Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Senin, 08 April 2013

katakese


KATAKESE MENURUT PARA TEOLOG
Pengertian tentang katekisasi berasal dari kata katakese
1. Menurut Abineno, istilah- istilah yang berkaitan dengan katekisasi yaitu:
1.      Katekhein artinya memberitahukan, memberitakan, mengajar, memberi pengajaran.Mengajar dalam artian membimbing orang supaya ia melakukan apa yang diajarkan kepadanya
2.      Didaskein artinya menyampaikan pengetahuan dengan maksud supaya orang yang diajar itu dapat bertindak dengan terampil sesuai dengan apa yang diajarkan kepadanya,terutama segala sesuatu yang Kristus perintahkan.
3.      Ginoskein artinya pengetahuan mereka peroleh tentang kehendak Allah karena pergaulan yan intim dengan Dia dan yang menyatakan diri dalam suatu hidup yang taat kepadanya.
4.      Manthanein artinya kata yang mengindikasikan suatu realitas dimana terdapat suatu persekutuan yang tetap antara murid- murid dan Yesus sebagai Tuhan yang hidup,yaitu Tuhan yang memanggil mereka untuk mengikutiNya dan melakukan apa yang Ia ajarkan kepada mereka
5.      Paideuein artinya mendidik dan membimbing anggota- anggota jemaat untuk belajar berjalan di jalan pengudusan dan tetap berjalan di jalan itu.
Dari istilah- istilah tersebut diatas, katekisasi adalah membimbing anggota- anggota jemaat khususnya yang masih muda ke dalam perkataan- perkataan Allah dan perbuatan- perbuatan Allah seperti yang terdapat dalam Alkitab.Maksudnya adalah supaya mereka belajar untuk hidup bersama- sama dengan Allah dibawah pimpinan Roh Kudus dan didalam persekutuan dengan Yesus Krisus, Anak Allah itu.
2.  Katakumenat menurut Pastor Henk Keesom OSC, Katakumenat dititikberatkan pada unsur-unsur doktriner daripada bertolak pada pengalaman religious para katakumen lagipula kurang memperhitungkan segi komuniter penghayatan iman. Persiapan masa katakumen untuk menjadi orang yang dewasa secara iman yakni 3 tahun. Penghayatan iman dilakukan bukan hanya melalui pelajaran (dogma, moral, sejarah) tetapi dengan latihan seperti perayaan, doa bersama, pergaulan dengan kitab suci serta pengikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan lain yang dianggap membangun iman. Tanggungjawab seluruh umat dalam proses pembelajaran katakumen yang sangat penting.
3.  Dr. P. Sormin
Katekisan adalah pengajaran dibawah gema suara Tuhan artinya katekisasi adalah pengajaran dibawah Firman Allah.
v   Tujuan :
Mengajar, mendidik, dan membimbing katekisan kearah hidup kedewasaan dalam menjadikan murid Tuhan Yesus dan mempersatukannya dalam gereja.
v   Tema :
Isi katekismus, konfeisme gereja, sejarah gereja, atlas, alkitab, tata atau hukum gereja, isi buku-buku yang berhubungan dengan PAK.
v   Metode :
-          Tanya jawab
-          Cerita
-          Ceramah dengan pokok yang ringan
-          Drama
-          Disposisi gambar dengan papan planel
v   Waktu :
1-3 tahun kecuali bila ada yang mendesak atau khusus
v   Tempat :
-          Keluarga
-          Gereja
-          Sekolah
-          Masyarakat Luar

Jumat, 05 April 2013

Kritik Historis


1.   Menafsirkan secara historis kritis tentang Keluaran 16:13-18,31,35
Pembebasan Bangsa Israel  dari perbudakan dan perjalanan mereka ke Gunung Sinai. Tiba ditempat yang bernama Mara dan Elim di padang gurun Sin. Perjanjian Allah dengan umat-Nya di Sinai kembali ditegaskan. Kepada bangsa Israel diberikan hukum-hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup. Pada hari yang ke lima belas bulan yang kedua setelah keluar dari Mesir, mereka bersungut-sungut kepada Musa dan Harun.[1] Sehingga Manna dan burung puyuh termasuk dalam  sumber-sumber penghidupan yang telah ada dipadang gurun sebelum dan yang masih tetap ada sesudah umat Israel mengembara disitu. Diterangkan bahwa bagaimana bangsa Israel memperlihatkan suatu sikap yang boleh dikatakan sifat tetap dari bangsa itu : bani Israel bersungut-sungut tentang pimpinan Tuhan tetapi Tuhan tetap sabar dan setia dalam pasal 16 bangsa Israel diberi roti dan daging dari surga.  Keluaran Israel merupakan permulaan suatu kehidupan baru , kemerdekaan yang baru pada waktu keluar dari Mesir.  Persekutuan yang baru, kepastian yang baru.[2] 
Burung puyuh masih suatu burung yang berpindah terkenal di  Mesir-Palestina.  Daerah itu dilaporkan bahwa angin  bertiup dari lautan. Mereka mulai datang pada malam hari dan  pagi  mereka mengelilingi kemah pada jarak suatu perjalanan hari. Di sini mereka diwakili ketika terbang di atas kemah. Burung puyuh mudah ditangkap dengan senang yang mana bahasa Israel mengumpulkan burung puyuh yang diterangkan dari fakta itu.[3]
Sumber P menekankan menekankan segi penyataan ilahi sedemikian rupa sehingga peristiwa manna itu (Kel 16:14-18), dibuatnya didahului oleh adegan penyataan (Kel 16:6-12) yang menyebut nama Tuhan tak kurang dari kesepuluh kali. Manna diberi supaya Israel mengetahui bahwa Tuhanlah Allahmu yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir (ay.12 dan 6, Ul. 29:6). Kesukaan tentang pemberian makanan secara ajaib itu sering dihubungkan dengan berita kesedihan tenang Israel yang bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Ketiga peristiwa pemberian manna itu secara khusus bagi Israel sebagai bukti dukungan dan penyertaan. kenyataan yang menarik adalah bahwa manna itu sudah makanan sehari-hari. Manna tersebut turun setiap hari begitu banyak sehingga keperluan sehari-hari rakyat itu hanya pada setiap hari keenam roti diberikan dua hari. manna yang berulat setiap hari kecuali pada hari sabat adalah untuk membuktikan bahwa kepercayaan akan dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan setiap hari dan ketaata berkenaan dengan hari sabat, akan mendapat imbalan.[4] Dalam bagian ini juga terdapat kata gomer. kata itu berarti suatu mangkok kecil yang menurut ayat 36 berisi sepersepuluh efa, yaitu kira-kira 2,272 liter.

2.   Menafsirkan secara historis kritis tentang Matius 14:13-21, 6:11
Memberi makan lima ribu orang merupakan peristiwa yang terjadi pada masa raya Paskah (Yoh 6:4). Yesus menyingkir karena akan dibunuh oleh Herodes. Selain itu Yesus memerlukan isttirahat untuk melanjutkan pengajaranNya tetapi menaruh belaskasihan kepada mereka yang mengambil jalan darat kira-kira jumlahnya lima ribu orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak.  Karena tidak punya gembala murid-murid punya tanggung jawab untuk memberi mereka makan. Iman murid susah dibangun dalam menyediakan makanan yang cukup untuk mereka yang sedang duduk di rumput dengan teratur. Peristiwa ini terjadi menjelang malam. orang Yahudi membedakan adanya dua sore, yang pertama dimulai sekitar jam tiga, dan kedua pada saat matahari terbenam (bng. Kel. 12:6). sore dalam ayat 15 adalah sore pertama; ayat 23 adalah sore kedua. yang cocok adalah pemahaman bahwaYohanes 6:5-7 terjadi sebelumnya. Potongan roti yang tidak termakan (yang dimaksudkan bukan hanya sekedar remah-remahnya) adalah dua belas bakul. Bakul yang dimaksudkan disini adalah keranjang anyaman kecil (berbeda dengan keranjang besar yang tercantum di dalam 15:37), yang dipakai untuk membawa barang ketika mengadakan perjalanan. semua keranjang itu mungkin adalah kepunyaan para rasul, dan hasil pengumpulan potongan sisa tersebut cukup untuk perbekalan yang mereka butuhkan. Yohanes dalam pidato Yesus yang berikut mencatat kesejajaran peristiwa pemberian makan itu dengan Allah yang memberi bangsa Israel makan manna di padang gurun. Salah satu hal yang dititikberatkan oleh Matius ialah bahwa Yesus adalah Guru yang besar, yang mengajar bahwa Allah memerintah sebagai Raja. Yesus juga mempunyai wibawa untuk menjelaskan arti dari Hukum Allah. Kebanyakan dari ajaran-ajaran mendukung kewibawaan Kristus.[5]
Arti yang pertama dari mujizat ini ialah bahwa Yesus bukan memenuhi kebutuhan rohani saja melainkan kebutuhan jasmani juga. Yesus melanjutkan suatu garis dari dalam PL seperti pada zaman Elisa dan pada zaman Musa. Tuhan memberi makan secara ajaib (2 Raj 4:42-44 dan 16). Yesus memberikan semacam pendahluan untuk dunia yang baru. Matius 6 :11,”   Berikanlah kami pada hari ini makanan kami secukupnya dalam naskah asli yunani “epiousios”. Diterjemahkan dengan arti roti yang kami butuhkan. dalam bahasa Indonesia digunakan makanan.[6] Doa ini mengandung unsur perjamuan kudus dapat dianggap sebagai tanda dan jaminan dari perjamuan Mesianis. Menarik kesimpulan, ini adalah suatu kebenaran bahwa nabi yang perlu masuk ke dalam dunia. Kekristenan yakin yang bapak  surgawi mereka akan menyediakan kebutuhan hanya meminta hari ini untuk penghidupan sehari-hari mereka dengan tidak ada ketertarikan untuk masa depan di luar pekerjaan  dengan seketika kepada tangan mereka. sehari-hari ( epiousion).[7]

3.   Pedekatan Akulturasi
Setelah ini beberapa suara ke sana masih tinggal  permasalahan dalam pengiriman roti kepada suatu lapar memprotes orang. segalanya akhirnya tidak tergantung pada  pembicaraan yang mengenai agama atau penjelmaan religius tetapi pada  ketersediaan makanan seumur hidup. dan kemudian  terjadi cukup burung puyuh ke selimut adalah  kemah, daging di mana-mana tempat itu. pagi berikutnya ada macam roti di bawah embun bahwa Bahasa Israel belum pernah melihat sebelumnya. musa harus menceritakan kepada mereka bahwa roti bahwa raja telah memberi kamu untuk makan. begitu keluhan mereka dijawab dengan tepat. sebagai pengganti orang mesir Daging yang mereka adalah memberi burung puyuh sebagai pengganti orang mesir Roti yang mereka mempunyai roti dari Tuhan. hutan belantara yang nampak ancaman telah menjadi suatu pemeliharaan tempat.
Pertukaran  yang ringkas pada ayat 15 tentang nama roti adalah menarik meskipun  barangkali bukan yang sangat penting. ini adalah roti Israel belum pernah melihat bukan roti penderitaan dan paksaan. sehingga mereka katakan apakah itu dan pertanyaan ini menyediakan nama yang populer untuk roti: makanan dari sorga. Nama itu bagaimanapun tidak punya hal positif isi. Yang hanyalah mempertanyakan apa yang itu menunjukkan bahwa ini hanya roti asing, tidak terkenal tanpa yang terdahulu atau paralel. [8] Hal positif identifikasi dari  roti adalah musa penjelasan: adalah roti diberi oleh Yahwe untuk makan. Roti merupakan makanan pokok bangsa Israel. Dimaknai sebagai perjamuan kudus dalam perbandingan dengan orang yang berkumpul makan roti dan minum anggur.

4.   Pendekatan Inkulturasi
Dalam keseluruhan hal yang dijelaskan bahwa Roti atau manna yang adalah makanan pokok bangsa Israel adalah sama dengan nasi atau makanan lain yang merupakan makanan pokok dalam daerah tertentu di Indonesia berbeda-beda. Sesuai dengan kebutuhan atau secukupnya pada hari itu. Tuhan memenuhi kebutuhan makanan itu untuk kebutuhan jasmani kita supaya beriman dan mempercayai bahwa Tuhan mengabulkan semua permintaan kita dalam hal makanan yang adalah kebutuhan pokok.  Atau pun melakukan guci mengacu pada hari sabat pelanggaran melawan terhadap ketetapan untuk istirahat. Hal ini dilakukan oleh Allah demi kebutuhan manusia.
5.   Pendekatan Teologis
Makanan Kudus yang lain  tetapi sangat sedikit asal usul mungkin akan memberi kita maksud yang substansi atau penting. cerita menjadi kursus yang sebetulnya ajaib. mereka yang diyakinkan Tuhan itu tidak bisa atau tidak akan bertentangan dalam dunia ciptaannya harus temukan suatu penjelasan alami. tetapi di dalam  kasus itu  adalah susah untuk lihat bagaimana murid yang paling awal perlu sudah menghubungkan ini memberi makan memiliki arti penting ganjil seperti itu. Hutan belantara yang nampak ancaman telah menjadi suatu pemeliharaan tempat. Mukjizat pemberian makan dengan sederhana dihormati oleh awal gereja sebagai dari  arti penting paling.
Ada bagaimanapun dua kondisi untuk kebenaran resepsi roti. orang-orang akan memanen  baru cukup roti untuk hari dan lipatan tidak  mengalami kenaikan, sedemikian sehingga semua orang mempunyai cukup dan tidak ada orang mempunyai terlalu kecil. ketetapan untuk roti menjadi suatu model untuk suatu masyarakat perjanjian yang dengan terpercaya diorganisir di sekitar kedermawanan tak kunjung habis Tuhan. kenyataan yang menakjubkan tentang distribusi dari roti ini adalah  tidak kompetitif mereka, bukan pagar praktek yang benar-benar bekerja dan  bekerja untuk semua, yang mengumpulkan banyak tidak mempunyai terlalu banyak yang  mengumpulkan sempit tidak punya ketiadaan. Keandalan Tuhan untuk tetangga dan kepercayaan akan tinggal dalam kepercayaan penuh hak kekayaan. Roti diberikan bahwa akan percaya kepada Allah hidup dalam keluasan mungkin seperti penyelamatan bangsa Israel.






DAFTAR PUSTAKA
G.E.P Cor. ST. Mattew 14:13-21, (Torch Bible Paper Backs)
Tafsiran Alkitab Masa Kini I, Kejadian-Ester. Yayasan Komunikasi Bina Kasih
Tafsiran Alkitab Masa Kini III. Matius-Wahyu. Yayasan Komunikasi Bina Kasih
The Interpreter’s Bible , Exodus and Matthew.  New York
The Wyclife Bible Commentary, Malang:Gandum Mas
Mulder, D.C, 1970. Pembimbing kedalam Perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia




[1] D.C Mulder, Pembimbing kedalam Perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia1970.
[2] The Wyclife Bible Commentary, Malang:Gandum Mas, 354
[3] Interpreter Bible, New York, Hlm 952-953
[4] Dr Christoph Barth. Marie Claire Barth-Frommel, M.Th BPK GM ,2008,hal 224
[5] Tafsiran Alkitab masa Kini 1 Jakarta:YKBK, 1983. hlm. 166

[6] Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, YKBK, 1983, hlm 353
[7] Heer,J.J de , Tafsiran Alkitab Injil matius, PT BPK GUNUNG MULIA, 2008,  hlm 285
[8] G.E.P Cor. ST. Mattew 14:13-21, (Torch Bible Paper Backs), hlm. 55-56

Selasa, 02 April 2013

KRITIK NARATIF


KEJADIAN 18:1-15


Alur Cerita, Kisah
Dalam ayat 1 Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dalam rangka penggenapan janji lewat pemilihan, memiliki keturunan serta sunat. Diungkapkan disini Allah kembali menampakkan diri kepada Abraham. (ay.1a). dalam ayat sebelumnya sunat sebagai tanda untuk menerima janji akan keturunan baik orang asing, keluarga yang bersama-sama dengan dia.
Ayat 1 merupakan penampakan Allah terjadi setelah penglihatan yang pertama.  Dalam ayat 2 terdapat ungkapan melihat tiga orang itu juga dapat diterjemahkan dengan lihatlah tiga orang.  Salah seorang dari ketiganya adalah malaikat TUHAN (Bnd. ay 13, 17; 16:7). Ayat 3 terdapat kata  tuanku  Tetapi agaknya dapat dikatakan bahwa Abraham  mengenal malaikat Tuhan dengan cepat, ini dapat dilihat dari cara Abraham menyambut mereka (ayat 4) yakni dengan mengambilkan air untuk membasuh kaki mereka, seperti kebiasaan orang pada saat itu. kemudian ayat 5-8  narator menggambarkan jamuan kepada para tamu. jamuan makan adalah sebagai pengukuhan hubungan perjanjian (band. kel. 24:9-11). Dalam jamuan itu disusul dengan firman pengukuhan. Ayat 9 adalah peralihan cerita masuk kedalam inti pengukuhan janji kepada Abraham.
Ayat 10 terdapat kalimat: pada pintu kemah yang dibelakangNya, diterjemahkan dengan: dan ia berada di belakang (yaitu dibelakang pintu). ayat 11 narator menggambarkan kondisi fisik Abraham dan Sara pada saat itu, kemudian ayat 12-13 mengungkapkan mengenai ketidakpercayaan Sara. Gagasan Sara adalah rahasia dan tawanya sebagai akibat dari pemberitahuan yang tidak mungkin itu. demikian pula pengetahuan ilahi dalam hal pengungkapan ketidakpercayaan Sara yang terpendam itu, adalah tanda bahwa Tuhan yang datang dengan pelayan dan malaikat mengadakan mujizat yang lebih besar, yang memberikan hidup pada kandungan Sara yang mati haid. dalam ayat 14 gambaran kalimat adakah suatu apapun yang mustahil untuk Tuhan?  merupakan  hikmatNya tidak terbatas menjadikan apa yang dapat ditertawakan menjadi dapat dipercaya. Ayat 15 tanggapan Tuhan terhadap ketidakpercayaan Sara.

(17:27). Ay 1b. Abraham sedang istirahat.
Ayat 2-9 menceritakan sikap Abraham dan tamu yang datang dijamu dengan baik.
Ayat 10-15, penegasan kembali janji akan keturunan kepada Abraham.

Penokohan/Karakterisasi
a.       Tokoh
-          Abraham
-          Tamu tiga orang yang salah satunya adalah  Tuhan
-          Sara
-          Bujang/hamba
b.      Karakterisasi
-          Abraham adalah seorang pilihan yang diberikan janji akan memiliki keturunan yang banyak. Dia bersama keluarga melakukan perjalanan jauh sehingga tiap daerah yang dilaluinya membuat dipengaruhi oleh kebudayaan dan tata cara hidup orang disekitarnya.
-          Sara adalah seorang istri Abraham yang kepadanya diberikan janji akan hadirnya seorang anak. Tetapi sudah tua lanjut umurnya. Sudah mati haid. peragu.
-          Bujang seorang suruhan atau pekerja di kemah Abraham.
Tempat dan Waktu
a.       Tempat
-          Dekat pohon tarbantin atau sama dengan pohon keramat( sacred trees).
-          Di Mamre, dekat Hebron sebelah utara,  tempat kepunyaan Mamre, orang Amori, saudara Eskol dan Aner. rumah dia yang menggemukan yang sama dengan Baal. (Kej. 13:18; 18:1).
b.      Waktu
Hari panas terik
Cara Pandang Narator
Penceritaan terhadap pemilihan dan pemanggilan (psl 12) disertai janji  dengan penglihatan (psl 15), dan sunat sebagai pengukuhan perjanjian.
Analisis Situasi atau Latar Belakang
Pengukuhan janji Allah diulang dalam wujud manusia, dengan janji Allah kepada Abraham yang kembali diteguhkan dengan mengungkapkan kembali janji yang tidak mustahil sehingga makna Sara tertawa menandai keraguan terhadap janji namun janji itu tetap dihadirkan Allah bagi orang pilihanNya.