PENGERTIAN
Baptisan
berasal dari kata kerja yunani ”Baptizo”
yang berarti membasahi, mencelupkan, (selam) kedalam air. Penggunaan kata
baptisan dalam upacara keagamaan yahudi selalu mempunyai kaitan yang menunjuk
kepada makna melindungi, menyelamatkan, mencurahkan, mencuci dan membersihkan.
Menurut Abineno baptisan Kristen berdasarkan atas baptisan Kristus dengan
tujuan untuk melindungi dan menyelamatkan. Dalam rangka memahami hakekat
baptisan itu dengan baik, hendaknya kita tidak hanya meninjau dari sudut “titah
baptisan” itu sendiri tetapi harus juga memperhatikan bahwa baptisan yang
dilakukan yohanes yang didasarkan pada baptisan Kristus itu bukan hanya
permandian, penyucian saja tetapi yang lebih mendalam daripada baptisan itu
adalah suatu penghukuman yaitu “dibaptis artinya mati”. Menunjuk kepada
baptisan Yesus disungai yordan itu sesungguhnya adalah kesiapan menjalani
penghukuman mati disalibkan bagi dosa manusia Mat 3:15, bnd Kol 2:11, sehingga pada akhirnya
baptisan Kristus bertujuan untuk mendatangkan anugerah pengampunan dari Allah
(Mat 12:18).
Menurut
kamus bahasa Indonesia dikatakan bahwa baptisan adalah tanda untuk melakukan
persekutuan.
- Pandangan Alkitab
Menurut Roma 6:3-8, baptisan berarti kita menerima janji
yang menjadi tanda bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus didalam
kehidupan, kematian dan kebangkitanNya. Tanda atau cap perjanjian yang kita
terima dalam baptisan itu bukan berarti
berawal dari baptisan disungai yordan tetapi itu merupakan rangkaian sejarah
penyelamatan Allah terhadap umatNya yang pertama-tama ditetapkan dalam PL
melalui sunat secara khusus kepada Abraham dan keturunanNya, Kej 17:19, Kej
7:8. dalam PL dan baptisan dalam PB merupakan suatu rangkaian yang sangat erat
dan tak terpisahkan dimana mempunyai tujuan yang sama yaitu janji tentang
keselamatan didalam Kristus.
Baptisan kudus sendiri merupakan perintah Tuhan Yesus
sebelum Ia naik ke surga (Mat 28:19). Selain itu juga dapat dilihat dari Markus
16:16, “siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak
percaya akan dihukum.
Baptisan adalah tanda bahwa kita telah diterima masuk
kedalam persekutuan gereja, supaya setelah kita ditanam didalam Kristus, kita
terhisap dalam anak-anak Allah. Yesus sendiri mengapa mau dibaptis? Itu mau mengatakan
bahwa Yesus solider dengan manusia berdosa dan bersedia menanggung hukuman
manusia, supaya ada pengampunan dosa
bagi mereka semuanya.
- Pandangan Teolog
§
Martin Luther
Pengertian Luther berangkat dari kitab Roma 1:7 “Orang benar
hidup oleh iman”. Bagi Luther Firman dan sakramen tidak dapat dipisahkan dengan
kata lain tidaklah mulia daripada Firman itu sendiri.
Luther mengatakan “Tidak usah meragukan apakah baptisan itu
berasal dari perintah Allah, Matius 28:19 “Karena itu pergilah jadikanlah semua
bangsa muridKu dan baptislah mereka kedalam nama Bapa, nama Anak, dan Roh
Kudus”. Perintah itu mengatakan bahwa baptisan bukan hasil rekayasa manusia
melainkan diwahyukan Allah sendiri yang sama nilainya dengan sepuluh Firman,
pengakuan iman rasuli dan doa Bapa kami.
Luther mengatakan “walaupun baptisan itu hal lahiriah yang
pasti firman Allah dan perintah mungkin sia-sia tetapi justru mulia dan
berharga.
§
Yohanes Calvin
Yohanes Calvin berpemahaman bahwa iman punya peranan untuk
mengerti daripada janji Tuhan. Menurutnya baptisan adalah tanda dari janji
Tuhan dan oleh tanda itu bahwa kita telah diterima dalam persekutuan gereja,
supaya setelah kita ditanamkan didalam Kristus, kita terhisap dalam anak-anak
Allah.
Dengan demikian tujuan pokok dari baptisan ialah : menerima
janji Allah bahwa barangsiapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan (Mrk
16:16). Maka berarti hanya melalui baptisan orang percaya dipersatukan dengan
tubuh Kristus (Gal 3:27), jadi melalui baptisan itu kita telah disatukan dengan
Kristus dengan demikian kita telah mengalami segala sesuatu yang telah dialami
Kristus.
- Pandangan Pendeta Kharismatik tentang Baptisan
Metode yang digunakan dalam baptisan adalah selam, mengapa harus
demikian?
-
Alasan pertama Pendeta dengan segera membuka kamus bahasa
Indonesia dan mencabut arti kata “selam” yang artinya “celup” atau dicelupkan.
Dari pengertian tersebut mereka menarik kesimpulan bahwa ketika orang dibaptis
sesuai dengan akar katanya “selam” maka orang harus dimasukkan kedalam air dan
tak sedikitpun bagian tubuhnya yang kelihatan dipermukaan air.
-
Alasan kedua, mereka melihat arti langsung dari bahasa
Yunani yakni “bapto” atau “baptiso” yang artinya : menyelamkan, mencelupkan.
-
Alasan ketiga “Tuhan Yesus sendiri dibaptis dengan cara
ini”
Kemudian untuk lebih meyakinkan ada ayat Alkitab yang pendeta cabut
misalnya : Mrk 1:10, Kis 8:38 dan
lain-lain.
-
Membaptis harus dengan air karena menurut mereka air
bukan symbol tetapi disitulah letak arti baptisan itu sendiri (Yoh 3:5).
Usia penerima baptisan
Dalam prakteknya anak-anak tidak boleh atau belum diperkenankan untuk
menerima baptisan, mengapa?
-
Menurut mereka baptisan tidak boleh diwakili atau
dengan kata lain seseorang harus memberi diri masing-masing untuk dibaptis (Kis
2:38).
-
Sida-sida Etiopia sendiri mendapat baptisan ketika
sudah dewasa (Kis 8:38).
-
Rasul Paulus sendiri dibaptis pada waktu ia dewasa (Kis
9:18-19).
-
Anak-anak hanya diserahkan bukan sakramen (I Sam 1:28).
Fungsi baptisan
-
Menurut mereka fungsi baptisan adalah untuk pengampunan
dosa (Kis 2:38).
-
Siapa yang dibaptis akan diselamatkan (Mrk 16:16).
ANALISIS PRIBADI
Ada banyak pandangan
ataupun tanggapan dari berbagai pihak disekitar baptisan. Ada yang menerapkan metode baptisan dengan
menafsir ayat-ayat alkitab secara harafiah atau memraktekkan sesuai dengan arti
katanya.
Dilain
pihak ada gereja-gereja yang berpemahaman bahwa air yang digunakan untuk
membaptis bukan symbol melainkan itulah baptisan itu sendiri. Bahkan juga ada
pemahaman bahwa orang tidak dapat selamat tanpa dibaptis, anak-anak belum bisa
menerima baptisan karena mereka belum dapat mengetahui dosa-dosa dan lain-lain.
Saya
sendiri berpemahaman bahwa metode atau secara khusus air yang digunakan
hanyalah symbol bukan berarti itu bisa disepelekan. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah
mengharamkan metode-metode yang digunakan gereja lain merupakan hal yang
keliru.
Hal
yang menarik disekitar wawancara dengan pendeta gereja kharismatik, mengapa
mereka memberlakukan baptisan ulang. Ternyata mereka cenderung menjunjung
tinggi metode yang digunakan untuk membaptis. Mereka sedikit kaku memberlakukan
tata cara baptisan, maklum menafsir secara harafiah. Tetapi ya begitulah
mereka.
Dengan
memperhatikan pendapat para ahli, pengertian kamus, pemahaman pendeta
kharismatik bahkan apa kata alkitab. Saya secara pribadi hanya ingin mengatakan
bahwa :
- Hakekat baptisan tidak terletak pada metode (air), selam yang digunakan.
- Air hanyalah symbol jadi bukan itu yang utama.
- Yang ditandakan yang lebih utama yakni Kristus Yesus.
- Iman adalah alat untuk mengukur makna dari baptisan.
- Tidak perlu memperlakukan baptisan ulang bagi orang yang telah dibaptis dalam nama Allah bapa, Putera, dan Roh Kudus.
- Baptisan bukan alat penyelamatan.
- Biarlah masing-masing orang memraktekkan dan memaknai baptisan sesuai dengan pemahaman iman.