Untuk mengenal perjanjian lama, kita
harus mengenal dunia disekitarnya atau nama-nama tempat dalam perjanjian lama. Lokasi
seperti Mesopotamia dan Kanaan sudah tidak dikenal lagi. Mesotpotamia berarti
daerah diantara dua sungai yakni Tigris dan Efrat. Iklim timur tengah memiliki
dua musim yakni musim hujan (oktober-mei), dan musim kering (mei-oktober). Cara
hidup masyarakat timur tengah kuno adalah nomaden dan bergantung pada
pertanian. Pusat pertanian dilakukan di desa, sedangkan di kota didirikan
tempat strategis yakni pusat industri, perdaganagn dan kebudayaan. Tema teologi
dalam perjanjian lama adalah dimulai dengan pemanggilan. Panggilan ini ada
kaitannya dengan janji Allah, yakni janji tentang tanah dan janji tentang
keturunan yang besar.
Cerita perjanjian lama menekankan
tindakan Allah yang kuat untuk menjaga perjanjian dengan umat pilihan.
Perjanjian yang diadakan bukan berdasarkan hubungan keluarga anatara Allah
dengan Israel. Perjanjian itu sekali untuk selamanya dan tidak terkait satu saat
saja dalam sejarah Israel. Sejarah keselamatan yang diungkapkan bukan
mengungkap fakta-fakta peristiwa melainkan hendak menyatakan Allah yang
memerintah dalam sejarah hidup manusia. Dalam sejarah perjalanan manusia ada
dua janji kepada umatNya yakni janji tentang tanah dan keturunan yang besar. Janji
itu diikat dengan sunat sebagai syarat masuk dalam perjanjian itu.
Perjanjian diikat bukan berdasar
pada hal alamiah tetapi berdasar Tuhan dan manusia, dan janji itu sekali untuk
selamanya. Proses yang dialami oleh bangsa Israel adalah memasuki tanah kanaan
dna terbentuknya kerajaan. Kekacauan terjadi sehingga kerajaan menjadi pecah
sehingga merubah seluruh tatanan kehidupan Israel. Bangsa Israel kemudian
dibuang ke Babel dan mengalami pola berpikir yang dialami oleh bangsa yang
menjajahnya. Setelah kembali ke Yerusalem, bangsa Israel menata kembali
peribadatannya di bawah pimpinan Ezra dan Nehemia. Secara turun-temurun bangsa
Yahudi mengalami penindasan dari bangsa lain. Pada masa transisi sebelum
kedatangan Yesus, banyak tulisan dalam kitab apokrifa, di mana Maleakhi
bukanlah kitab terakhir dalam alkitab. bangsa Yahudi sesudah pembuangan dalam
masa kekuatan sosial-politik lebih kuat sehingga masyarakat semakin dirugikan
dengan kekuatan politik.
Judul Buku : Disini Kutemukan
Pengarang : S. Wismoady Wahono