1.
LATAR BELAKANG SEJARAH
Natal berasal dari bahasa latin: Dies
Natalis, yang juga sejajar dengan bahasa Prancis: Noel, dan Italia: Il natale,
artinya kelahiran.
Masa
raya natal adalah salah satu dari perayaan tahunan atau hari raya gereja
disamping paskah dan pentakosta. Hari natal yang dirayakan oleh gereja
merupakan adopsi dari tradisi Romawi, Mesir dan Gallia. Natal dirayakan selama
sepekan yang disebut dengan masa raya natal. Masa raya natal berlangsung dari
minggu-minggu adven selama 4 minggu. Masa adven di mulai antara 27 November dan
3 Desember. Lalu natal dirayakan pada 24 dan 25 Desember, dan terakhir dengan
Epifania pada tanggal 6 Januari. Sepekan setelah natal diperingati sebagai hari
Yesus disunat yang disebut okta dan diperingati pada tanggl 1 Januari. Natal
adalah hari lahirnya Yesus Kristus, Allah dan manusia di dunia. Kisah kelahiran
Yesus dikisahkan dalam Injil Matius dan Lukas. Natal tanggal 24-25 Desember
adalah tradisi Romawi namun adven dan epifania adalah Mesir yang berkembang sampai ke Spanyol.
Hanya satu kebetulan masing-masing gereja baik Roma maupun Mesir, membawa
perayaan perayaan ini pada abad ke-4 dari tradisi masyarakat setempat.
Natal yang dirayakan
Gereja saat ini sebenarnya tidak dikenal dalam alkitab. Diceritakan dalam
alkitab, hanya Herodes yang merayakannya (Mat 14:6). Gereja Ortodoks Timur
mengenal perayaan Epifania (Kemunculan),
yang dikenal pada abad III sM. Di Roma, Natal dirayakan pada akhir abad IV yang
dirayakan pada 25 Desember. Tanggal tersebut menjadi perayaan kelahiran Tuhan
Yesus. Perayaan tersebut dimaksudkan mengkristenkan Eropa melalui usaha ambil
alih tradisi. Tradisi tersebut adalah kemenangan dewa matahari. Dalam sejarahnya
gereja tidak langsung menerimanya tetapi diterima secara resmi dan merayakan
bahkan paling meriah. Alkitab tidak panjang lebar menulis tentang kelahiran
Yesus. Injil Markus tidak menulisnya, injil Lukas dan Matius yang menulis namun
sedikit. Sama halnya dengan praktek perayaan Advent yang dianggap persiapan
perayaan natal. [1]
tradisi perayaan advent muncul pada abad ke IV. Dengan adanya perayaan tersebut
semua orang dapat menikmati ibadah sesuai dengan pola yang sudah Yesus
Tunjukkan. Adven merupakan persiapan sebelum natal yang diambil oleh gereja
sesuai dengan tradisi masing-masing, kecuali gereja aliran sudah
menghapuskannya dari perayaan gerejawi. Perayaan ini merupakan proklamasi Allah
bagi penyataan kerajaanNya.
2. BERMULA DARI EPIFANIA
Epifania berasal dari kata epipanea
yang berarti penampakan diri, kedatangan, kelihatan. Epifania berasal dari
perayaa musim salju di Mesir yang di rayakan pada tangal 6 Januari. Gereja
mesir kemudian menjdikan hari ini menadi perayaan natal. Kata epifania telah
diginaka dalam inji Yohanes 2:11.
Tradisi pesta masyarakat Mesir ini
telah dirayakan sejak zaman Amenemhet I sekitar 1996 SM. Dua puluh tiga abad
kemudian gereja Mesir mengadopsi menjadi peringatan akan penyataan Yesus.
Sepanjang malam 5-6 januari orang-orang Alaksandria merayakan kelahiran dewa
Aion yakni dewa waktu dan dewa keabadian, di dalam suatu perayaan khidmat itu
air disapu dan dibuang dari sungai Nil. Kita akan melihat gereja Mesir mengadopsi dan menetapkan
tanggal kelahiran Yesus. Celemens dari Aleksandria menuliskan tentang tanggal
kelahiran Yesus Yakni:
1.
Ada yang mengatakan Yesus lahir
pada tahun ke-28 pemerintahan kaisar Agustus (31 SM-14 M), hari pachon yakni
20-25 Mei 3 tahu sebelum Masehi, atau menurut kalender Julian sejajar dengan 18
november.
2.
Sumber lain adalah pengikut
Basilides, mengisahkan tentang hari pembaptisan Yesus, dimana Umat beribadah
pada malamnya, yakni pada tahun ke-15 pemerintahan kisar Tiberius, hari ke-15
atau ke-11 bulan Tubi pembabtisan Yesus sebagai permulaan pelayananNya
ketimbang KelahiranNya.
3.
Sumber ketiga menetapkan tanggal kelahiran
Yesus menurut kalender Julian, ialah tanggal 24-25 pharmuthi yakni 19-20 April.
Perayaan epifania dalam gereja
mengambil tema pelayanan Yesus. Ada beberapa tema yang layak di munculkan dalam
epifania. Tema pertama adalah kisah kelahiran Yesus menurut Lukas 2:1-20 dan
Matius 1:18-2:12) tema kedua adalah kisah baptisan yang diterima Yesus sebagai
awal pelayananNya menurut Markus 1:9-11. tema ketiga adalah mujizat yang Yesus
lakkan ketika perawinanan Di Kana menurut Yohanes 2:1-11. Minggu setelah epifania adalah
hari Miggu pembaptisan Tuhan. Minggu ini juga dapat dipergunakan untuk
pembaptisan. Minggu-minggu tersebut tidak disebut sebagai minggu biasa mlainkan
minggu epifania I-IX, yakni permulaan pelayanan Yesus.
3. ADVEN
Sejak tanggal 17 Desember
hingga epifania 6 Januari, tak seorang pun diizinkn absent dari gereja.
Ketetapan ini mengawali masa persiapan, termasuk persiapan calon baptis yang
disebut adven dari kata adventus yang berarti kedatangan pendekatan, hal mendekati,
menyongsong. Roma yang merayakan natal
25 Desember melakukan masa persiapan beberapa pekan sebelum natal. Hal tersebut
dapat dilihat melalui empat khotbah minggu Adven, seperti yang dilakukan gereja
masa kini. Sekali pun adven semula adalah tiruan prapaskah, namun intisari tema
adven berkisar pada penantian kedatangan Kristus yang kedua kali dan
pengharapan tersebut dirayakan dengan gembira, sebab kedatangan Kristus telah
nyata. Minggu
pertama adven dimulai pada empat Minggu sebelum 25 Desember. Minggu adven
keempat adalah minggu terakhir sebelum 25 desember.
Makna Adven Dalam Liturgi
Adalah
suatu kenyataan bahwa banyak gereja dan persekutuan Kristen tidak tahan dengan
saat-saat penantian itu, sehigga banyak gereja yang merayakan natal pada waktu
adven. Sebaknya adven tetap dirayakan sebagai adven yakni masa pengenangan dan
pengaharapan, tema tersebut dijalin didalam liturgi adven guna memperkaya
penghayatan Gereja. Bagian pertama, yakni adven pertama dan adven kedua
menenakankan segi eskatologis yakni pada
parousia. Bagian kedua, adven ketiga dan adven keempat menekankan segi
kelahiran Tuhan, yaitu pada anamnesis (pengenangan) dan inkarnasi. Dalam
praktik tema-tema adven tersebut dimunculkan baik melalui nyanyian maupun
pembacaan Alkitab.
Pembacaan Alkitab masa Adven
Adven
pertama. diisi dengan tema sikap gereja dalam menantikan masa kedatanganNya
yang membebaskan umat manusia. Perjanjian lama diambil dari kitab Yesaya,
tentang kerajaan Mesianis pembawa damai yang akan mengimpunkan umatNya ( 2
:1-5,tahun A). kemurkaan Allah sebab umat berdosa (64:1-9,tahun B). mesianis
itu berasal dari keturunan Daud untuk melaksanakan keadilanNya (Yer. 33:14-16,
tahun C). Injil yang dibacakan adalah tentang berjaga-jaga akan kedatangan
Tuhan kedua kali (Mat 24:44, tahun A;
Mark 13:24-37, tahun B; Luk 21:25-36, tahun C).
Adven
kedua adalah pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa,
seluruh umat manusia sesuai dengan keadilanNya. Berita itu disampaikan melalui
Yesaya 11:1-10 tahun A; Yes 40:1-11 tahun B, Barukh 5:1-9 (deutrokanonika)
tahun C. dll
Adven
ketiga merupakan ajakan untuk mempersiapkan bagi kedatangan Tuhan. Pembacaan
pertama tahun A diambil dari Yesaya 35:1-10, tahun B dibacakan Yes 61:1-4,
8-11. Pada Tahun C dibacakan Zef 3:14-20.
Adven
keempat fokus kebaktian mengarah kepada kelahiran Tuahn di Betlehem. Para nabi
memberitakannya pada pembacaan pertama. Pada tahun A, Yes 7:10-16, pada tahun B
2 Sam 7:1-11,16 dan pada tahun C Mik 5:2-5a. Ada tiga hal dari tema-tema adven
yaitu:
1.
Mengingat waktu dulu ketika
Yesus lahir di Betlehem oleh Maria
2.
Menyambut kedatanganNya di masa
kini di zaman kita
3.
Menantikan kedatanganNya
kembali dalam kemuliaan
4. Perayaan Natal
Walaupun
muncul natal 25 Desember secara kronologis adalah yang terakhir setelah ada
epifania dan adven di Mesir dan Gallia, namun menerima hari kelahiran Tuhan
Yesus adalah soal rumit. Gereja Roma tidak segera menerima pengalihan pesta
sang surya itu sebagai hari kelahiran Sang Jururselamat.
Gereja
Roma mengadopsi perayaan tradisional masyarakat romawi. Hippolytus dalam
komentar terhadap kitab Daniel menuliskan bahwa kelahiran Yesus jatuh pada hari
rabu 25 Desember pada tahun ke-42 masa pemerintahan kaisar Agustus. Hal 25
desember ini terlanjur diterima saja . naskah codes A dari abad ke-10 atau
ke-11 bahwa natal dirayakan pada tanggal 25 Desember maupun 2 April. Dalam
praktiknya tanggal 2 april ditolak sebab pengaruh Clemens bahwa kelahiran Yesus
terjadi pada musim dingin atau terjadi pada Desember. Kemudian tanggal 25 itu
dijadikan sebagai penyataan malaikat bahwa maria mengandung janin Yesus (luk
1:31) atau yang disebut hari raya kabar sukacita.
Mematok
tanggal berdasarkan tanggal 14 nisan (pascha computus, perhitungan berangkat
dari tanggal paskah menurut kalender Julian. Tanggal kelahiran Yesus dihitung
berdasarkan kisah penciptaan, Abraham, kisah keluarnya Israel dari Mesir dan
dihubungkan dengan paskah dan mengaitkan angka-angka simbolis. Kisah penciptaan
langit dan bumi pada hari pertama menurut tradisi barat pada waktu itujatuh
pada musim semiyakni 25 Maret.
Sementara
di Roma, gereja merayakan 25 Desember sejak tahun 336 sebagaimana tercatat
dalam Natus Christus in Betleem Judee,
untuk menggantikan perayaan hari kelahiran sang surya tak terkalahkan (dies natalis solis invicti). Kelahiran
Mithras sang dewa terang, kebenaran dan kebijaksanaan dirayakan pada 25
Desember. Sejak 336 natal telah dirayakan Gereja Roma pada tanggal 25 Desember
jelas tanggal tersebut bukan tanggal kelahiran Yesus yang sesungguhnya
melainkan strategi politis.
Liturgi natal
Umumnya
gereja-gereja sebagai berikut :
1.
Hari raya kelahiran yesus pada
senja antara pukul 18:00 dan tengah malam sekitar pukul 23:00 pada tanggal 24
Desember (misa natal). Kebaktian natal pertama ini adalahsatu dari liturgi
malam. Pembacaan pertama pada tahun liturgi A,B,C adalah yes 9:1-6, pembacaan
kedua Tit 2:11-14, Luk 2:1-20.
2.
Kunjungan para gembala
menjumpai sang bayi pada fajar (misa surya) ibadah natal kedua ini dilasanakan
sekitar pukul 06:00.
3.
Inkarnasi Allah menjadi manusia
berdasarkan Yoh 1:1-14 pada tanggal 25 Desember (misa siang). Ibadah natal
ketiga ini dilangsungkan sekitar pukul 10:00.
Oleh: Pdt
(Cand). Daud Nompi, M.Si dan Ezra Tari