OLEH WARYONO ABDUL GHAFUR.
INTISARI oleh EZRA TARI
Dalam buku
Meniti Kalam Kerukunan 1; Nur Kholis Setiawan dan Djaka Soetapa (ed).
Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 2010, 57.
Kata kafir, kata benda pelaku (isimfa’il) dari kata ka-fa-ra, artinya
menutupi. Menurut Izutsu, kata Ka-fa-ra adalah tutup atau penutup. Makna kata
ini berkenaan memberi dan menerima. Kufr adalah menutupi, mengabaikan dengan
sengaja kenikmatan yang diperolehnya. Dalam Alquran kata ini adalah menurutpi
(Q.S. Ibrahim 14:7) melepaskan diri (Q.S. Ibrahim 14:22), para petani (Q.S.
al-Hadid 57:21), menghapus (Q.S. al-baqarah 2:27) dan al Anfal 8:29), denda
tidak menjalankan syari’ah (Q.S. al. Maidah 5:89, dan 95), kaffarah (kelopak
yang menutupi buah.
Menurut Izutsu, Al Ghasali membagi
lima tingkat kekafiran. Pertama, yahudi, Kristen, majusi dan penyembah berhala.
Kedua, Brahman dan materialis. Ketiga, filsuf. Keempat, Mu’tazilah; para
antropormofis dan sektarian.
Beberapa pendapat
tentang kekafiran, menurut kaum khawarij bahwa kafir adalah meninggalkan
perintah Allah SWT atau melakukan dosa besar. Kaum Mu’tazilah berpendapat bahwa
kafir adalah orang yang ingkar terhadap Allah SWT. Kaum Asyariah berpendapat
bahwa pendustaan dan ketidaktahuan akan Allah SWT.
Kafir menurut ulama Fiqih adalah
orang yang mengingkari agama Allah atau tidak mempercayai adanya Allah SWT,
Rasulallah, atau nabi-nabi-Nya, malaikat, kitab kiamat, qadar baik dan buruk. Beberapa
klasifikasi kafir dalam hukum islam yaitu:
Pertama: kafir zimmi, atau al zimmah,
yaitu orang kafir yang telah tunduk pada peraturan negara islam dan berjanji
akan memenuhi kewajiban yang berlaku atasnya kecuali masalah aqidah atau
kepercayaan.
Kedua : kafir harbi, yaitu orang kafir yang wajib diperangi karena mengacau
keselamatan orang islam.
Ketiga: kafir mu’ahad, yaitu orang kafir yang mengadakan perjanjian dengan umat
islam bahwa mereka tidak bermusuhan selama perjanjian berlaku.
Keempat: kafir musta’man, orang kafir yang diberi keamanan atau non muslim yang
masuk negara islam.
Kafir adalah
orang yang menutupi kebenaran. Orang kafir adalah mereka yang menolak anti
kebenaran.
Ada lima macam bentuk kekafiran atau
Kufr. Kufr Juhud ada dua bentuk yaitu Kufur dengan meninggalkan perintah Allah,
kufur lepas dari Allah. Kufur juhud adalah ingkar dengan kerububiyah-an Allah. Kufur
juhud adalah pengingkaran terhadap ajaran Tuhan dalam keadaan tahu bahwa apa
yang diingkari adalah sebuah kebenaran seperti dalam (Q.S. an-Naml 27:14, Q.S.
al Baqarah 2:89).
Kufr nikmat diungkapkan dalam
Alquran cerita tentang ucapan Sulaiman (Q.S. an-Naml 27:40, Q.S. Ibrahim 14:7,
Q.S al Baqarah 2:152).
Kufr berikutnya adalah meningggalkan
perintah Allah (Q.S. al-Baqarah 2:84-5).
Kufr bara’ah
artinya tidak merestui atau melepaskan diri dari hal negatif seperti firman
Allah (Q.S al-mantanah 60:4, Q.S. al-Ankabut 29:25).
Para ahli
membagi beberapa macam kufur
Pertama:
kufur juhud yakni pengakuan terhadap Tuhan dalam hati tetapi tidak diiringi
dengan ucapan apalagi tindakan atau perbuatan (Q.S. an-Nahl 27:13-14, al
Baqarah 2:89).
Kedua: kufur
inkar yakni kafir terhadap Allah, para rasul serta semua ajaran dan hari
akhirat (Q.S. al-baqarah 2:212, al Naml 16:107). Orang kufur inkar adalah orang
yang mengaku islam namun sombong dan angkuh.
Ketiga :
kufr nifaq yakni pembenaran dengan ucapan tetapi inkar hati atau manis dibibir
tetapi hatinya penuh kedengkian (Q.S. al maidah 5:41).
Keempat:
Kufr riddah atau irtidad yaitu orang islam yang menyatakan diri kelaur dari
islam (Q.S. an Nahl 16:106).
Kelima kufr
syirik yaitu orang yang mempersekutukan Allah dengan mahluk lain (Q.S. an-Nisa
4:48). Kufur Syirik adalah perbuatan yang melakukan ibadah yang tidak disyari’atkan
Allah.
Keenam:
kufur nikmat yaitu menyalahgunakan nikmat Allah dengan tidak mendayagunakan
pada yang ada pada dirinya tidak menerima kasih pada-Nya dengan menutupinya
(Q.S. an-Naml 27:40).
Alquran dan
hadis menjelaskan bahwa setiap manusia lahir keudia membawa potensi atau fitrah
ketuhanan dan menjadi muslim (Q.S. Al.A’raf 7:172).
Watak orang
kafir
a. Orientasi dan tujuan hidupnya hanya
tertuju pada dunia (Q.S. al baqarah 2:212)
b. Menjadikan syaitan sebagai Tuhan
penolong dan teman karib (Q.S. al baqarah 2:257)
c. Sombong dan angkuh (Q.S. al Ahqaf
46:10)
d. Tidak mengambil i’tiar dan pelajaran
dari sunnatullah alam ini (Q.S. al Ahbiyah 21:30)
Kamus
Indonesia:
(pembawaan kekafiran). Dalam segi ilmu
bangsa-bangsa (etnologi) ialah orang bukan Yahudi, sebagaimana yang disebutkan
dalam bahasa Inggris Gentiles. Dalam segi rohani, ialah orang yang tidak ada
pertobatannya, yang mana kehidupannya tidak beda degnan orang yangbukan
Kristen, atau seperti pemungut cukai, Mat 18:17. dalam bahasa Inggris
disebutkan Heathen.