaan dengan kedatangan Roh.
PB penuh
rujukan pada Roh (Yunani pneuma). Ia disebut dalam tiap kitab kecuali 2 dan 3
Yoh. Dalam Injil Sinoptik banyak acuan kepada Roh berkaitan dengan peristiwa akbar
dalam hidup Yesus, kontras dengan kurangnya ucapan Yesus sendiri mengenai
pekerjaan Roh. Ucapan Yesus yang berkaitan dengan Roh hanya lima, dan beberapa
sarjana mengatakan hanya satu dari antaranya sebagai asli (Mr 3:29, Mat 12:31,
Luk 12:10), yg lainnya dicurigai dengan berbagai alasan. Ini bukanlah tempat
untuk membicarakan keberatan itu secara rinci. Cukup mengatakan bahwa
seandainya ucapan Kristus tentang Roh ditiadakan, maka tindakan itu sama sekali
tidak dapat diterapkan atas rincian kehidupan-Nya yg dicatat penulis Sinoptik.
Roh itu berperan serta dalam peristiwa sebelum kelahiran Yesus (Luk
1:15,35,41), pada kelahiran dan peristiwa lain yang segera menyusul (Luk
2:25-27), baptisan (Mat 3:13-17), pencobaan (Mat 4:1-11), permulaan pelayanan
(Luk 4:14), ucapan pengantar pada awal pelayanan Yesus (Luk 4:18), pengusiran
roh jahat dan pemberian kuasa kepada rasul-Nya untuk membaptis dalam nama Tritunggal
termasuk Roh Kudus (Mat 28:19). Hal ini bersama pertimbangan lain, cukup untuk
membantah pendapat bahwa dalam ‘agama Yesus’ peranan Roh lebih sempit dari
peranan-Nya dalam ‘kepercayaan gereja perdana’, dan pendapat bahwa Yesus takut
terhadap pengertian yg berlebih-lebihan perihal Roh pada saat itu, sehingga
lebih menyukai persekutuan akrab dengan BapakNya.
Yoh 14; 15; 16
yang penuh uraian tentang Roh, menerangkan mengapa Yesus kurang menyebut Roh
pada permulaan pelayanan-Nya. Roh tak berperan sepenuhnya dalam dini orang
percaya dan atas dunia sampai Anak kembali kepada Bapak melalui salib,
kebangkitan dan kenaikan. Memang Yesus memiliki Roh dan Roh tersedia bagi Dia
(Yoh 3:34), tapi Roh hanya dapat mendiami murid Yesus (Yoh 14:17). Dan karena
Roh — pada hakikatnya — adalah ‘diri Kristus’, maka
peranan langsung Roh tidak terlalu mendesak bagi sedikit orang yg sedang
menikmati kehadiran Kristus. Kristus sendiri adalah Penasihat, Pembela,
Penghibur dan Sumber kekuatan, sehingga selama kehadiran-Nya sepanjang kurun
waktu inkarnasi-Nya di bumi ini, peranan penghibur (Parakletos) belum begitu
mendesak hingga Kristus kembali ke sorga. Selama Kristus sendiri dapat langsung
menjelaskan diriNya sendiri, bersaksi dan menyampaikan ajaran-Nya kepada
murid-murid-Nya, maka tidak diperlukan Yg lain untuk memberikan pencerahan,
bersaksi dan membuat Firman diingat. Tapi bila Yesus meninggalkan mereka, maka
penting Bapak mengutus Roh untuk mengambil alih tugas-tugas tersebut terhadap
orang-orang percaya, dan juga tugas-tugas selanjutnya yakni menginsafkan dunia
akan dosa karena tidak percaya kepada Kristus; akan kebenaran karena Kristus,
penjelmaan kebenaran, telah naik kepada Bapak; akan penghakiman karena penguasa
dunia dihukum dalam kematian Kristus (Yoh 16:7-11). Dengan jelas Kristus
menyatakan bahwa Roh tidak akan meniadakan karya dan pribadi-Nya, tapi akan
menyampaikan dan menata kekayaan anugerah dan karya Kristus (Kis 1:1, berarti
Yesus melanjutkan pekerjaan dan ajaran-Nya melalui RohNya Yang Kudus).
Dengan
demikian tak dapat dikatakan bahwa Yesus menurut Alkitab sengaja mengabaikan
atau tidak mengakui pentingnya peranan Roh; atau bahwa bila Ia dicatat menyebut
Roh, maka hal itu adalah melulu pengaruh gereja perdana yg memasukkan
pengalaman Pentakosta dan post Pentakosta ke dalam Injil. Pernah dikatakan
bahwa pada ps-ps permulaan Injil Yoh, Yesus menarik perhatian pada Roh yg ada
sekarang ( Yoh 3:5-8), tapi dalam bagian terakhir Yesus berbicara mengenai Roh
yg akan datang. Dalam hal ini harus diterima keduanya, bukan mempertentangkan
yg satu terhadap yg lain. Nubuat Yohanes Pembaptis bahwa Kristus akan membaptis
orang dengan Roh dan api, digenapi sebagian dalam hidup-Nya, namun hal ini baru
mendapat penggenapan sepenuhnya pada hari Pentakosta.
Kis
menceritakan ‘pencurahan’ Roh dan pekerjaan ganda-Nya. Kadang-kadang penekanan
terletak pada kekuatan Roh seakan-akan Ia bertindak secara impersonal (’ turun
ke atas’, ‘memenuhi’; lih Kis 2:1). Kadang-kadang Ia bertindak dengan
penampilan berpribadi — personal, ump Kis 5:1, di mana Ia dapat
dibohongi dan dalam ay lain Ia membimbing, memilih dan menghibur. Dalam Kis,
Kristus dan Roh terang dibedakan. Perhatikanlah Kis 8:16; 19:1-6, di mana
karunia Roh diberikan menyusuli kelahiran baru dan nampaknya dapat dilihat dan
didengar. Tapi tidak ada landasan untuk menyimpulkan bahwa kuasa karunia Roh
dapat dialami tanpa Kristus. Roh datang kepada orang yg percaya akan janji yg
dibuat bagi dan oleh Kristus (bnd acuan PL yg mengacu pada Kis 2:39 yakni Yes
54:13; 57:19; Yoel 2:28-32*), dan menantikan penggenapannya — bahwa
Roh Kudus datang. Tujuan kedatangan Roh disebut sebagai memperlengkapi
saksi-saksi perihal karya akbar Allah dalam Kristus ketika Ia mengerjakan
keselamatan di Sion. Janganlah kita mensyukuri Roh demi Roh itu sendiri, tapi
demi Kristus. Rasul-rasul dipenuhi oleh Roh, berkhotbah dan melakukan pekerjaan
kasih yg ajaib dalam nama Yesus dari Nazaret (Kis 3:6); Roh menjaga kehormatan
Anak dan menolak hormat bagi diriNya dan bagi manusia (Yoh 16:14).