Pengarang :
Yohan Candawasa
Penerbit :
Pionir Jaya
Tahun terbit :
2012
Allah adalah sumber dan muara
kehidupan kita. Keseluruhan Kristus baik disurga maupun di bumi terletak yang
Dia kerjakan atas salib sampai kita mengerti arti salib-Nya. Di salib Kristus
memberikan yang kita inginkan yaitu segala berkat Allah. Allah memberikan
berkat-Nya melalui perjumpaan dengan Yesus kristus. Bagi mereka hanya menjumpai
Kristus di depan salib Kristus, iman roboh ketika berhadapan dengan
penderitaan. Keterharuan, simpati, dan komitmen kepada Kristus. Kita tidak
boleh menjumpai Kristus dalam salib-Nya dijumpai dalam keadaan yang lebih. Allahlah
yang menjadi sumber segala kerelaan-Nya menderita bagi kita. Kita adalah gambar
Allah sehingga menjadi produk supranatural Roh Kudus. Allah yang akan
mereformasi hati dan hasrat untuk menjadi yang sesungguhnya.
Hal pertama yang perlu diperhatikan
adalah melayani dan memuliakan Tuhan. Perjumpaan dengan Kristus adalah
mengembalikan keserupaan dengan Kristus. Konsep kita yang salib Kristus bukan
akhir. Sekalipun Kristus adalah jalan yang Allah kirim untuk menebus dan
memulihkan kita dari dosa tetapi tujun penebusan. Berbicara pengosongan dan
kerendahan hati kita demi diisi adalah tujuan penuh Kristus. Peziarah rohani
kita agar tidak tersandung karena kasih Kristus yang terbagi sehingga kita
hidup bagi kesia-siaan.
Kebangkitan Yesus sebagai materai
Allah di mana Allah pasti berhasil membawa kita kepada penggenapan sempurna
kehendak-Nya. Kerendahan hati selalu merupakan tantangan besar bagi kita. Dalam
kehidupan nyata kita memang terus yakin bahwa kita dapat memegangh hal yang
bernilai. Mengasihi Kristus tanpa perantara adalah penggenapan kasih kita
kepada-Nya. Allah tidak mengukur eksternal kita tetapi kasih kepada-Nya. Semua
pemulihan, keberhasilan, kegagalan, dan hidup dilihat dan dievaluasi dari
perspektif tujuan kita. Hubungan kita dengan Allah ditengahi semua oleh
pemberian yang menentukan hubungan kita dengan Allah. Melakukan apa saja
berdasarkan kasih Allah dengan doa, meditasi. Pelayanan didapur merupakan
kesempatan untuk belajar untuk kesempatan melekat pada Kristus. Kedekatan
demikian rupa sehingga ia akan layu jauh dari-Nya.
Kita pikirkan simbol mana yang tepat
mewakili iman Kristen. Orang yang percaya yang seluruh hidupnya terbungkus
dalam kisah kasih Kristus. Kita maknai seluruh hidup kita dari perspektif
surgawi. Salib menempati posisi yang mencolok. Kekristenan disebut sebagai
agama salib. Kualitas Yesus yang mengesankan dan bertemu Yesus yang seutuhnya. Kehadiran
Kristus menjadi kesadaran yang terus menerus. Mulai dari sekarang berhentilah
membuat resolusi untuk melakukan bagi Tuhan.
Kita perlu menyisihkan waktu dan
ruang secara khusus untuk berfokus pada Allah adalah benar, indah dan baik
sekali. Kita diciptakan untuk hidup dalam persekutuan bersekutu melalui doa
dengan Bapa Surgawi yang menyediakan segala kebutuhan melalui pelayanan kita. Doa
devosi adalah membaktikan diri sebagai persembahan yang hidup bagi-Nya ataupun
sebagai utusan-Nya. Transformasi menjadi serupa dengan Kristus tidak dimulai
dengan melakukan praktik atau perbuatan seperti mencoba meniru kerendahan
hati-Nya.
Kita akan menjadi sama seperti orang
yang kita kagumi, hormati dan sukai serta menghabiskan waktu bersama dengannya.
Jadi banyak bersama dengan Kristus di mana kita segambar dengan Allah. Gambar
Allah membuahkan kehidupan yang ditransformasikan menjadi seperti Dia. Doa
devosi juga ekspresi dari hati yang rindu mengasihi Allah. Kita menyediakan
untuk mengolah dan menumbuhkan kembangkan kasih kita kepada Allah. Pada saat
mata kita tertuju kepada Yesus yang akan mendapatkan segalanya di dalam Dia. Doa
devosi adalah doa di mana kita mengarahkan perhatian kepada Allah saja.