Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Rabu, 16 April 2014

KAFIR



OLEH WARYONO ABDUL GHAFUR.
INTISARI oleh EZRA TARI

Dalam buku Meniti Kalam Kerukunan 1; Nur Kholis Setiawan dan Djaka Soetapa (ed).
Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010, 57.

            Kata kafir, kata benda pelaku (isimfa’il) dari kata ka-fa-ra, artinya menutupi. Menurut Izutsu, kata Ka-fa-ra adalah tutup atau penutup. Makna kata ini berkenaan memberi dan menerima. Kufr adalah menutupi, mengabaikan dengan sengaja kenikmatan yang diperolehnya. Dalam Alquran kata ini adalah menurutpi (Q.S. Ibrahim 14:7) melepaskan diri (Q.S. Ibrahim 14:22), para petani (Q.S. al-Hadid 57:21), menghapus (Q.S. al-baqarah 2:27) dan al Anfal 8:29), denda tidak menjalankan syari’ah (Q.S. al. Maidah 5:89, dan 95), kaffarah (kelopak yang menutupi buah.
            Menurut Izutsu, Al Ghasali membagi lima tingkat kekafiran. Pertama, yahudi, Kristen, majusi dan penyembah berhala. Kedua, Brahman dan materialis. Ketiga, filsuf. Keempat, Mu’tazilah; para antropormofis dan sektarian.
Beberapa pendapat tentang kekafiran, menurut kaum khawarij bahwa kafir adalah meninggalkan perintah Allah SWT atau melakukan dosa besar. Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa kafir adalah orang yang ingkar terhadap Allah SWT. Kaum Asyariah berpendapat bahwa pendustaan dan ketidaktahuan akan Allah SWT.
            Kafir menurut ulama Fiqih adalah orang yang mengingkari agama Allah atau tidak mempercayai adanya Allah SWT, Rasulallah, atau nabi-nabi-Nya, malaikat, kitab kiamat, qadar baik dan buruk. Beberapa klasifikasi kafir dalam hukum islam yaitu:
Pertama: kafir zimmi, atau al zimmah, yaitu orang kafir yang telah tunduk pada peraturan negara islam dan berjanji akan memenuhi kewajiban yang berlaku atasnya kecuali masalah aqidah atau kepercayaan.
Kedua : kafir harbi, yaitu orang kafir yang wajib diperangi karena mengacau keselamatan orang islam.
Ketiga: kafir mu’ahad, yaitu orang kafir yang mengadakan perjanjian dengan umat islam bahwa mereka tidak bermusuhan selama perjanjian berlaku.
Keempat: kafir musta’man, orang kafir yang diberi keamanan atau non muslim yang masuk negara islam.
Kafir adalah orang yang menutupi kebenaran. Orang kafir adalah mereka yang menolak anti kebenaran.
            Ada lima macam bentuk kekafiran atau Kufr. Kufr Juhud ada dua bentuk yaitu Kufur dengan meninggalkan perintah Allah, kufur lepas dari Allah. Kufur juhud adalah ingkar dengan kerububiyah-an Allah. Kufur juhud adalah pengingkaran terhadap ajaran Tuhan dalam keadaan tahu bahwa apa yang diingkari adalah sebuah kebenaran seperti dalam (Q.S. an-Naml 27:14, Q.S. al Baqarah 2:89).
            Kufr nikmat diungkapkan dalam Alquran cerita tentang ucapan Sulaiman (Q.S. an-Naml 27:40, Q.S. Ibrahim 14:7, Q.S al Baqarah 2:152).
            Kufr berikutnya adalah meningggalkan perintah Allah (Q.S. al-Baqarah 2:84-5).
Kufr bara’ah artinya tidak merestui atau melepaskan diri dari hal negatif seperti firman Allah (Q.S al-mantanah 60:4, Q.S. al-Ankabut 29:25).
Para ahli membagi beberapa macam kufur
Pertama: kufur juhud yakni pengakuan terhadap Tuhan dalam hati tetapi tidak diiringi dengan ucapan apalagi tindakan atau perbuatan (Q.S. an-Nahl 27:13-14, al Baqarah 2:89).
Kedua: kufur inkar yakni kafir terhadap Allah, para rasul serta semua ajaran dan hari akhirat (Q.S. al-baqarah 2:212, al Naml 16:107). Orang kufur inkar adalah orang yang mengaku islam namun sombong dan angkuh.
Ketiga : kufr nifaq yakni pembenaran dengan ucapan tetapi inkar hati atau manis dibibir tetapi hatinya penuh kedengkian (Q.S. al maidah 5:41).
Keempat: Kufr riddah atau irtidad yaitu orang islam yang menyatakan diri kelaur dari islam (Q.S. an Nahl 16:106).
Kelima kufr syirik yaitu orang yang mempersekutukan Allah dengan mahluk lain (Q.S. an-Nisa 4:48). Kufur Syirik adalah perbuatan yang melakukan ibadah yang tidak disyari’atkan Allah.
Keenam: kufur nikmat yaitu menyalahgunakan nikmat Allah dengan tidak mendayagunakan pada yang ada pada dirinya tidak menerima kasih pada-Nya dengan menutupinya (Q.S. an-Naml 27:40).
Alquran dan hadis menjelaskan bahwa setiap manusia lahir keudia membawa potensi atau fitrah ketuhanan dan menjadi muslim (Q.S. Al.A’raf 7:172).

Watak orang kafir
a.       Orientasi dan tujuan hidupnya hanya tertuju pada dunia (Q.S. al baqarah 2:212)
b.      Menjadikan syaitan sebagai Tuhan penolong dan teman karib (Q.S. al baqarah 2:257)
c.       Sombong dan angkuh (Q.S. al Ahqaf 46:10)
d.      Tidak mengambil i’tiar dan pelajaran dari sunnatullah alam ini (Q.S. al Ahbiyah 21:30)
Kamus Indonesia:
 (pembawaan kekafiran). Dalam segi ilmu bangsa-bangsa (etnologi) ialah orang bukan Yahudi, sebagaimana yang disebutkan dalam bahasa Inggris Gentiles. Dalam segi rohani, ialah orang yang tidak ada pertobatannya, yang mana kehidupannya tidak beda degnan orang yangbukan Kristen, atau seperti pemungut cukai, Mat 18:17. dalam bahasa Inggris disebutkan Heathen.