Bahasa menggambarkan
dunia dan berhubungan dengan pemikiran, pengetahuan, dan bahasa itu sendiri.
Bahasa bukan hanya menjelaskan fakta objektif melainkan apa yang abstrak
seperti dalam doa, permintaan atau ucapan seremonial. Analisis utama adalah
permainan bahasa. Setiap penggunaan bahasa terjadi dalam sistem terpisah
memiliki peraturan masing-masing. Setiap permainan memiliki peraturannya
sendiri, demikian peraturan operatif dan signifikansi istilah dalam konteks
berbeda dalam mengungkapkan maksud penggunaan bahasa. Setiap penggunaan bahasa
yang berlaku dalam permainan bahasa yang terpisah. Permainan bahasa yang
bermacammenuntut penggunaan bahasa yang berbeda-beda dituntut sesuai dengan
kebenaran yang universal. Tidak ada proposisi yang dibatasi oleh satu
pengertian tunggal yang bergantung pada konteksnya. Konteks bukan hanya
mencakup suasana yang berbeda yang melekat pada konteks. Wittgenatein menolak
arti pribadi bahasa mengenai kenyataan yang menjurus pada tunggal bahasa, sebab
pada hakekatnya bahasa merupakan suatu gejala sosial, distruktur yang merupakan
interaksi sosial.