Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Jumat, 23 Agustus 2013

Pembangunan Jemaat



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Gereja pada abad ke-21 saat ini mengalami tantangan yang berat yakni bagaimana bertumbuh dalam perkembangan zaman yang cepat. Banyak anggota jemaat yang hilang karena kurang pendalaman Alkitab. Peringatan terhadap gereja disampaikan oleh Donald McGavran yang mengatakan “Tuhan menghendaki agar domba-domba-Nya yang hilang ditemukan dan dibawa kembali ke kandangnya.”[1] Gereja punya kewajiban untuk bertumbuh dan menjangkau orang dalam penginjilan. Penginjilan itu berlaku dengan rasa syukur, seperti yang dikatakan Wiebracht “Keinginan Allah adalah memenuhi surga dengan wakil-wakil dari setiap bangsa, suku, kaum dan bahasa.”[2]
Kita harus membangun persekutuan berdasarkan pengajaran tentang pertumbuhan dengan perkembangan jumlah anggota jemaat. Bagaimanakah gereja bisa berkembang? Menurut C. Peter Wagner bahwa pertumbuhan gereja dapat dikembangkan dengan paradigma baru yakni memprakarsai penjangkauan daripada mendukung program denominasi gereja.[3] Pertumbuhan gereja banyak dipengaruhi oleh pendekatan pengalaman. Pendekatan terhadap pertumbuhan gereja dikembangkan dalam suatu kebudayaan namun tidak bertentangan dengan firman Allah.[4] Allah mengutus kita untuk melakukan misi Kristiani. Perintah Tuhan untuk menjangkau ketika kita memiliki Roh Kudus, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:8). Christian Schwarz mengatakan dalam penyembahan yang menginspirasi bahwa: sementara pertanyaan tentang apakah sebuah ibadah gereja mengutamakan orang-orang non-Kristen tidak memiliki kaitan yang jelas dengan pertumbuhan gereja, harus diakui memang ada sebuah korelasi antara pengalaman dari penyembahan yang menginpirasi dengan kualitas serta kauntitas gereja.[5]
Kita harus melaksanakan amanat Yesus yakni menjadikan semua bangsa murid Yesus. Kita tidak perlu kaget dengan penurunan kuantitas kehadiran anggota jemaat. Perpindahan ini disebabkan tidak ada perhatian konkrit dari gembala. Pengaruh yang besar pada saat ini adalah sekularisasi.[6] Kemakmuran dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memengaruhi iman orang kepada Tuhan. Gereja mengalami kemunduran karena gagal mengikuti pola pikir manusia dan mengembangkannya sesuai dengan perkembangan zaman.
Gereja hanya bertumbuh hanya diseputar festival-festival, perayaan bersama dan peran politik gereja. Namun gereja melupakan aspek iman gereja mengalami kemerosotan karena pendalaman Alkitab menjadi kurang karena fokus terhadap panggilan iman yang sebenarnya.[7] Pembinaan iman umat tidak hanya bisa dilakukan dengan berkunjung ke tempat yang belum tejangkau tetapi menggunakan media untuk menyampaikan injil. Menurut Markus Rani manusia sekarang hidup ditengah arus informasi yang sangat banyak. Pendalaman Alkitab dapat dilakukan lewat website, e-mail, atau media yang paling digemari adalah televisi. Injil sebagai karya penyelamatan Allah disampaikan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat.[8]
Pertumbuhan gereja masa kini mengalami kelesuan baik kedalam maupun keluar. Pertumbuhan gereja saat ini lebih karena perpindahan dan kelahiran dibanding membawa orang yang belum percaya kepada Kristus. Panggilan Allah dalam misi pertumbuhan gereja tidaklah didefenisikan dengan dasar menjangkau lebih banyak suku yang belum mengenal Kristus. Tantangan pertumbuhan gereja berasal dari bidang politik, ekonomi, dan ekologi. Kritik terhadap gereja yang mengalami kemerosotan akibat radikalisme islam.
Strategi yang Digunakan untuk Pertumbuhan Jemaat
Allah memberi pertumbuhan sementara memanggil hamba-Nya untuk memberitakan injil kepada orang yang belum percaya. Pertumbuhan gereja diprakarsai oleh Roh Kudus, kita sungguh percaya pada janji Allah dalam Kisah Para Rasul (Kis 1:4-5). Kuasa yang Tuhan berikan itu membuat kita hidup saleh dan bersaksi bagi Kristus. Roh kudus sebagai tanda lahiriah dari hidup baru dan berbicara dalam bahasa Roh.[9] Cara terbaik bagi gereja supaya dapat memuliakan Allah adalah menjadi Kristus untuk memancarkan karakter dan kelakuan Kristus di dunia. Menyatakan pribadi Bapa dan mencapai tujuan pembebasan umat manusia. Ia memberikan kuasa kepada gereja untuk memberikan kuasa menyelesaikan tugas (Kis 1:8). Allah menghendaki diri-Nya supaya dikenal oleh semua bangsa.[10] Sebuah gereja amanat agung adalah gereja yang menaruh peduli untuk menjangkau masyarakat secara kultur dekat maupun yang jauh.
Gereja bisa lemah jika tidak diketahui keberadaannya dan memperkuatnya bila mengalami kemunduran. Gereja yang kuat kembali karena atas rencana Allah yang memnatu jemaat bertumbuh di dalam Kristus. Gereja hanya sibuk mengurusi masalah-masalah dan tidak pernah dilatih keterampilan untuk memimpin umat kepada kedewasaan iman. Gereja perlu berbenah diri baik ke dalam maupun keluar untuk bertumbuh sehat dan semakin berpengaruh bagi dunia yang gelap.[11]
Setiap orang harus diajak untuk memiliki filosofi pelayanan sehingga menjadi pegangan untuk dipakai dalam pelayanan dan komunikasi dengan orang lain. Setiap anggota sebaiknya memperhatikan kebutuhan anggota lainnya termasuk keuangan. Menjadikan kehidupan doa sebagai sarana untuk menumbuhkan gereja. Pertumbuhan gereja yang nyata adalah menetapkan sasaran apa yang akan dicapai. Sasaran kita dalam menetapkan sasaran adalah sumber kuasa rohani yakni dari kuasa Roh Kudus. Dengan penetapan sasaran maka pertumbuhan gereja kita akan semakin besar dalam kuasa Tuhan.[12]
Gereja yang dengan sungguh-sungguh dan setia mencoba menjalankan setiap aspek kebenaran firman Tuhan di dalam kesehariannya. Gereja secara keseluruhan harus menjalankan misi yang harus dilakukan bagi suku yang belum terjangkau. Misi adalah panggilan yang tritunggal untuk menyatakan Kristus kepada dunia dengan jalan proklamasi, kesaksian, dan pelayanan supaya dengan kuasa Roh Kudus, Allah, dan firman-Nya. Manusia dibebaskan dari egoisme dan dosanya dan dengan tindakan Allah dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah dengan jalan percaya akan Dia melalui Yesus Kristus. Misi adalah manifestasi Kristus kepada dunia. Kristus datang memproklamasikan fiman Allah, hidup Kristus, bahkan Kristus sendiri adalah firman Allah yang diproklamasikan. Pelayanan Kristus merupakan ungkapan firman dalam tindakan sosial yang aktif. Menjadi manusia berarti berada dalam relasi dengan Allah.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Gereja
Pertumbuhan gereja didukung oleh penginjilan dan dipengaruhi oleh prinsip tubuh Kristus. Perkembangan gereja berdasarkan iman dalam bertumbuh dengan cara ekspansi artinya pertambahan anggota jemaat serta membuka gereja baru atas penyertaan Roh Kudus.[13] Pertumbuhan gereja masa kini yang dipakai Allah untuk menetapkan penginjilan demi pertumbuhan yang dikehendaki oleh Allah. Penelitian membantu penginjil untuk menetapkan sasaran khusus dalam pelayanan keluar demi memahami kondisi masyarakat disekitar tempat penginjilan.[14] Prinsip anggota pelayanan dalam kebersamaan ditentukan berdasarkan karunia dari Roh Kudus. Setiap orang semuanya diarahkan kepada satu tujuan yakni penginjilan yang dapat menjangkau suku bangsa yang belum terjangkau.
Kepemimpinan pendeta yang kuat benar-benar merupakan pertanda gereja yang sehat dan menarik.[15] Faktor yang memengaruhi vitalitas jemaat terdapat lima unsur yang patut dipertimbangkan yakni kesenangan, manfaat, relasi mereka dengan Allah, hubungan dalam lingkungan di mana mereka berada. Menyesuaikan diri dalam rencana tersebut maka ada beberapa faktor yang memengaruhi adanya jemaat yang vital adalah iklim, kepemimpinan, struktur, tujuan serta tugas dan konsepsi identitas di mana ada hubungan erat dengan interaksi manusia. Di mana nampak dari jemaat itu secara lokus dan pengaruhnya terhadap jemaat secara majemuk serta peranannya dalam partisipasi dalam organisasi. Ada beberapa langkah menuju jemaat yang vital yakni merumuskan visi dan mengembangkan kebijakan bersama dalam pengembangan jemaat.
Penyelidikan terhadap kondisi dan syarat dalam mengetahui situasi jemaat itu sendiri. Setelah perundingan dalam jemaat mengenai hasil penyelidikan. Setelah itu penyeledikan rencana-rencana dan evaluasi seluruh proses yang berlangsung dalam jemaat, apa yang menjadi prioritas dalam proses pembangunan jemaat vital yang merupakan proses berkesinambungan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal jemaat yang membuatnya vital adalah kepemimpinan dan iklim sangat berpengaruh terhadap efek dan kesenangan kerja jika tujuan dan identitas memenuhi syarat tertentu. Dalam hal membuat keadaan yang sangat baik maka dituntut komunikasi yang sering diantara pemimpin dan anggota Jemaat. Berkomunikasi penting dalam rangka pembangunan ide bersama bahwa manusia merupakan milik paling penting dan berharga dalam organisasi. Dengan demikian organisasi tidak hanya menyadarinya melainkan bertindak sesuai dengan penyadaran akan pentingnya komunikasi yang intens.
Dalam organisasi di jemaat, pemimpin itu mendukung dan menolong untuk menjalankan tugas yang akan dikerjakan, memberi bantuan pada pekerjaan, menekankan pentingnya tujuan-tujuan dan meninggikan kerjasama diantara pemimpin dan anggota jemaat. Faktor yang mendukung ialah untuk mengembangkan tujuan, jemaat bertolak pada anggota sendiri pada pengalaman dan keinginan mereka. Berdasarkan pandangan terhadap anggota sebagai subjek maka kepemimpinan yaitu kelompok inti memperoleh sifat pelayanan. Secara konkret mendukung anggota jemaat secara pribadi dan bersama-sama. Dalam proses vitalisasi menyangkut lima fase yakni motivasi dan pengambilan keputusan, penyelidikan lewat survei, analisis dan penentuan prioritas, setiap orang mempergunakan keahliannya untuk berperan dalam setiap kelompok yang dibuat. Beberapa fase yang dilalui untuk jemaat dalam pembangunan.
Mediasi orang yang bermasalah
            Setiap orang memiliki masalah karena itu memerlukan mediator untuk menyelesaikan masalah. Dalam memediasi hubungan perlu melibatkan penyingkapan diri dan emosi, aturan dasar privasi serta komunikasi. Proses mediasi dilakukan dengan merumuskan perasaan dan perilaku yang tegas dan bertanggung jawab. Dalam proses memediasi hubungan adalah mengidentifikasi peristiwa yang terjadi dalam hubungan setiap orang. Mediator memahami kesulitan dan kepedihan dalam hubungan dari masa lalu sampai masa kerja. Mencermati pola perasaan dengan merefleksikan perasaan dengan merefleksikan peristiwa kritis.
            Dalam proses semua pelaku menghilangkan sifat destruktif dalam hubungan mereka. Para pelaku memutuskan untuk saling melepaskan dan hidup secara mandiri. Sifat hubungan manusia dengan proses strategi dengan merundingkan masalah dan dapat dipertanggungjawabkan. Strategi itu bersifat tertutup dan penyelesaian lebih kepada persoalan hubungan primer.
Pelayanan gereja memerlukan pengorbanan dalam mengabarkan injil kerajaan Allah ke seluruh dunia. Gereja dalam pusat rencana Allah terhadap dunia yang menjadi alat ditetapkan untuk memberitakan kabar baik. Gereja menjadi batu sandungan jika mengingkari berita injil yang diberitakan ditandai dengan salib. Gereja yang bertumbuh lebih bersifat persekutuan umat Allah daripada suatu lembaga dan tidak sama dengan kebudayaan tertentu. Para pemimpin sukses merupakan motivator yang baik bagi jemaat bersifat positif dan berpendirian teguh memberikan pengaruh bagi jemaat masa kini.
Penyelamatan orang kristen mengubah nilai-nilai manusia sehingga penyelamatan memperbaiki status keluarga dari golongan rendah ke golongan yang tinggi. Keasingan gereja merupakan sesuatu yang tidak relevan bagi orang yang belum percaya. Dalam pertumbuhan gereja mengenal liturgi yang relevan dengan kebudayaan merupakan faktor penentu bertumbuhnya jemaat. Ada orang berpendapat bahwa kesembuhan fisik tidak lebih penting dari keselamatan rohani. Roh Allah terus-menerus bekerja dengan luar biasa dan tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Dengan kuasa Roh Kudus yang memberi kekuatan kepada orang yang percaya kepada Kristus untuk membagikan pengalaman hidup kepada semua orang percaya. Roh Kudus memberikan kuasa untuk menyampaikan injil kerajaan Allah. Ia menolng orang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disekitar gereja. Gereja memiliki kebutuhan besar dalam pengembangan diri menuju kedewasaan. Hanya Roh Kudus yang menopang orang percaya untuk menyampaikan injil.
Dalam organisasi di jemaat, pemimpin itu mendukung dan menolong untuk menjalankan tugas yang akan dikerjakan, memberi bantuan pada pekerjaan, menekankan pentingnya tujuan-tujuan dan meninggikan kerjasama diantara pemimpin dan anggota jemaat. Faktor yang mendukung ialah untuk mengembangkan tujuan, jemaat bertolak pada anggota sendiri pada pengalaman dan keinginan mereka. Berdasarkan pandangan terhadap anggota sebagai subjek maka kepemimpinan yaitu kelompok inti memperoleh sifat pelayanan. Secara konkret mendukung anggota jemaat secara pribadi dan bersama-sama. Dalam proses vitalisasi menyangkut lima fase yakni motivasi dan pengambilan keputusan, penyelidikan lewat survei, analisis dan penentuan prioritas, setiap orang mempergunakan keahliannya untuk berperan dalam setiap kelompok yang dibuat. Beberapa fase yang dilalui untuk jemaat dalam pembangunan.
Pelayanan Untuk Pertumbuhan Gereja
Pelayanan gereja memerlukan pengorbanan dalam mengabarkan injil kerajaan Allah ke seluruh dunia. Gereja dalam pusat rencana Allah terhadap dunia yang menjadi alat ditetapkan untuk memberitakan kabar baik. Gereja menjadi batu sandungan jika mengingkari berita injil yang diberitakan ditandai dengan salib. Gereja yang bertumbuh lebih bersifat persekutuan umat Allah daripada suatu lembaga dan tidak sama dengan kebudayaan tertentu.[16] Para pemimpin sukses merupakan motivator yang baik bagi jemaat bersifat positif dan berpendirian teguh memberikan pengaruh bagi jemaat masa kini.
Penyelamatan orang kristen mengubah nilai-nilai manusia sehingga penyelamatan memperbaiki status keluarga dari golongan rendah ke golongan yang tinggi. Keasingan gereja merupakan sesuatu yang tidak relevan bagi orang yang belum percaya. Dalam pertumbuhan gereja mengenal liturgi yang relevan dengan kebudayaan merupakan faktor penentu bertumbuhnya jemaat. Ada orang berpendapat bahwa kesembuhan fisik tidak lebih penting dari keselamatan rohani. Roh Allah terus-menerus bekerja dengan luar biasa dan tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Dengan kuasa Roh Kudus yang memberi kekuatan kepada orang yang percaya kepada Kristus untuk membagikan pengalaman hidup kepada semua orang percaya. Roh Kudus memberikan kuasa untuk menyampaikan injil kerajaan Allah. Ia menolng orang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disekitar gereja. Gereja memiliki kebutuhan besar dalam pengembangan diri menuju kedewasaan. Hanya Roh Kudus yang menopang orang percaya untuk menyampaikan injil.
Pertumbuhan Dengan Potensi
Ketakutan untuk bertumbuh merupakan kekuatan terbesar yang dahsyat mendorong gereja untuk keluar lintasan penginjilan. Gereja sedang bertumbuh dan banyak lahan. Kekuatan tidak terlihat dalam pertumbuhan gereja adalah mempertahankan tradisi. Gereja harus memenagkan budaya di mana masyarakat yang belum bergereja.[17] C. Peter Wagner mengungkapkan, “Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan dari dosa dan kematian kekal. Allah adalah kasih dan Ia menginginkan agar tiap-tiap orang diperdamaikan kepada-Nya. Karena alasan itulah Ia mengutus anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus.”[18] Pertumbuhan dalam jemaat Tamalanrea dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan banyaknya perumahan yang dibangun dalam lokasi bumi tamalanrea permai. Gereja tamalanrea sangat strategis yang berdekatan dengan salah satu univertsitas terbesar di Indonesia timur. Rumah sakit Wahidin Sudirohusodo, kantor Polda Sulsel dan beberapa instansi pemerintah yang penting.  
Pelayanan Holistik
Gereja memerlukan proses yang lama dalam mengenali, menggerakkan dan mendukung pelayanan dalam jemaat. Pertumbuhan gereja mulai dari hal-hal kecil tumbuh menjadi pohon yang besar. Orang kristen yang ingin bertumbuh harus serius menyesali dosanya dan membuka diri terhadap kuasa Roh Kudus. Dalam Kisah para rasul 2:44, kebersamaan merupakan kunci utama dalam pertumbuhan. Semua anggota jemaat dicukupi kebutuhannya dengan cara saling berbagi. Hidup mereka penuh dengan persekutuan sehingga Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis 2:47). Zaman sekarangpun kita melihat pertumbuhan terjadi dengan adanya penyembuhan melalui doa oleh orang yang percaya untuk dilepaskan dari belenggu penyakit.
Pertumbuhan Dengan Potensi
Ketakutan untuk bertumbuh merupakan kekuatan terbesar yang dahsyat mendorong gereja untuk keluar lintasan penginjilan. Gereja sedang bertumbuh dan banyak lahan. Kekuatan tidak terlihat dalam pertumbuhan gereja adalah mempertahankan tradisi. Gereja harus memenagkan budaya di mana masyarakat yang belum bergereja.[19] C. Peter Wagner mengungkapkan, “Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan dari dosa dan kematian kekal. Allah adalah kasih dan Ia menginginkan agar tiap-tiap orang diperdamaikan kepada-Nya. Karena alasan itulah Ia mengutus anakNya yang tunggal, Yesus Kristus.”[20]
Pertumbuhan gereja bergantung pada pimpinan Roh, di mana Ia menyiapkan orang untuk mendengar injil sehingga pemberitaan injil bagi orang yang tidak bergereja terlaksana sesuai dengan kehendak Allah. Roh Kudus bagi pertumbuhan gereja yaktu Roh Kudus sebagai dinamika dan Roh Kudus melengkapi pertumbuhan gereja yang saat ini sedang lesu.[21] Schwarz mengatakan bahwa pertumbuhan gereja oleh kuasa Roh Kudus berarti tidak menerapkan prinsip yang tidak lazim dalam tradisi kita bahkan menyakitkan.[22] Menurut David Beer gereja yang sehat adalah gereja yang memerhatikan pada karakter Allah, memuliakan Allah, dari pada memedulikan organisasi sendiri dan mewakili kelompok denominasi dan melestarikan kebiasaannya.[23]
Strategi Pertumbuhan
Menurut Greg Ogden ada enam perubahan yang perlu dilakukan untuk mendorong jemaat melakukan pelayanan demi pertumbuhan jemaat yakni pertama memperbarui pemahaman tentang peran Roh Kudus. Kedua iman kita bukan hanya sekedar kelembagaan atau formalitas semata. Ketiga gereja harus berfokus pada jemaat dibanding pendeta. Keempat, kita memiliki kesadaran sebagai umat bahwa peran kita adalah pelayan yang diberi masing-masing karunia yang berbeda. Kelima, memiliki kesadaran oikumene daripada fokus dalam denominasi masing-masing. Keenam, melakukan perubahan dalam penyembahan dalam mengarahkan diri kepada Tuhan.[24]
Penutup
Pertumbuhan gereja tidak hanya didasarkan pada kualitas tetapi juga kuantitas. Pertumbuhan gereja tergantung pada pimpinan kuasa Roh Kudus. Panggilan Allah dalam memberitakan injil kerajaan Allah kepada semua suku bangsa. Korelasi mebentuk pertumbuhan gereja dari segi kuantitas. Sumber kekuatan gereja untuk bertumbuh serta kuat dalam iman dimulai dari pencurahan Roh Kudus. Gereja yang efektif dari penelitian ini adalah gereja yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Hal yang penting dilakukan oleh umat percaya adalah melakukan penginjilan baik kedalam maupun keluar.
Kita harus menanam gereja demi pertumbuhan gereja sebab gereja baru membantu dalam pendidikan injil bagi orang yang belum bergereja. Kuasa Roh Kudus yang memberi kekuatan kepada orang yang percaya kepada Kristus untuk membagikan pengalaman hidup dan menyampaikan injil kerajaan Allah. Cara hidup atau sikap hidup di bawah pimpinan Roh Kudus menuju pada kedalaman makna kehidupan, yakni dalam relasi yang benar dengan Allah dan sesama yang yang keluar dari hati. Dengan kekuatan atau semangat (spirit) dari kuasa Roh Kudus kita bertolak “ke tempat yang dalam” (Lukas 5:4). Tanggung jawab gereja dalam penelitian ini bukan hanya hubungan dengan Tuhan tetapi hubungan dengan masyarakat dalam tindakan sosial.
Fokus pertumbuhan gereja adalah penginjilan dan penanaman gereja baru serta menjangkau jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Kristus. Pertumbuhan gereja harus diarahkan pada pemuridan seperti yang dilakukan murid-murid Yesus pada gereja perdana. Banyak gereja gagal bertumbuh karena terlalu diatur dan kaku. Hal tidak kalah penting adalah memiliki visi untuk menyebarkan injil yang terencana. Umat Allah yang setia akan dipakai dengan luar biasa oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi. Roh Kudus tidak dapat dibeli, dimanipulasi atau diperintah berdasarkan kemauan manusia. Gembala harus diperlengkapi untuk pelayanan gereja dan pembinaan iman jemaat. Penginjilan yang efektif adalah melibatkan anggota jemaat dalam pelayanan demi pertumbuhan gereja. Tugas kita sekarang adalah melaksanakan amanat agung sambil menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali.
Tanda gereja yang sehat adalah ditandai dengan konflik yang sehat, kreatif dan mengubah orang untuk mengampuni seperti yang dikatakan Efesus 4:31: segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Gereja yang berfungsi yang bertumbuh harus berfokus pada firman Allah. Banyak gereja gagal bertumbuh karena terlalu diatur dan kaku. Ada empat ciri jemaat Yerusalem bertumbuh yakni gaya hidup dengan kebaikan dan kemurahan hati. Menikmati penyembahan hidup dan pertumbuhan jumlah yang terus meningkat melalyi pertobatan.[25] Menurut Jermia Djadi: Roh Kudus adalah dinamika bagi pertumbuhan gereja, tetapi memberdayakan umat-Nya untuk terlibat sebagai alat Tuhan dalam menumbuhkan gereja.[26] Kita harus melakukan pelayanan yang Allah amanatkan kepada kita lewat amanat agung. Firman Allah harus disebarkan ke seluruh dunia untuk menjangkau jiwa-jiwa yang belum diselamatkan.

KEPUSTAKAAN
Beer, David 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh.Yogyakarta: Andi, 2000
Kabanga’, Andarias dan Alexander Mangoting (ed.), Menabur dan Melayani. Rantepao, 2002
Wagner, C. Peter. Gempa Gereja.Jakarta: Nafiri Gabriel, 2000
.Pertumbuhan Gereja dan Peranan Roh Kudus. Malang: Gandum Mas, 1989
. Strategi Perkembangan Gereja.USA: Gospel Literature International
Wiebracht, Dean. Menjawab Tantangan Amanat Agung. Yogyakarta: Andi, 1997.
DIKTAT
Djadi, Jermia. Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja. Makassar: STT Jaffray, 2012



[1] Donald McGavran dalam C. Peter Wagner, Strategi Perkembangan Gereja ( USA: Gospel Literature International), 24.
[2] Dean Wiebracht, Menjawab Tantangan Amanat Agung (Yogyakarta: Andi, 1992), 29.
[3] C. Peter Wagner, Gempa Gereja (Jakarta: Nafiri Gabriel, 2000), 245.
[4] C. Peter Wagner, Strategi Perkembangan Gereja ( USA: Gospel Literature International), 26.
[5] Christian Schwarz dalam David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 89.
[6] Pengambilalihan bangunan atau barang milik yayasan keagamaan untuk dijadikan milik negara dan digunakan untuk keperluan lain.
[7] David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 16-17.
[8] Markus Rani dalam Andarias Kabanga’dan Alexander Mangoting (ed.), Menabur dan Melayani (Rantepao, 2002), 145-146.
[9] C. Peter Wagner, Pertumbuhan Gereja dan Peranan Roh Kudus (Malang: Gandum Mas, 1989), 31.
[10] Dean Wiebracht, Menjawab Tantangan Amanat Agung (Yogyakarta: Andi, 1997), 100.
[11] David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 113.
[12] C. Peter Wagner, Pertumbuhan Gereja dan Peranan Roh Kudus (Malang: Gandum Mas, 1996), 136.
[13] C. Peter Wagner, Strategi Perkembangan Gereja (Malang: Gandum Mas, 1989), 136.
[14] Ibid, 154.
[15] C. Peter Wagner, Pertumbuhan Gereja dan Peranan Roh Kudus (Malang: Gandum Mas, 1989), 74.
[16] Ibid, 177.
[17] David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 154.
[18] C. Peter Wagner dalam Jermia Djadi, Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja (Makassar: STT Jaffray, 2012), 33.
[19] David Beer, Op. Cit, 154.
[20] C. Peter Wagner dalam Jermia Djadi, Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja (Makassar: STT Jaffray, 2012), 33.
[21] Jermia Djadi, Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja (Makassar: STT Jaffray, 2012), 35
[22] Schwarz dalam David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 177.
[23] David Beer, Op. Cit, 188.
[24] Greg Ogden dalam David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 139-140.
[25] Rob Warner, dalam David Beer, 50 Cara Membuat Gereja Anda Bertumbuh (Yogyakarta: Andi, 2000), 230.
[26]  Jermia Djadi, Diktat Teologi Pertumbuhan Gereja (Makassar: STT Jaffray, 2012), 39.