KARL MARX
Karl marx lahir pada tanggal 5 mei 1818, anak kedua dari
delapan bersaudara ayahnya, Heinrichn Marx, seorang pengacara yahudi yang
tinggal dikota kecil Rhine land, Trier.
Dan ada 2 hal yang perlu diperhatikan sebelum mengenal Marx lebih jauh. Yang
pertama sebagai pencetus komunisme, dia tidak memberikan teori agama yang
terperinci karena masalah agama hanya merupakan salah satu bagian dari
totalitas pemikirannya.
Tulisan-tulisan Marx bagi orang komunis sama sakralnya dengan injil
bagi umat kristiani. Komunisme mempunyai satu system doctrinal yang tidak bisa
ditafsirkan secara serambangan, memiliki upacara, tempat dan tokoh-tokoh sacral
tersendiri. Yang kedua karena filsafat Marx sangat luas cakupannya maka porsi
yang ditawarkannya tentang “teori” agama tradisional kecil sekali dan dan bukan
merupakan inti dari seluruh bagian inti dari seluruh pemikirannya. Marx mempunyai
pandangan yang berbeda dengan Durkheim, Freud tentang agama. Pandangan Marx
terhadap agama berdasarkan tulisan-tulisan filsafsat dan social yang telah ada sebelum dia.
Menurut kelompok
Hegel mereka menilai materi jauh lebih utama karena pikiran akan dunia, konsep
dan ide-ide sebagai sesuatu yang penting bagi para pemikir. Prinsip umum yang
menyatakan bahwa hal yang paling penting mendasar dari alam semestadapat
diketahui dalam alam materi bukan dalam konsep-konsep mental menjadi basis
filosofis bagi pemikiran Marx selanjutnya ada dua tema yang menjadi titik tolak
pemikirannyan:
Pertama :keyakinan Marx terhadap kenyataan ekonomi sebagai hal yang
mempengaruhi perilaku manusia; kedua, tesis yang menyatakan sejarah manusia
sebagai sejarah pertentangan kelas, konflik terus-menerus terjadi dalam
masyarakat.
Dalam
tulisan-tulisan Marx memformulasikan pandangan materialisnyantentang manusia
dan tujuan hidup manusia. Dia juga mengemukakan ide-idetentang sejarah dan
masyarakat, ekonomi dan politik, hukum, moral, filsafat dan agama. Dan apa yang
diperoleh Marx sangat berpengaruh dalam karir dan kehidupan selanjutnya.
Pada tahun 1845,
Marx dan Engles berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat jarang dimiliki oleh
kaum intelektual lain yaitu kolaborasi yang nyaris sempurna antara mereka
berdua. Mereka sangat mirip dalam pemikiran tetapi berbeda dalam talenta dan
kepribadian. Marx lebih cenderung bersifat sebagai seorang pemikir orisinil
lebih berdaya filosof bijaksana terkadang sulit dipahami dan kata-katanya penuh
makna.
Walaupun orang awam
tidak tahu banyak tentang revolusi, namun ide-ide Marx dan Engles sudah bukan
rahasia lagi dikalangan para ilmuwan pada saat itu. Dan setelah terjadi
revolusi dimana-mana diseluruh Eropa maka yang dicurigai adalah Marx. Sehingga
mereka melarikan diri dari Prancis menuju Brusel.dan kemudian menghabiskan seluruh
sisa hidupnya dalam masa pembuangan namun secara empati bukan untuk pensiun
dari kegiatannya tetapi mereka bekerja tampa
lelah dalam melanjutkan studinya.kerena mereka telah dihimpit oleh kemiskinan
dan kekurangan pangan dalam keluarganya.
Dalam masa-masa inilah
dia menulis dua karya tentang revolusi politik di perancis,dua karya tentang
ekonomi,politik dan beberapa tulisan lain mengenai sejarah dan teori ekonomi.das
kapita adalah karyanya yang paling penting pada masa itu.Das kapita adalah
volume pertama dari ketiga volume yang membahas bidang yang sama [ekonomi].Dua
volume lainnya hanya sempat ditulis dalam bentuk manuskrip dan itupun belum
lengkap.
Bagi Marx masyarakat
primitive adalah bentuk organisasi manusia yang paling alami.masyarakat bisa
menikmati hidup mereka dengan melakukan pekerjaan yang mereka butuhkan.menurut
Marx hubungan produksi akan mengalami perubahan kerena barang yang dihasilkan
tidak lagi dibutuhkan.Marx hendak melakukan penyerangan utuk menghancurkan
seluruh system social-ekonomi yang selama ini telah menindas mereka.
Marx bukanlah
satu-satunya orang yang mengtegahkan garis besar konsep pembagian dan
pertengahan kelas.Dia memang sepenuhnya sadar bahwa dialah yang menemukan hubungan
antara pembagian kelas social dengan beberapa tahapan perkembangan ekonomi dan
meramalkan masa depan yang bermuara pada satu revolusi dan hilangnya kelas
social.
Marx memilih kata yang
bisa mewakili seluruh aktifitas intelektual yang menciptakan superstruktur
yaitu’’ideologi’’.setiap masyarakat menghasilkan sestem ide dan kreaktivitas
seni yang menurut pemikiran mereka muncul dari keinginan untuk mencapai
kebenaran dan kecintaan kepada keindahan.
Kritik Terhadap Agama.
Marx mengatakan bahwa
agama sama sekali adalah sebuah ilusi.Agama adalah bentuk ideology yang paling
aktrem dan paling nyata.tujuan utamanya adalah dapat memberikan alasandan
hokum-hukum agar seluruh tatanan dalam masyarakat bisa berjalan dengan
keinginan penguasa.namun agama sangat bergantung pada kondisi ekonomi,sebab
tidak ada satupun doktrin dan kepercayaan agama yang mempunyai nilai-nilai
independen.
Marx menegaskan bahwa
kepercayaan terhadap Tuhan atau dewa-dewa adalah lambing kekecewaan atas
kekalahan dalam perjuangan.Marx menolak agama.dia menyatakan keyakinanya
sebagai seorang penganut ateis.penolakan Marx ini bukan hanya pada Kristen tetapi
kepada seluruh agama,dia mengatakan Aku benci semua dewa,alas an mereka bahwa
dewa-dewa tersebut tidak mengakui bahwa kesadaran diri manusia adalah derajat
ketuhanan tertinggi.
Marx menegaskan
bahwa kita harus menarik garis deology antara agama dan aktivitas
social-ekonomi. Keduanya sama-sama menciptakan aleanasi, agana merampas potensi-potensi ideal
kehidupan alami manusia dan mengarahkannya kepada sebuah realitas asing dan
unnatural yang kita sebut Tuhan. Ekonomi kapitalisme merampas hal yang lai dari
ekspresi manusia yaitu produktivitas kerja mereka dan merubahnya menjadi
objek-objek materi, sesuatu yang bisa diperjualbelikan.
Disatu sisi kita
telah memberikan bagian dari diri kita sendiri kebaikan dan perasaan kita
kepada sesuatu yang hanya bersifat khayalan semata-mata.
Berdasrkan titik
tolak Marx inilah khayalan-khayalan tentang dunia fantasi ini menjadikan agama
sebagai “bisnis” yang sangat menguntungkan. Dengan demikian jika ternyata Tuhan
ataupun alam gaib itu tidak ada, maka beragama saja mengonsumsi candu atau
semata-mata pelarian dunia kenyataan. Sehingga Marx mengatakan bahwa kunci
untuk memahami agama harus ditemukan dalam ekonomi.
Jadi inti yang diberikan
agama kepada kaum tertindas bahwa yang tidak tertidas maka reruntunglah bisa
mengatur hidupnya.agama bisa memberikan sesuatu yang lebih baik yaitu ideologi.satu
ide-ide yang mengingatkan simiskin bahwa apa yang terjadi memang harus terjadi
dan tidak bisa dirubah dan ditolak.Marx sangat yakin bahwa pada saatnya nanti
serangan terhadap kondisi-kondisi buruk akanmencapai hasil yang
gemilang.apabila hal ini terwujud maka agama,Negara dan lain sebagainya yang
terdapat dalam superstruktur akan hilang dengan sendirinya.
Dan ada satu hal
yang tidak bisa kita perdebatkan mengenai pandangan Marx pada penekanan
ekonomi.menurutnya kita tidak bisa memahami kehidupan beragama tanpa
mengekplorasi kaitan antara agama dengan ekonomi dan kenyataan social.mereka
telah memperlihatkan titik terang hubungan antara kebutuhan ekonomi
,kelas-kelas social dan keyakinan agama.