Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Sabtu, 10 Desember 2011

Judul Buku          : Konseling Gangguan Jiwa dan Okultisme
Pengarang          : Julianto Simanjuntak
Gramedia, Jakarta, 2008

Menurut harian suara merdeka, 19% penduduk kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar mengalami Gangnguan Mental. Data terbaru dari WHO seperti dikutip oleh Alber Maramis, mengngkapkan bahwa sekitar 26 juta jiwa penduduk Indonesia mengidap gangguan jiwa, dan 13,2 juta jiwa diantaranya mengalami depresi. Kerugian Negara akibat gangguan jiwa pada tahun 1997 adalah Rp 31 triliun/tahun karena hilangnya produktivitas rakyat yang mengalami gangguan jiwa. Di Indonesia angka bunuh diri akibat gangguan jiwa mencapai 1.800 orang per 100.000 penduduk. Untuk menanggulangi hal ini, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat perlu turun tangan.
Apakah anda sehat secara mental? Untuk mengetahui sehat secara mental menurut Malony, individu yang sehat secara mental pertama adalah memiliki sikap positif terhadap diri sendiri. Ia memiliki kesadaran diri yang baik artinya ia mengetahui dan menerima kelebihan dan apa kekurangannya. Ia menerima dirinya sendiri apa adanya. Ia mampu mengaktualisasikan dirinya dengan baik. Ia memiliki cita-cita hidup dan merasa bertumbuh kearah yang dicita-citakan. Ketiga ia adalah pribadi yang memiliki integritas. Ia hidup sesuai apa yang ia katakana enggan perbuatannya. Ia memiliki satu keseimbangan antara kekuatan motivasi dan falsafah hidup pribadi, keempat memiliki otonomi pribadi artinya mampu menerima penolakan dari luar serta memiliki hidup. Kelima, memiliki persepsi yang akurat terhadap relaita, termasuk melihat sebagaimana adanya. Ia tidak menyangkal hal-hal buruk yang terjadi di masa lalunya dan masa kini. Keenam, ia termasuk mempunyai control diri dalam mengasihi orang lain, dalam pekerjaan termasuk dalam bersahabat dengan orang lain.
Batas sehat dan tidak sehat sangat tidak mudah diidentifikasi. Juga kemungkinan besar cukup banyak individu berada di area antara wilayah tidak sehat dan tidak sakit. Mereka yang tidak sehat secara mental adalah individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dalam empat area kehidupan. Pertama, tidak mampu berelasi secara social. Kedua, mengalami gangguan secara emosi, di antaranya depresi, mudah cemas, dan gangguan emosi karena gangguan seksual. Ketiga, mereka yang mengalami gangguan tidur, tidak mampu mengontrol berat badannya dan merusak tubuh lewat kebiasaan merokok berlebihan, minum alcohol dan zat aditif lainnya. Keempat, mudah mengalami kelelahan dan kebosanan yang sangat dalam bekerja atau bekerja dengan berlebihan.
Manusia pada dasarnya adalah mahluk social. Manusia membutuhkan ikatan atau hubungan yang intim dengan orang-orang terdekat dalam masyarakat. Menurut Gordon, ikatan itu sangat penting bagi manusia sebab menjadikan seseorang tahan terhadap stress dan kecemasan. Manusia membutuhkan dukungan social dari sesamanya, yakni berupa penghiburan, perhatian, penerimaan atau bantuan dari orang lain.
Dari penelitian terhadap 2000 karyawan, sarafino menemukan ada kolerasi antara social support dan stress. Mereka yang mendapat social support lebih banyak, cenderung lebih kecil mengalami stress. Sayangnya, kita melihat dalam praktik kehidupna bermasyarakat, manusia cenderung makin egois dan mementingkan diri sendiri. Sayangnya, kita melihat dalam praktik kehidupan bermasyarakat, menusia cenderung makin egois dan mementingkan diri sendiri. Dalam relasi dengan sesamanya, komunikasi manusia makin impersonal dan superficial. Artinya semakin mekanistis, dangkal dan tidak berpribadi.
Komunikasi ini disuburkan dengan mengganti komunikasi langsung dengan surel. Kita tidak menyangkali manfaat sarana komunikasi di atas, tetapi komunikasi yang membangun hubungan emosi tetap tidak dapat digantikan. Bahasa cinta sebagian manusia dalam budaya tertentu telah mengganti bahasa cinta berbasis uang dan benda. Jangan heran kondisi semakin memperbesar perasaan kesepian dalam diri manusia meski ia memiliki banyak uang dan benda. Sebab, miskinya relasi dan komunikasi inilah salah satu sumber utama stress dan kecemasan. Perkembangan masyarakat yang semakin cepat memang membawa kemajuan luar biasa dalam segala bidang. Tetapi disisi lain kita harus membayar mahal sebab dampak negative dari kemajuan itu telah menimbulkan berbagai jenis gangguan jiwa dalam diri manusia, khususnya gangguan yang menimpa anggota masyarakat yang tidak siap menghadapi akselerasi perubahan social yang ada.