Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Selasa, 14 Mei 2013

Bimbingan Konseling



Seorang konselor dalam pelayanannya hendaknya memerhatikan hal-hal berikut ini.
1.     Tujuan bimbingan adalah pertumbuhan rohani dan penyelesaian masalah (Kol. 1:28).
2.     Belajar dan bertumbuh secara aktif dalam hidup Anda sendiri bersama Allah.
3.     Bekerja sama dengan proses Allah yang kreatif dalam mengubah orang yang dibimbing melalui pembaruan akal budi (Rm. 12:1-2).
4.     Mendengarkan untuk mengomunikasikan kasih dan perhatian, serta memahami orang itu dan sifat masalahnya.
5.     Pengajaran yang meliputi koreksi, didikan, dan juga mengomunikasikan cara-cara Allah (2Tim. 3:16-4:4).
6.     Mengasihi dan menerima orang itu sebagai orang yang berharga bagi Allah (Yoh. 15:12).
7.     Membangun, yang meliputi menumbuhkan orang itu dalam Tuhan, menguatkan iman dan kepercayaannya kepada Allah, dan memperluas konsepnya tentang Tuhan (Ef. 4:12, 16, 29).
8.     Membimbing, menasihati, atau menyarankan suatu kebijaksananan atau rencana tindakan atau tingkah laku, menurut prinsip-prinsip alkitabiah.
9.     Menyarankan cara-cara untuk menerapkan kitab suci pada tiap keadaan (2Tim. 3:16-17).
10. Melatih kesabaran; karena masalah-masalah yang telah berkembang dan berlangsung bertahun-tahun mungkin akan memakan waktu lama untuk diselesaikan (Ef. 4:1-2).
11. Memercayakan karya penyembuhan dan pengubahan yang sesungguhnya kepada Allah.
12. Mendorong orang yang dibimbing untuk bekerja sama dengan Allah dalam proses penyembuhan.
13. Bersikap objektif tanpa kehilangan belas kasih.
14. Menentukan bidang pertumbuhan dalam rencana dan waktu Allah bagi orang yang dibimbing.
15. Menghibur orang dalam penderitaan; menguatkan dan memberikan pengharapan dengan penghiburan untuk meringankan kesedihan dan kesusahan seseorang, namun harus waspada terhadap bahaya akan sikap simpati yang berlebihan; tidak membiarkan diri terseret oleh arus pederitaan atau mengasihani seseorang yang sedang merana dalam keadaannya (2Kor. 1:4).
16. Melihat tujuan rohani bagi orang yang dibimbing dan menolongnya untuk maju ke tujuan itu tanpa memaksakan suatu bentuk legalisme.
17. Memelihara sikap rendah hati.
18. Berdoa secara konsisten dan terus-menerus.
19. Memercayai janji-janji Allah dan kesetiaan-Nya untuk mengatasi pencobaan dari keputusasaan.
20. Memberikan semua pujian dan kemuliaan kepada Allah atas karya- Nya dalam mengubah seseorang yang dibimbing.
Sumber
Halaman: 
254--256
Judul Artikel: 
Bimbingan Berdasarkan Firman Allah
Penulis Artikel: 
Martin dan Deidre Bobgan
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1996

Jumat, 10 Mei 2013

YESAYA 11:1-16



Dalam kitab ini menceritakan tentang janji akan kedatangan raja damai yaitu mesias. Pembagian kitab ini dibagi dalam beberapa bagian dalam pengungkapan akan kedatangan Sang raja damai dari tunggul Isai yakni raja Daud. Hal ini terjadi karena bangsa Israel dalam pembuangan di Babel dan dalam harapan mereka aka nada pendamai yang akan mendamaikan mereka dengan bangsa Asyur. Zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
Raja damai yang akan datang dipenuhi dengan Roh Tuhan dan pengenalan kan Tuhan yang dijanjikan yang akan menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan. Pada waktu itu Tuhan akan menebus sisa-sisa umatNya (ay.11). Ketika raja damai itu datang maka tidak akan ada kejahatan di Gunung Tuhan sebab semua orang mengenal Tuhan (ay.6-10). Ternyata seorang pemimpin yang mereka nantikan tidak datang seperti nubutan nabi yesaya. Nubuhat yang disampaikan oleh Yesaya membuat mereka berharap dan terus menanti akan kedatangan Mesias Pembebas secara politik. Pengharapan akan penantian Mesias membuat mereka sedikit merasa terhibur. Perkataan nabi Yesaya membuat mereka sedikit tegar menghadapi penderitaan.Sangat jelas Nabi Yesaya menubuatkan bahwa suatu waktu akan datang suatu masa yang penuh dengan kedamaian yang bila di nilai dengan logika sangat tidak masuk akal, mana mungkin serigala akan dapat tinggal bersama dengan domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing, bahkan anak yang menyusu akan bermain di dekat liang ular tedung. Ini kan merupakan suatu keniscayaan, akan tetapi kalimat yang penuh dengan harapan sangat menolong orang lagi dalam penderitaan. Kehadiran nubuat Nabi Yesaya berdampak positif bagi orang-orang Israel di tengah-tengah penderitaan di pembuangan, mereka merasa terhibur bahkan memiliki pengharapan.





Kamis, 02 Mei 2013

KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN BAGAIMANA MENYIKAPINYA (KAJIAN TEOLOGIS DAN YURIDIS)




Umumnya orang beranggapan bahwa gender sama dengan jenis kelamin. padahal tidak! jenis kelamin adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan karena kodrat atu diciptakan Tuhan demikian. Misalnya laki-laki punya penis sperma menghamili perempuan. sedangkan perempuan punya vagina, bisa haid, melahirkan dan menyusui. kesemuanya itu adalah ciptaan Tuhan tidak bisa diubah dan ditukar. sedangkan gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan oleh konstruksi sosial budaya (buatan manusia), bukan kodrat, atau bukan karena ciptaan Tuhan. misalnya: perempuan dianggap mahluk lemah, halus, rambut panjang, otak pendek, pakai rok, jaga anak, memasak didapur, dsb. Sementara laki-laki dianggap perkasa, kuat, berotot, berotak, rambut pendek, pakai celana panjang, pencari nafkah utama, kepala keluarga. gender dapat ditukar. masalah mulai muncul ketika perbedaan gender menimbulkan ketidakadilan. sayangnya ketidakadilan.

ada 5  bentuk ketidakadilan gender :
1. kekerasan terhadap perempuan (misalnya dianiaya suami, pemerkosaan).
2. subordinasi (perempuan dinomorduakan).
3. marginalisasi atau peminggiran (perempuan dipinggirkan secara ekonomis).
4. Beban ganda
5. Stereotip (anggapan baku)


MGR. DR. BENYAMIN Y. BRIA, Pr
2003. yayasan pustaka nusatama :denpasar



Rabu, 01 Mei 2013

Komunikasi Islami



 Kompleksitas komunikasi dalam islam sangat menunjang dalam situasi yang banyak dan majemuk. Kegiatan komunikasi islam sangat rumit ketika harus bertemu dalam kemajemukan agama-agama. Sebab setiap pertemuan dan antar pribadi selalu dalam konteks intrapribadi dan setiap manusia membutuhkan komunikasi dalam komunitas. Sehingga komunikasi yang dilaksanakan dalam rangka proses yang lebih universal.
Komunikasi adalah kodrat manusia dalam kepelbagaian. Setiap penganut agama islam diajak untuk bagaimana berkomunikasi dalam era globalisasi pada umumnya.

Komunikasi diperlukan lawan berbicara. Bukan hanya melalui media massa tetapi melalui massa perorangan. Perlu ada pengembangan komunikasi yang lebih intens dan menyeluruh mengingat perubahan yang sangat besar dalam era globalisasi.
Respon dan pesan yang disampaikan sangat tergantung dari orang yang menyampaikan dan orang yang menerima pesan itu. Sebab setiap komunikasi itu baik yang nyata maupun yang transdenden.


Penerbit                       : PT. Remaja Rosdakarya Bandung
Pengarang                   : Andi Abdul Muis