Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Kamis, 28 November 2013

Perjumpaan dengan Salib Kristus



Pengarang      : Yohan Candawasa
Penerbit          : Pionir Jaya
Tahun terbit  : 2012

            Allah adalah sumber dan muara kehidupan kita. Keseluruhan Kristus baik disurga maupun di bumi terletak yang Dia kerjakan atas salib sampai kita mengerti arti salib-Nya. Di salib Kristus memberikan yang kita inginkan yaitu segala berkat Allah. Allah memberikan berkat-Nya melalui perjumpaan dengan Yesus kristus. Bagi mereka hanya menjumpai Kristus di depan salib Kristus, iman roboh ketika berhadapan dengan penderitaan. Keterharuan, simpati, dan komitmen kepada Kristus. Kita tidak boleh menjumpai Kristus dalam salib-Nya dijumpai dalam keadaan yang lebih. Allahlah yang menjadi sumber segala kerelaan-Nya menderita bagi kita. Kita adalah gambar Allah sehingga menjadi produk supranatural Roh Kudus. Allah yang akan mereformasi hati dan hasrat untuk menjadi yang sesungguhnya.
            Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah melayani dan memuliakan Tuhan. Perjumpaan dengan Kristus adalah mengembalikan keserupaan dengan Kristus. Konsep kita yang salib Kristus bukan akhir. Sekalipun Kristus adalah jalan yang Allah kirim untuk menebus dan memulihkan kita dari dosa tetapi tujun penebusan. Berbicara pengosongan dan kerendahan hati kita demi diisi adalah tujuan penuh Kristus. Peziarah rohani kita agar tidak tersandung karena kasih Kristus yang terbagi sehingga kita hidup bagi kesia-siaan.
            Kebangkitan Yesus sebagai materai Allah di mana Allah pasti berhasil membawa kita kepada penggenapan sempurna kehendak-Nya. Kerendahan hati selalu merupakan tantangan besar bagi kita. Dalam kehidupan nyata kita memang terus yakin bahwa kita dapat memegangh hal yang bernilai. Mengasihi Kristus tanpa perantara adalah penggenapan kasih kita kepada-Nya. Allah tidak mengukur eksternal kita tetapi kasih kepada-Nya. Semua pemulihan, keberhasilan, kegagalan, dan hidup dilihat dan dievaluasi dari perspektif tujuan kita. Hubungan kita dengan Allah ditengahi semua oleh pemberian yang menentukan hubungan kita dengan Allah. Melakukan apa saja berdasarkan kasih Allah dengan doa, meditasi. Pelayanan didapur merupakan kesempatan untuk belajar untuk kesempatan melekat pada Kristus. Kedekatan demikian rupa sehingga ia akan layu jauh dari-Nya.

            Kita pikirkan simbol mana yang tepat mewakili iman Kristen. Orang yang percaya yang seluruh hidupnya terbungkus dalam kisah kasih Kristus. Kita maknai seluruh hidup kita dari perspektif surgawi. Salib menempati posisi yang mencolok. Kekristenan disebut sebagai agama salib. Kualitas Yesus yang mengesankan dan bertemu Yesus yang seutuhnya. Kehadiran Kristus menjadi kesadaran yang terus menerus. Mulai dari sekarang berhentilah membuat resolusi untuk melakukan bagi Tuhan.
            Kita perlu menyisihkan waktu dan ruang secara khusus untuk berfokus pada Allah adalah benar, indah dan baik sekali. Kita diciptakan untuk hidup dalam persekutuan bersekutu melalui doa dengan Bapa Surgawi yang menyediakan segala kebutuhan melalui pelayanan kita. Doa devosi adalah membaktikan diri sebagai persembahan yang hidup bagi-Nya ataupun sebagai utusan-Nya. Transformasi menjadi serupa dengan Kristus tidak dimulai dengan melakukan praktik atau perbuatan seperti mencoba meniru kerendahan hati-Nya.
            Kita akan menjadi sama seperti orang yang kita kagumi, hormati dan sukai serta menghabiskan waktu bersama dengannya. Jadi banyak bersama dengan Kristus di mana kita segambar dengan Allah. Gambar Allah membuahkan kehidupan yang ditransformasikan menjadi seperti Dia. Doa devosi juga ekspresi dari hati yang rindu mengasihi Allah. Kita menyediakan untuk mengolah dan menumbuhkan kembangkan kasih kita kepada Allah. Pada saat mata kita tertuju kepada Yesus yang akan mendapatkan segalanya di dalam Dia. Doa devosi adalah doa di mana kita mengarahkan perhatian kepada Allah saja.