Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Rabu, 19 Februari 2014

Seputar Perayaan HDS 2014



Hari Doa Sedunia awalnya adalah sebuah gerakan perempuan kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun. Sekarang ini lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini, dimana tema dan buku panduannya disiapkan oleh Komite HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya.
Tujuan utama adalah ”merayakan bersama, baik kesatuan kita di dalam Kristus dan keberagaman kita dalam latar belakang budaya"
Simbol untuk Hari Doa Sedunia dikembangkan oleh perempuan kristen Irlandia dan diadopsi sebagai logo internasional pada tahun 1982. Desainnya terdiri dari anak panah konvergen dari empat arah kompas, orang-orang yang berlutut dalam doa, salib Celtic, dan lingkaran mewakili dunia dan kesatuan kita dalam keragaman.
Pada awaknya perayaan HDS menjadi perayaan jemaat dewasa, khususnya kaum perempuan, tetapi dekade ini telah dirancang juga panduan perayaan HDS untuk pelayanan anak, dengan tujuan mengantar anak-anak berperan aktif dalam gerakan oikumene, serta membentuk kepribadian anak yang mencintai dan menghargai kepelbagaian global dalam kehidupan gereja.
Pada tahun 2014 ini, tema dan panduan disiapkan oleh Komisi HDS Negara Mesir.
TENTANG MESIR
Republik Arab Mesir ini terletak di Pantai Timur Laut Afrika, yang pada sebelah Utara dibatasi oleh Laut Mediterania pada, Laut Merah di sebelah Timur, Sudan di sebelah Selatan dan Libya di sebelah Barat. Populasi negara ini adalah 84.500.000 dengan 16 juta tinggal di Kairo yang adalah ibukota Mesir. Hampir semua kebutuhan air Mesir berasal dari sungai Nil, sungai kedua terpanjang didunia.
Mesir adalah tanah bersejarah besar, dan sangat memikat serta dikenal sebagai” The Motherland of the world". Tanah ini dihuni setelah peristiwa air bah (Kejadian 10-11) oleh Mizraim. Ahli sejarah mencatat data bahwa makam Firaun yang ada di negara ini adalah dari 4.000 hingga 2.700 SM. Periode Kerajaan tertua berlangsung sampai 200 SM, diikuti
oleh Kerajaan di zaman Abraham. Kerajaan baru dimulai sekitar 1600 SM, adalah Kekaisaran dunia yang pertama dan era yang paling terkenal dari antara Raja-raja, yaitu Ramses II, yang patung kolosal masih terlihat di seluruh negeri sampai sekarang. Pada tahun 332 SM, Alexander Agung ditaklukkan Mesir dan selanjutnya membangun Alexandria di mana kemudian terjemahan Septuaginta dari Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke Yunani berlangsung. Dalam tahun 27 SM, Mesir menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Gereja Abu Sarga di bangun di Kairo kuno, tempat di mana Keluarga Yusuf, Maria dan Yesus dikatakan pernah beristirahat setelah melarikan diri dari Betlehem. Selama era kekuasaan Romawi, orang-orang Kristen datang ke negara itu dari Yerusalem pada hari Pentakosta (Kis 2: 4-10). Gereja pertama dihubungkan dengan Rasul Markus yang mendirikan Sekolah Katekis Alexandria. pernah ada penganiayaan hebat atas gereja oleh orang Romawi yang berakhir di Tahun 312 saat Kristen menjadi agama resmi. Alquran datang ke Mesir pada tahun 638. Mesir diminta untuk memilih antara Kristen dan Islam. Orang-orang Arab tidak membunuh orang Kristen, tetapi dikenakan pajak untuk menekan mereka untuk menerima Islam. Berabad-abad terjadi kekacauan, setelah Fatimiyah dan juga di bawah Kekaisaran Ottoman. Invasi oleh Tentara Perancis dan Inggris juga menghiasi sejarah negara ini. Sebuah revolusi yang dimulai pada bulan Januari 2011 memungkinkan Dr Mohammed Mursi secara resmi terpilih sebagai presiden pada tahun 2012.
Bahasa resmi adalah bahasa Arab, tetapi bahasa Perancis dan Inggris secara luas dipahami oleh penduduk Mesir. Perekonomiannya bergantung pada pertanian, pertambangan, pariwisata dan industri (semen, tekstil, pupuk dan karet).
Dalam beberapa periode perempuan Mesir kuno memiliki hak ekonomi yang sama seperti laki-laki, keadaan ini berubah di bawah kekuasaan patriarkal Yunani dan Romawi. Dan ketika Kekristenan mulai menyebar, perempuan terkadang menikmati gaya hidup yang lebih menguntungkan. Pada masa Kekaisaran Ottoman, kaum perempuan diberi status tinggi dan memilikin kebebasan untuk bekerja dan untuk memiliki tanah. Perempuan Mesir kontemporer, yang suaminya bekerja jauh, sebagian besar mereka bisa mempunyai hak untuk memanfaatkan uang yang diterima. Undang-undang pernikahan dan perceraian secara eksklusif diatur menurut struktur perbedaan iman.
Populasi Mesir adalah lebih dari 12 % Kristen dan kurang dari 88 % Muslim. Di beberapa daerah perempuan muda sedang ditarik dari sekolah saat mereka mencapai pubertas untuk meminimalkan interaksi dengan laki-laki. Ini terlihat jauh lebih sedikit di sekolah-sekolah Kristen, tetapi mereka juga menghadapi tantangan sendiri di rumah, di tempat kerja dan sekolah.
Gereja Koptik memiliki sejarah keemasan dan juga tragis. Gereja ini mempunyai banyak orang kudus yang terkenal, tetapi juga telah menderita penganiayaan dan banyak yang menjadi Martir karena iman Kristen mereka. Misionaris mula-mula mengembangkan gereja dengan mendistribusi Alkitab berbahasa Arab dan tulisan-tulisan lainnya. Dewasa ini di gereja Mesir, banyak perempuan menjadi diaken dan peminpin gereja, tetapi bukan sebagai imam.
Tantangan besar di Mesir adalah jutaan anak-anak lahir dalam kemiskinan, di mana mereka dapat dipaksa untuk bekerja sejak usia dini, bahkan dalam pekerjaan yang berbahaya. Keluarga-keluarag menghadapi kehidupan yang sulit di daerah kumuh perkotaan dan ratusan remaja perempuan pedesaan putus sekolah, dan hiduo dalam pernikahan usia dini, serta buta huruf.
Presiden Mursi melaksanakan otoritas sipil dan menjanjikan kebebasan, keadilan dan kesetaraan untuk semua. Mesir sekarang bekerja keras untuk masa depan yang lebih cerah, untuk suatu konstitusi yang lebih baik dan pemerintahan yang demokratis yang melindungi minoritas.[1]


[1]  Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja, Tongkonan Sangullele Gereja Toraja Jl. Ahmad Yani No. 45, Telepon 0423-21539 Rantepao 91871, Kabupaten Toraja Utara Facebook: SMGT, Twitter: SMGTQ Website: www.sekolah-minggu.com, Brosur HDS 2014, PP SMGT, 4-6

Senin, 17 Februari 2014

pemimpin kelompok kecil




Pertanyaan coaching untuk
Seorang pemimpin kelompok kecil menjalankan peranan yang cukup besar sehingga dia membutuhkan seorang coach untuk membuatnya melayani lebih efektif lagi.[1]coach membuat pertanyaan:
1.      Apa kerinduan (passion) anda sebagai pemimpin kelompok kecil?
2.      Apa yang anda lihat selama ini tentang kelompok kecil yang anda pimpin?
3.      Apa saja kebutuhan-kebutuhan yang sangat khas dari anggota kelompok kecil?
4.      Bagaimana anda menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut?
5.      Apakah yang para anggota kelompok kecil sangat rindukan dengan keterlibatan merekaa di kelompok kecil?
6.      Pertanyaan apa saja yang anda miliki sehubungan dengan pengelolaan dan pelaayanan kelompok kecil yang belum terjawab?
7.      Kira-kira peralatan (tool) apa yang anda butuhkan untuk, menolong kelompok kecil dari sisi misalnya kehangatan relasi sesama anggota, bahan atau materi pemahaman alkitab, kesetiaan anggota, dan partisipasi anggota untuk saling menopang dan menolong sesamanya dalam kelompok?
8.      Dampak seperti apa yang anda harapkan bisa dihasilkan dari kelompok kecil anda?
9.      Bagaimana anada mewujudkan dampak tersebut ? target apa saja? Strategi yang dipakai seperti apa dan bagaiamana langkah-langkah tindakan nyatanya?
10.  Apa persoalan yang muncul dalam kelompok kecil yang belum terselesaikan? Bagaiamana anda mengatasi persoalan tersebut? Siapa saja yang bisa anda libatkan untuk menyelesaikan persoalan yang ada
11.  Dalam skala 1-10 berapa nilai kepuasan anada dalam penyelenggaraan kelompok kecil anda keseluruhan? Apa yang anda akan lakukan bila anda dan anggota kelompok anda merasa puas?
12.  Bagaimaana penilaian anda dan para anggota kelompok tentang materi pemahaman alkitab yang anda pakai selama ini? Mengapa? Apa natisipasi anada bila ternyata bahan tersebut kurang dianggap sesuai dengan harapan anda?
13.  Bagaimana pendapat semua orang tentang metode dan cara membawakan pemahaman alkitab di kelompok kecil anda? Apa lagi yang lebih baik bisa diupayakan?
14.  Bagaimana anda mengukur keberhasilan sebuah kelompok kecil? Dan bagaimana hasilnya di kelompok kecil anda?
15.  Apakah tindakan-tindakan yang anda pandangh perlu untuk memajukan kelompok kecil anda?





[1] Paulus Kurnia, Coaching yang menumbuh kembangkan, ( Bandung: Pionir jaya, 2012), 243