Hari Doa Sedunia awalnya
adalah sebuah gerakan perempuan kristen di seluruh dunia dari semua latar
belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat
pertama bulan Maret setiap tahun. Sekarang ini lebih dari 170 negara bergabung
dalam gerakan HDS ini, dimana tema dan buku panduannya disiapkan oleh Komite
HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya.
Tujuan utama adalah ”merayakan bersama, baik kesatuan kita di dalam
Kristus dan keberagaman kita dalam latar belakang budaya"
Simbol untuk Hari Doa Sedunia dikembangkan oleh perempuan kristen
Irlandia dan diadopsi sebagai logo internasional pada tahun 1982. Desainnya
terdiri dari anak panah konvergen dari empat arah kompas, orang-orang yang
berlutut dalam doa, salib Celtic, dan lingkaran mewakili dunia dan kesatuan
kita dalam keragaman.
Pada awaknya perayaan HDS menjadi perayaan jemaat dewasa, khususnya
kaum perempuan, tetapi dekade ini telah dirancang juga panduan perayaan HDS
untuk pelayanan anak, dengan tujuan mengantar anak-anak berperan aktif dalam
gerakan oikumene, serta membentuk kepribadian anak yang mencintai dan
menghargai kepelbagaian global dalam kehidupan gereja.
Pada tahun 2014 ini, tema
dan panduan disiapkan oleh Komisi HDS Negara Mesir.
TENTANG MESIR
Republik Arab Mesir ini terletak di Pantai Timur Laut Afrika, yang
pada sebelah Utara dibatasi oleh Laut Mediterania pada, Laut Merah di sebelah
Timur, Sudan di sebelah Selatan dan Libya di sebelah Barat. Populasi negara ini
adalah 84.500.000 dengan 16 juta tinggal di Kairo yang adalah ibukota Mesir.
Hampir semua kebutuhan air Mesir berasal dari sungai Nil, sungai kedua
terpanjang didunia.
Mesir adalah tanah bersejarah besar, dan sangat memikat serta dikenal
sebagai” The Motherland of the world". Tanah ini dihuni setelah peristiwa
air bah (Kejadian 10-11) oleh Mizraim. Ahli sejarah mencatat data bahwa makam
Firaun yang ada di negara ini adalah dari 4.000 hingga 2.700 SM. Periode
Kerajaan tertua berlangsung sampai 200 SM, diikuti
oleh Kerajaan di zaman Abraham. Kerajaan baru dimulai sekitar 1600 SM,
adalah Kekaisaran dunia yang pertama dan era yang paling terkenal dari antara
Raja-raja, yaitu Ramses II, yang patung kolosal masih terlihat di seluruh
negeri sampai sekarang. Pada tahun 332 SM, Alexander Agung ditaklukkan Mesir
dan selanjutnya membangun Alexandria di mana kemudian terjemahan Septuaginta
dari Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke Yunani berlangsung. Dalam tahun 27
SM, Mesir menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Gereja Abu Sarga di bangun di
Kairo kuno, tempat di mana Keluarga Yusuf, Maria dan Yesus dikatakan pernah
beristirahat setelah melarikan diri dari Betlehem. Selama era kekuasaan Romawi,
orang-orang Kristen datang ke negara itu dari Yerusalem pada hari Pentakosta
(Kis 2: 4-10). Gereja pertama dihubungkan dengan Rasul Markus yang mendirikan
Sekolah Katekis Alexandria. pernah ada penganiayaan hebat atas gereja oleh
orang Romawi yang berakhir di Tahun 312 saat Kristen menjadi agama resmi.
Alquran datang ke Mesir pada tahun 638. Mesir diminta untuk memilih antara
Kristen dan Islam. Orang-orang Arab tidak membunuh orang Kristen, tetapi
dikenakan pajak untuk menekan mereka untuk menerima Islam. Berabad-abad terjadi
kekacauan, setelah Fatimiyah dan juga di bawah Kekaisaran Ottoman. Invasi oleh
Tentara Perancis dan Inggris juga menghiasi sejarah negara ini. Sebuah revolusi
yang dimulai pada bulan Januari 2011 memungkinkan Dr Mohammed Mursi secara
resmi terpilih sebagai presiden pada tahun 2012.
Bahasa resmi adalah bahasa
Arab, tetapi bahasa Perancis dan Inggris secara luas dipahami oleh penduduk
Mesir. Perekonomiannya bergantung pada pertanian, pertambangan, pariwisata dan
industri (semen, tekstil, pupuk dan karet).
Dalam beberapa periode perempuan Mesir kuno memiliki hak ekonomi
yang sama seperti laki-laki, keadaan ini berubah di bawah kekuasaan patriarkal
Yunani dan Romawi. Dan ketika Kekristenan mulai menyebar, perempuan terkadang
menikmati gaya hidup yang lebih menguntungkan. Pada masa Kekaisaran Ottoman,
kaum perempuan diberi status tinggi dan memilikin kebebasan untuk bekerja dan
untuk memiliki tanah. Perempuan Mesir kontemporer, yang suaminya bekerja jauh,
sebagian besar mereka bisa mempunyai hak untuk memanfaatkan uang yang diterima.
Undang-undang pernikahan dan perceraian secara eksklusif diatur menurut
struktur perbedaan iman.
Populasi Mesir adalah lebih dari 12 % Kristen dan kurang dari 88 %
Muslim. Di beberapa daerah perempuan muda sedang ditarik dari sekolah saat
mereka mencapai pubertas untuk meminimalkan interaksi dengan laki-laki. Ini
terlihat jauh lebih sedikit di sekolah-sekolah Kristen, tetapi mereka juga
menghadapi tantangan sendiri di rumah, di tempat kerja dan sekolah.
Gereja Koptik memiliki sejarah keemasan dan juga tragis. Gereja
ini mempunyai banyak orang kudus yang terkenal, tetapi juga telah menderita
penganiayaan dan banyak yang menjadi Martir karena iman Kristen mereka.
Misionaris mula-mula mengembangkan gereja dengan mendistribusi Alkitab
berbahasa Arab dan tulisan-tulisan lainnya. Dewasa ini di gereja Mesir, banyak
perempuan menjadi diaken dan peminpin gereja, tetapi bukan sebagai imam.
Tantangan besar di Mesir adalah jutaan anak-anak lahir dalam
kemiskinan, di mana mereka dapat dipaksa untuk bekerja sejak usia dini, bahkan
dalam pekerjaan yang berbahaya. Keluarga-keluarag menghadapi kehidupan yang
sulit di daerah kumuh perkotaan dan ratusan remaja perempuan pedesaan putus
sekolah, dan hiduo dalam pernikahan usia dini, serta buta huruf.
Presiden Mursi
melaksanakan otoritas sipil dan menjanjikan kebebasan, keadilan dan kesetaraan
untuk semua. Mesir sekarang bekerja keras untuk masa depan yang lebih cerah,
untuk suatu konstitusi yang lebih baik dan pemerintahan yang demokratis yang
melindungi minoritas.[1]
[1] Pengurus Pusat
Sekolah Minggu Gereja Toraja, Tongkonan
Sangullele Gereja Toraja Jl. Ahmad Yani No. 45, Telepon 0423-21539 Rantepao
91871, Kabupaten Toraja Utara Facebook: SMGT, Twitter: SMGTQ Website: www.sekolah-minggu.com, Brosur HDS 2014, PP SMGT, 4-6