Remaja sebagai masa peralihan dapat diamati melalui
ciri-ciri sebagai berikut :
1. Timbul perubahan jasmani,
perubahan fisik berbeda dengan keadaan sebelumnya.
2. Pemikiran inteleknya lebih
kepada diriny sendiri, refleksi diri.
3. Perubahan hubungan antara
anak dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya.
4. Timbul perubahan dalam
perilaku, pengamalan dan kebutuhan seksual.
5. Perubahan harapan dan
tuntutan orang terhadap remaja.
6. Perubahan dalam waktu yang
singkat menimbulkan masalah dan penyesuaian dan usaha melakukannya.
Remaja mudah diombang-ambingkan oleh lingkungan yang
disebabkan oleh beberapa hal :
1. Kekecewaan dan penderitaan
2. Meningkatnya konflik,
pertentangan-pertentangan dan krisis
3. Impian dan khayalan
4. Pacaran dan percintaan
5. Keterasingan dari kehidupan
orang dewasa dan norma budaya.
Beberapa tugas perkembangan bagi remaja :
1. Menerima keadaan fisiknya
2. Menerima kebebasan
emosional
3. Mampu bergaul
4. Menemukan model untuk
identifikasi
5. Menerima dan mengetahui
kemampuan diri sendiri
6. Memperkuat penguasaan diri
atas dasar skala nilai dan norma
7. Meninggalkan rekasi dan
cara penyesuaian kekanak-kanakan
Beberapa ciri khas remaja disekitar perkembangannya
yakni :
1. Kecanggungan dalam
pergaulan dan kekakuan dalam gerakan akibat perkembangan fisik.
2. Ketidakseimbangan secara
keseluruhan terutama keadaan emosi yang labil.
3. Perombakan pandangan dan
petunjuk hidup yang telah diperoleh pada masa sebelumnya, meninggalkan perasaan
kosong di dalam diri seorang remaja.
4. Sikap menantang dan
menentang orang tua maupun orang dewasa lain merupakan ciri yang
mewujudnyatakan keinginan remaja untuk merenggangkan ikatannya dengan orang tua
dan menunjukkan ketidaktergantungan kepada orang tua atau orang dewasa lain.
5. Pertentangan di dalam
dirinya sering menjadi pangkal sebab pertentangan-pertentangan dengan orang tua
dan anggota keluarga lainnya.
6. Kegelisahan keadaan tidak
tenang menguasa diri remaja.
7. Eksperimentasi atau
keinginan besar yang mendorong remaja mencoba dan melakukan segala kegiatan dan
perbuatan orang dewasa bisa ditampung melalui ilmun pengetahuan.
8. eksplorasi, keinginan untuk
menjelajahi lingkungan alam sekitar disalurkan melalui penjelajahan alam,
pendakian gunung dna terwujud melalui petualangan lain.
9. Banyaknya fantasi,
khayalan, bualan merupakan ciri khas remaja.
10. Kecenderungan membentuk
kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Beberapa hal penting dari remaja yang perlu
diperhatikan yakni :
1. Kelenjar keringat
2. Perubahan pada buah dada
(wanita)
3. Pertumbuhan penis dan buah
zakar (pada pria)
4. Perkembangan terlalu cepat
5. Perkembangan terlalu lambat
Beberapa hal yang penting dilakukan oleh orang tua
pada anak yakni:
a. Orang tua harus bersifat
terbuka dalam membicarakan masalah seksual pada anaknya tentu dengan mengingat
taraf perkembangan anak yang sesuai dengan pengertian yang mungkin diberikan.
b. Usaha mengalihkan kegiatan
anak dari non produktif ke hal-hal yang produktif.
c. Pengawasan yang sewajarnya
perlu dilakukan oleh pendidik.
d. Konsultasi dengan para
aahli secara berkala mungkin bisa lebih membantu menghadapi masalah yang
timbul.
e. Membina hubungan baik
antara anak dan orang tua sehingga menghilangkan kecagungan untuk membicarakan
berbagai masalah yang timbul.
Untuk mengatasi konflik dalam diri remaja yang harus
dilakukan adalah :
1. Mengubah tingkah lakunya
2. Mengubah sikap
3. Penolakan
4. Distorsi informasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah
a. Jenis kelamin
b. Harapan-harapan
c. Suku bangsa
d. Nama dan pakaian
Batasan aspirasi mereka dan berusaha mengarahkan
sesuai dengan batas-batas potensi yang dimiliki masyarakat yakni:
1. Perkembangan aspirasi
a. Tingkat aspirasi berkembang
dari latihan di rumah.
b. Aspirasi dipengaruhi apa
yang bernilai bagi luar atau apa yang diharapkan orang luar.
c. Aspirasi berkembang dari
rasa persaingan. Banyak aspirasi pada keinginan untuk melebihi orang lain.
d. Aspirasi berkembang dari
tradisi kebudayaan.
e. Perkembangan aspirasi
melalui pengaruh media massa.
f. Aspirasi berkembang dari
pengalaman masa lalu
g. Aspirasi berkembang melalui
minat dan nilai-nilai. Minat remaja mempengaruhi dalam dua cara yakni bidang
apa aspirasi dikembangkan dan tingkat aspirasi.
Syndrome achievement adalah proses yang rumit untuk
mencapai hasil. Hal itu dibagi dalam tiga hal. Aspirasi, motivasi, nilai
keberhasilan.
Keberhasilan mempengaruhi beberapa hal yakni:
1. Tingkat aspirasi, remaja
dapat mengulangi keberhasilan yang telah melampaui dan sebaliknya akan tetap
2. Menjadi gemar akan
kegiatan.
3. Keberhasilan memperkuat
motivasinya untuk meningkatkan kepandaian
4. Keinginan untuk
memperlihatkan keberhasilan yang diperoleh.
5. Menimbulkan kepuasan yang
didukung empat faktor yakni: nilai bagi dirinya terhadap kegiatan itu, reputasi
yang berhubungan dengan itu, bagaimana sikap orang-orang yang berarti baginya
terhadap keberhasilan itu.
6. Gambaran diri.
7. Mempengaruhi perkembangan
keberhasilan yang lebih kompleks.
Sebab sebab kegagalan:
1. Terbatasnya kemampuan
mental atau fisik
2. Kekurangan pengenalan
terhadap potensi sendiri
3. Kekurangan kesempatan untuk
berlatih
4. Rendahnya motivasi
5. Tingkat aspirasi yang
tinggi tetapi tidak realistis