Laman

Pelayanan Holistik

Selamat Datang.
Semoga tulisan ini Memberi inspirasi Bagi Pembaca.

Sabtu, 16 Februari 2013

doa dan rumah doa



Hakikat doa dalam PL tidak satu arah hanya pada manusia. Doa adalah dialog antara manusia dengan Tuhan masing-masing aktif terlibat. Tuhan dapat disapa didalam doa yang konkret dalam kehidupan manusia. Tuhan di dalam doa secara pribadi, kedaulatanNya nyata untuk selama-lamanya. Tuhan berbelas kasihan dan tidak pilih kasih sekalipun umat melanggar perintah Tuhan. Tuhan menguji batin manusia sesuai dengan ganjaran yang setimpal. Bila kehidupan pendoa tidak benar, maka Tuhan tidak wajib memedulikan permohonan tersebut. Doa Abraham adalah dialog dengan Tuhan. Abraham mempersoalkan kesejahteraan pribadinya (Kej 15:8). Tuhan tidak membiarkan diriNya didikte manusia. Kecenderungan Tuhan sebenarnya mengampuni bukan menghukum. Orang menerima hukuman dosa sosial dan dosa seksual yang terjadi dalam sebuah kota. Tangan mewakili sisi kehidupan dari sisi yang tidak kelihatan.
Dalam PL tangan dipakai untuk menggambarkan Tuhan secara konkret. Pendoa keluar dari dirinya dan hanya meminta pertolongan dari atas. Orang harus benar dan tulus di hadapan Tuhan tidak menyembunyikan dosa dan mempunyai sikap hati yang hancur dalam memohon pengampunanNya. Doa yang dilakukan oleh Abraham adalah doalog dengan Tuhan. Tema teologis tentang sisa yang kudus, sedikit orang benar mengantikan banyak orang berdosa akan berkembang sampai klimaksnya pada Hamba Tuhan. Pada dasarnya sikap rendah hati terungkap dalam sikap tubuh karena manusia berdoa berdasarkan hati sekaligus tubuh. Kemah suci dalam PL merupakan tempat mempersembahkan kurban bakaran.
Dalam bait Allah orang mencari keadilan atas perkaranya dengan meminta Allah sebagai hakim. Tekanan utama dalam rumah Allah adalah tempat orang berdosa berdoa mengaku dosa dan terjamin doanya didengar. Bait Allah sebagai rumah doa dering dikaitkan dengan gereja namun tidak identik. Walaupun Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu namun orang membutuhkan suasana yang hening untuk berdoa. Fungsi gereja sebagai rumah doa sangat perlu dioptimalkan. Gereja sebagai tempat berdoa untuk melepaskan beban dan bukan untuk dilihat oleh orang. Gereja harus dikususkan dengan kebersihan dan ketenangan yang terjaga. 
Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama
Yongki Karman
Halaman      : 188-200 

Selasa, 12 Februari 2013

Perempuan: Sesama Penyandang Gambar Allah



Gambaran ideal yang merupakan keadaan faktual adalah praktik dalam masyarakat Israel kuno. Status sosial dan posisi hukum seorang istri dalam PL lebih rendah ketimbang di sekitar Israel kuno. Pada awalnya sistim keluarga menurut unsur patriarki namun dalam perjalananya ada perubahan yang ekstrim. Ada garis keturunan berasal dari ibu, berdasarkan hubungan darah dengan ibu. Ada kasus di mana adik lebih penting dari pada kakak sulung dan mewakili orang tua. Ada juga kejadian di mana istri lebih menentukan. Perbedaan lama penahiran laki-laki dan perempuan tidak menunjuk pada inferioritas anak perempuan terhadap laki-laki sebab kurban yang dipersembahkan sama yakni seekor anak burung merpati atau burung tekukur. Sunat sebagai tanda perjanjian antara umat dan Tuhan (Kej.17:10-12). 
Perbedaan nilai tebusan menyangkut pekerjaan kasar yang mengandalkan kekuatan fisik. Perbedaan nilai tebusan lebih kepada kemampuan bekerja lebih banyak. Kesetaraan laki-laki dan perempuan disampaikan dalam kejadia 1:27. Laki-laki dan perempuan diciptakan menurut gambar Allah. Perbedaan manusia memang nyata itu ada dalam seks dan pernikahan antara laki-laki dan perempuan, perempuan bukanlah mahluk lemah. Gambar Allah untuk manusia dilihat sebagai fungsional di mana Allah menunjuk manusia untuk mengelola bumi (Kej 1:28). Kejadian 1:27 menggambarkan bahwa perempuan sebagai penolong yang sepadan artinya tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Kehadiran hawa dilihat sebagai kebutuha di mana Adam akan mengelola tanah, Adam dan hawa saling bergantung dalam pekerjaan yang diberikan Tuhan.
Ada dua wilayah yang kena kutuk pada perempuan yakni sakit bersalin dan kekuasaan perempuan. Kejadian 3:16 menunjukkan bahwa walaupun kutuk terhadap perempuan dalam proses melahirkan tetapi kodrat tidak bisa dihindarkan. Perkawinan Kristen harus menggambarkan sebagai orang tebusan di mana cinta menyatu seperti yang digambarkan oleh kidung agung. Perempuan dan laki-laki dalam perbedaan seksnya semartabat dan berdiri sama tinggi. Sumbangan berpolitik perempuan karena kepedulian terhadap nasib rakyat bukan karena naluri kekuasaan. Perempuan harusnya memakai potensinya dengan maksimal untuk kemaslahatan bersama. Posisi perempuan dalam organisasi masih sangat kurang.
Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama
Yongki Karman, 38-74


Senin, 11 Februari 2013

AGAMA SEBAGAI BENTUK ALIENASI



KARL MARX
Karl marx lahir pada tanggal 5 mei 1818, anak kedua dari delapan bersaudara ayahnya, Heinrichn Marx, seorang pengacara yahudi yang tinggal dikota kecil Rhine land, Trier. Dan ada 2 hal yang perlu diperhatikan sebelum mengenal Marx lebih jauh. Yang pertama sebagai pencetus komunisme, dia tidak memberikan teori agama yang terperinci karena masalah agama hanya merupakan salah satu bagian dari totalitas pemikirannya.
Tulisan-tulisan Marx bagi orang komunis sama sakralnya dengan injil bagi umat kristiani. Komunisme mempunyai satu system doctrinal yang tidak bisa ditafsirkan secara serambangan, memiliki upacara, tempat dan tokoh-tokoh sacral tersendiri. Yang kedua karena filsafat Marx sangat luas cakupannya maka porsi yang ditawarkannya tentang “teori” agama tradisional kecil sekali dan dan bukan merupakan inti dari seluruh bagian inti dari seluruh pemikirannya. Marx mempunyai pandangan yang berbeda dengan Durkheim, Freud tentang agama. Pandangan Marx terhadap agama berdasarkan tulisan-tulisan filsafsat dan  social yang telah ada sebelum dia.
            Menurut kelompok Hegel mereka menilai materi jauh lebih utama karena pikiran akan dunia, konsep dan ide-ide sebagai sesuatu yang penting bagi para pemikir. Prinsip umum yang menyatakan bahwa hal yang paling penting mendasar dari alam semestadapat diketahui dalam alam materi bukan dalam konsep-konsep mental menjadi basis filosofis bagi pemikiran Marx selanjutnya ada dua tema yang menjadi titik tolak pemikirannyan:
Pertama :keyakinan Marx terhadap kenyataan ekonomi sebagai hal yang mempengaruhi perilaku manusia; kedua, tesis yang menyatakan sejarah manusia sebagai sejarah pertentangan kelas, konflik terus-menerus terjadi dalam masyarakat.
            Dalam tulisan-tulisan Marx memformulasikan pandangan materialisnyantentang manusia dan tujuan hidup manusia. Dia juga mengemukakan ide-idetentang sejarah dan masyarakat, ekonomi dan politik, hukum, moral, filsafat dan agama. Dan apa yang diperoleh Marx sangat berpengaruh dalam karir dan kehidupan selanjutnya.
            Pada tahun 1845, Marx dan Engles berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat jarang dimiliki oleh kaum intelektual lain yaitu kolaborasi yang nyaris sempurna antara mereka berdua. Mereka sangat mirip dalam pemikiran tetapi berbeda dalam talenta dan kepribadian. Marx lebih cenderung bersifat sebagai seorang pemikir orisinil lebih berdaya filosof bijaksana terkadang sulit dipahami dan kata-katanya penuh makna.
            Walaupun orang awam tidak tahu banyak tentang revolusi, namun ide-ide Marx dan Engles sudah bukan rahasia lagi dikalangan para ilmuwan pada saat itu. Dan setelah terjadi revolusi dimana-mana diseluruh Eropa maka yang dicurigai adalah Marx. Sehingga mereka melarikan diri dari Prancis menuju Brusel.dan kemudian menghabiskan seluruh sisa hidupnya dalam masa pembuangan namun secara empati bukan untuk pensiun dari kegiatannya tetapi mereka bekerja tampa lelah dalam melanjutkan studinya.kerena mereka telah dihimpit oleh kemiskinan dan kekurangan pangan dalam keluarganya.
       Dalam masa-masa inilah dia menulis dua karya tentang revolusi politik di perancis,dua karya tentang ekonomi,politik dan beberapa tulisan lain mengenai sejarah dan teori ekonomi.das kapita adalah karyanya yang paling penting pada masa itu.Das kapita adalah volume pertama dari ketiga volume yang membahas bidang yang sama [ekonomi].Dua volume lainnya hanya sempat ditulis dalam bentuk manuskrip dan itupun belum lengkap.
       Bagi Marx masyarakat primitive adalah bentuk organisasi manusia yang paling alami.masyarakat bisa menikmati hidup mereka dengan melakukan pekerjaan yang mereka butuhkan.menurut Marx hubungan produksi akan mengalami perubahan kerena barang yang dihasilkan tidak lagi dibutuhkan.Marx hendak melakukan penyerangan utuk menghancurkan seluruh system social-ekonomi yang selama ini telah menindas mereka.
        Marx bukanlah satu-satunya orang yang mengtegahkan garis besar konsep pembagian dan pertengahan kelas.Dia memang sepenuhnya sadar bahwa dialah yang menemukan hubungan antara pembagian kelas social dengan beberapa tahapan perkembangan ekonomi dan meramalkan masa depan yang bermuara pada satu revolusi dan hilangnya kelas social.
        Marx memilih kata yang bisa mewakili seluruh aktifitas intelektual yang menciptakan superstruktur yaitu’’ideologi’’.setiap masyarakat menghasilkan sestem ide dan kreaktivitas seni yang menurut pemikiran mereka muncul dari keinginan untuk mencapai kebenaran dan kecintaan kepada keindahan.
      Kritik Terhadap Agama.
       Marx mengatakan bahwa agama sama sekali adalah sebuah ilusi.Agama adalah bentuk ideology yang paling aktrem dan paling nyata.tujuan utamanya adalah dapat memberikan alasandan hokum-hukum agar seluruh tatanan dalam masyarakat bisa berjalan dengan keinginan penguasa.namun agama sangat bergantung pada kondisi ekonomi,sebab tidak ada satupun doktrin dan kepercayaan agama yang mempunyai nilai-nilai independen.
       Marx menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Tuhan atau dewa-dewa adalah lambing kekecewaan atas kekalahan dalam perjuangan.Marx menolak agama.dia menyatakan keyakinanya sebagai seorang penganut ateis.penolakan Marx ini bukan hanya pada Kristen tetapi kepada seluruh agama,dia mengatakan Aku benci semua dewa,alas an mereka bahwa dewa-dewa tersebut tidak mengakui bahwa kesadaran diri manusia adalah derajat ketuhanan tertinggi.
            Marx menegaskan bahwa kita harus menarik garis deology antara agama dan aktivitas social-ekonomi. Keduanya sama-sama menciptakan aleanasi, agana merampas potensi-potensi ideal kehidupan alami manusia dan mengarahkannya kepada sebuah realitas asing dan unnatural yang kita sebut Tuhan. Ekonomi kapitalisme merampas hal yang lai dari ekspresi manusia yaitu produktivitas kerja mereka dan merubahnya menjadi objek-objek materi, sesuatu yang bisa diperjualbelikan.
            Disatu sisi kita telah memberikan bagian dari diri kita sendiri kebaikan dan perasaan kita kepada sesuatu yang hanya bersifat khayalan semata-mata.
            Berdasrkan titik tolak Marx inilah khayalan-khayalan tentang dunia fantasi ini menjadikan agama sebagai “bisnis” yang sangat menguntungkan. Dengan demikian jika ternyata Tuhan ataupun alam gaib itu tidak ada, maka beragama saja mengonsumsi candu atau semata-mata pelarian dunia kenyataan. Sehingga Marx mengatakan bahwa kunci untuk memahami agama harus ditemukan dalam ekonomi.
            Jadi inti yang diberikan agama kepada kaum tertindas bahwa yang tidak tertidas maka reruntunglah bisa mengatur hidupnya.agama bisa memberikan sesuatu yang lebih baik yaitu ideologi.satu ide-ide yang mengingatkan simiskin bahwa apa yang terjadi memang harus terjadi dan tidak bisa dirubah dan ditolak.Marx sangat yakin bahwa pada saatnya nanti serangan terhadap kondisi-kondisi buruk akanmencapai hasil yang gemilang.apabila hal ini terwujud maka agama,Negara dan lain sebagainya yang terdapat dalam superstruktur akan hilang dengan sendirinya.
           Dan ada satu hal yang tidak bisa kita perdebatkan mengenai pandangan Marx pada penekanan ekonomi.menurutnya kita tidak bisa memahami kehidupan beragama tanpa mengekplorasi kaitan antara agama dengan ekonomi dan kenyataan social.mereka telah memperlihatkan titik terang hubungan antara kebutuhan ekonomi ,kelas-kelas social dan keyakinan agama.

Rabu, 06 Februari 2013

“ Hikmat”


            Mengapa orang harus dituntut untuk memiliki Hikmat ? Amsal 24 menyoroti bagaimana untuk tidak iri terhadap orang-orang jahat. Dengan melarang untuk tidak bergaul dengan mereka (ay 1) yang selalu memikirkan penindasan dan menimbulkan bencana bagi orang lain (ay 2).
            Untuk lebih memahami tentang hikmat, penulis Amsal  menegaskan bahwa tidak bergaul dengan orang jahat adalah bukti dari orang yang berhikmat (ay 3), kata rumah didirikan dan kamar-kamar  ayat 3 dan 4 merujuk kepada keadilan dan kebenaran suatu kiasan yang menegaskan bahwa dengan Hikmat keadilan dan kebenaran dapat ditegakkan. Sebab Hikmat lebih besar dari orang yang kuat secara fisik menyelesaikan masalah.
            Dalam ayat 7 dijelaskan bahwa hikmat tidak dapat dijangkau oleh orang bodoh dan yang berhikmat tidak suka “ pamer “. Tetapi dengan hikmat dan perencanaan orang dapat melakukan yang besar, yang di umpamakan “berperang” dalam ayat 6. sebab dengan hikmat dari Allah kita memiliki kelebihan dari pada orang lain. Dan hal ini yang ditunjukkan dalam hal perencanaan dan pengetahuan dalam menghadapi berbagai macam masalah.

Penjelasan / Elaborasi
            Mengapa renungan ini dimulai dengan menyoal Hikmat, walaupun tentang pokok hal-hal yang ditimbulkan atau apa yang terjadi jika kita tidak berhikmat. Sebab Hikmat tidak dapat dicapai oleh orang bodoh (ay 7) Karena Hikmat itu membutuhkan perencanaan, pengertian tentang hal yang akan dicapai dalam menghadapi kehidupan di bumi (ay 4-5). Dan Hikmat itu didirikan sekuat tiang rumah (ay 3). Karena Hikmat soal kepandaian dan hal kemenangan mencapai hal-hal tertentu (ay 3b, 6b).
            Ayat 3 Hikmat  A
            Ayat 4 Pengertian  B
            Ayat 5 Pengetahuan  C
            Ayat 6 Perencanaan  D
            Ayat 7 Hikmat   A’
            Struktur ini adalah Kiasmus, dimana kata Hikmat (ay3,7) menjadi bingkai untuk tema, pengertian bagi orang bijak (ay 4, 5, 6). Ayat 7 melengkapi ayat 3 yang diperkuat oleh yat 4-6. setiap ayat berpola kesejajaran persamaan. Pola itu dilihat misalnya ayat 3 Hikmat sejajar dengan kepandaian disini tidak terdapat kiasan, namun dalam ayat 4 ada kat “ kamar-kamar” jelas ini adalah kiasan yang berarti hal yang merupakan bagian dari manusia, jenis kiasan ini adalah ironi. Kata Harta benda sebagai kiasan untuk hal-hal yang menyangkut sesuatu yang bermanfaat agar menjadi orang yang berhikmat misalnya didikan. Kiasan ini adalah hiperbola.
            Hal ini dapat disimpulkan bahwa ayat 4-6 didalam bingkai ayat 3 dan 7 menunjukkan bahwa orang yang memiliki hikmat dapat melakukan hal yang lebih baik daripada orang lain (ay 5) dan hikmat itu dapat diperoleh atau didapat oleh orang yang tidak berpengetahuan atau orang jahat yang disebut orang bodoh dalam ayat 7.